Langganan SP 2

Aparat Polres Sekadau Tangkap Oknum Guru Honorer Terlibat Sabu

Regional

Editor sutan Dibaca : 1288

Aparat Polres Sekadau Tangkap Oknum Guru Honorer Terlibat Sabu
OKNUM GURU- Polisi menangkap Zeck, oknum guru honorer di sebuah SMP di Sekadau, Senin (8/2). Ia berdalih, upahnya sebagai guru honorer tidak cukup sehingga menjadi pengedar sabu di Sekadau. (Suara Pemred/Akhmal Setiadi Musran)
SEKADAU, SP - Kepolisian menggerebek sebuah rumah kontrakan yang dijadikan sebagai tempat untuk pesta sabu. Usut punya usut, seorang guru honorer sebuah SMP di Sekadau, juga digelandang ke Mapolres Sekadau terkait dengan peredaran narkoba jenis sabu.

Diungkapkan AKP. P Silaen, Kasat Reserse Narkoba Kepolisian Resor Sekadau, penggerebekan pertama dilakukan di Jalan Sintang, dekat Simpang Kayu Lapis, sekitar pukul 15.30, Minggu sore (7/2) kemarin.

Penggerebekan itu bermula dari masyarakat yang mengetahui adanya kegiatan pesta sabu. "Kami temukan empat orang sudah selesai melakukan pesta sabu. Namun, narkoba tidak kami temukan," ujarnya, Senin (8/2).

Empat orang yang diamankan itu, Aprianto (19), Agun Alpacino (22), Eko Sudayanto (20) dan Budi Roswanto (24). Dari rumah kontrakan itu, ditemukan sejumlah barang. Di antaranya, satu buah alat hisap sabu (bong), pipet, enam unit telepon genggam dan korek api. Empat orang tersebut, segera dibawa ke Mapolres dan dilakukan tes urine.

Hasilnya, keempatnya dinyatakan positif narkoba. "Kami langsung lakukan interogasi terhadap keempat orang tersebut, dan menyebutkan barang haram tersebut yang didapat dari seseorang yang bernama Susanto alias Abuk (28)," ucapnya.

Setelah melakukan pengembangan, pihaknya telah mengintai Abuk yang juga warga Merapi. Selanjutnya, kepolisian melakukan pengintaian. Alhasil sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Sintang KM 9, polisi berhasil menemukan dan menggeledah Abuk.

Dari tangan Abuk, pihaknya menemukan sembilan paket sabu dalam plastik klip kecil, satu buah sedotan, satu unit telepon genggam, satu unit sepeda motor dan uang Rp 273 ribu. “Sembilan paket kecil sabu ditemukan dari kantong celana kiri dia. Saat kami interogasi, yang bersangkutan mengatakan, mendapatkan barang tersebut dari seseorang bernama Zakarianto alias Zeck (29),” ujarnya.

Zeck merupakan guru honorer di salah satu SMP di Sekadau. Dia ditangkap polisi di Jalan Penanjung RT 13 RW 03, Kota Sekadau. Dari tangan Zeck, kepolisian mendapatkan sabu yang disimpan dalam kotak permen Mentos. Di dalam kotak tersebut, ditemukan 11 paket sabu. Diantaranya, 10 paket kecil siap edar dan satu paket besar.

Selain itu, dari tangan Zeck, kepolisian menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, satu buah bong, korek api, pipet dan gunting, dua unit telepon genggam serta dompet berisi uang Rp384 ribu.

Mengenai ancaman hukuman, pengguna dikenakan Pasal 127, sedangkan pengguna dan pengedar dikenakan Pasal 114 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk itu, dia mengimbau pada masyarakat turut membantu memberantas penyalahgunaan narkoba. “Masyarakat harus berhati-hati terhadap peredaran narkoba ini. Jika ditemukan ada sesuatu yang mencurigakan di lingkungannya masing-masing, cepat lapor polisi. Sekecil apa pun informasinya, tentu akan sangat membantu pihak kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Zeck tak begitu banyak bicara. Raut wajahnya terlihat lesu. Dia mengatakan, baru mengedarkan sabu sebulan terakhir. Zeck tak menampik, selain mengedarkan sabu, dia juga pengguna barang haram tersebut.

Pria tamatan salah satu perguruan tinggi di Malang ini mengaku, berjualan sabu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab, upahnya sebagai guru honorer tidak cukup. Kendati mengaku menyesal, dia mengaku telah menggunakan barang haram tersebut, sejak lima bulan terakhir. “Saya mendapatkan barang tersebut dari seseorang di Singkawang. Ya, saya menyesal,” pungkasnya. (akh/lis)