Jembatan Pawan 1 di Kabupaten Ketapang 'Makan' Korban Jiwa

Regional

Editor sutan Dibaca : 2405

Jembatan Pawan 1 di  Kabupaten Ketapang 'Makan' Korban Jiwa
SUASANA DUKA- Saat jenazah korban kecelakaan di Jembatan Pawan I, Zulfahnanda (17) dibawa dari RSUD Agoesdjam menuju rumah duka di Jalan Banu Kasi, Kelurahn Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Senin (1/2) malam. Kecelakaan diduga akibat dari kondisi jemb
KETAPANG, SP –Buruknya kondisi Jembatan Pawan 1 kembali menewaskan seorang pengendara sepeda motor, Senin (1/2) malam.

Kecelakaan terjadi tepat di atas Jembatan Pawan 1, antara sebuah kendaraan bermotor bernomor polisi KB 6340 ZK dengan mobil pick up KB 8366 GA.


Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto melalui Kasat Lantas AKP Jonathan David menjelaskan, korban tersebut atas nama Zulfahnanda (17). Sedangkan pengendara mobil pick up atas nama Sin Khiong (35), selamat.

"Pengendara motor meninggal dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Agoesdjam, sedangkan supir pick up langsung diamankan dan diambil keterangannya," katanya 


Ditambahkan,  pihaknya belum mengetahui pasti posisi mobil dan motor saat kejadian. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara,  benturan terjadi tepat di bagian kanan belakang pick up.

Namun untuk posisi apakah mobil yang masuk di jalur motor atau sebaliknya, belum diketahui secara pasti.

"Supir masih kita ambil keterangannya, namun di dekat lokasi kejadian memang ada sebuah lubang. Jadi, bisa saja karena menghindari lubang, salah satu pengendara keluar jalur. Tapi untuk pastinya masih kita selidiki," jelasnya.

Untuk identitas korban, menurut Jonathan, korban yang meninggal dunia itu adalah warga Jalan Banu Kasi, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong.

Sedangkan  supir pick up merupakan warga Komplek Paldu Asri, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan.


Saat kejadian, diketahui korban meninggal muncul dari arah Kota Ketapang menuju Kecamatan Benua Kayong, sedangkan pengendara pick up dari arah Kecamatan Benua Kayong menuju Kota Ketapang.

"Ketika itu, hujan sedang turun," katanya.

Sementara itu, Ayah korban almarhum Zulfahnanda (17), Suhardi terlihat tak mampu menahan tangisnya. Air mata tampak berlinang membahasi kedua pipinya, anak yang menjadi harapan keluarga di masa depan, kini telah pergi meninggal akibat kecelakaan.

"Saya ikhlas, mungkin musibah ini sudah takdirnya. Padahal lukanya tidak parah, hasil visumnya pun juga tidak apa-apa," lirih Suhardi, Selasa (2/2).

Suhardi menceritakan, anaknya yang saat ini duduk di kelas III Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Ketapang, hendak pulang dari kegiatan les di Jalan Di Panjaitan menuju rumah. Saat akan pulang, korban mengalami kecelakaan di atas Jembatan Pawan 1 Ketapang.

"Rencananya, lulus SMA anak saya mau kuliah di Fakultas Kedokteran, sebab sejak SD prestasinya bagus dan kerap juara 1 di kelas. Waktu tamat SMP, ia juga pernah meraih juara umum di sekolahannya," ungkapnya.

Masih dibaluti kesedihan, Suhardi menceritakan, dari ketiga anaknya, almarhum merupakan harapan bagi keluarganya, lantaran anak pertamanya mengalami kekurangan, sehingga terpaksa harus mengikuti Sekolah Luar Biasa (SLB), sedangkan anak bungsunya, baru duduk di Taman Kanak-Kanak (TK).

Suhardi mengaku, sama sekali tidak menyangka dan tidak memiliki firasat apapun tentang musibah ini, namun ia mengungkapkan, bahwa dalam dua hari belakangan ini, dirinya mengalami perasaan yang tidak enak, bahkan ia kerap berpesan kepada almarhum agar selalu berhati-hati ketika berpergian.

"Saya berpesan ke anak saya, agar hati-hati karena perasaan bapak tidak enak," katanya.

Almarhum, menurut Suhardi, dalam beberapa hari rutin menjalankan ibadah salat dibandingkan hari sebelumnya, bahkan almarhum juga sempat menelpon ibunya yang sedang berada di Kabupaten Putusibau untuk meminta selimut baru.

"Yang mengetahui dulu kejadian ini, ibunya, diinformasikan oleh teman sekolah almarhum. Kemudian ibunya menelepon saya, ibunya saat kejadian sedang dalam perjalanan pulang dan sudah berada di Tayan," ujarnya. (teo/bob)

Desak Perbaiki Jembatan  
Wakil Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKI) Ketapang, Ibrahim mendesak, Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang melalui dinas terkait untuk segera memperbaiki Jembatan Pawan 1 yang kondisinya sudah memprihatinkan.

“Terdapat lubang serta gundukan tinggi di tiap sambungan jembatan, yang memang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Pemerintah harus peka, jangan cuma diam saja, tadi malam sudah ada korban kecelakaan meninggal di atas jembatan, walaupun belum diketahui pasti penyebabnya, namun di dekat korban kecelakaan terdapat sebuah lubang," kecamnya.

Ia mengatakan, berbagai keluhan dan pemberitaan media soal jembatan tersebut, sudah beberapa kali disampaikan oleh masyarakat, namun realisasinya tidak pernah dilakukan oleh pemerintah.
 

"Jembatan itu tiap hari dilalui masyarakat. Oleh sebab itu, kita minta kabupaten desak pihak provinsi untuk segera memperbaiki, jangan cuma sebatas ditampal atau ditimbun sama pasir," tegasnya.

Menurutnya,  jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan lebih banyak menimbulkan korban kecelakaan, akibat kerusakan di sejumlah titik di ruas jembatan.

"Apalagi kalau malam hari atau ketika hujan turun. Lubang akan sulit diketahui oleh pengendara. Jadi saya harap, jembatan harus segera diperbaiki dan tidak usah banyak alasan lagi," tuturnya. (teo/bob)