Sekda Kapuas Hulu: Biaya Evakuasi Sekitar Rp 200 Juta

Regional

Editor sutan Dibaca : 1232

Sekda Kapuas Hulu: Biaya Evakuasi Sekitar Rp 200 Juta
PEMULANGAN- Pemulangan eks Gafatar dari Kabupaten Kapuas Hulu mengharuskan pemkab ikut mengucurkan dana sekitar Rp 200 juta. Anggaran itu merupakan dana konflik sosial. (yodi rismana)
PUTUSSIBAU, SP – Akibat gejolak keberadaan eks Gafatar di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, hingga berujung pemulangan mereka ke daerah asalnya,  pemerintah daerah harus merogoh kocek hampir Rp 200 juta untuk biaya evakuasi tersebut.

"Jumlah pastinya kita belum tahu karena masih dihitung, dana yang dikeluarkan itu dalam taksiran kami hampir Rp 200 juta," kata Sekretaris Daerah Kapuas Hulu, M Sukri, Senin (1/2).  
Ia mengatakan dana itu bersumber dari dana konflik sosial atau dana darurat. Penggunaannya tersebut tidak ada batasan jumlah. Sebab ini merupakan konflik sosial.
"Boleh digunakan dana konflik sosial tidak terduga itu," katanya.  

Dalam penggunaan anggaran tersebut, ia juga telah meminta kepada jajarannya untuk membuatkan bukti penggunaan anggaran secara lengkap.

"Penggunaan anggaran itu yang banyak untuk biaya orang makan, termasuk minyak kendaraan dan akomodasi transportasi," terangnya.

Sementara aset eks Gafatar yang ada di Kapuas Hulu, khusus untuk dokumen milik mereka yang sifatnya aliran sesat tersebut, diamankan oleh pihak kepolisian.

Sementara untuk aset harta benda yang bergerak sudah dijual kepada warga sekitar. "Yang diamankan pemkab hanya tanah seluas 3.5 hektar yang ada di Semitau. Terkait apakah tanah itu akan dikembalikan ke negara atau menjadi milik mereka, tergantung dari keputusan hakim. Yang jelas polisi masih menelusuri aset mereka," katanya. (sap/and)