Pekong Fuk Tet Ci, Kabupaten Sekadau, Kalbar Suguhkan Atraksi Barongsai

Regional

Editor sutan Dibaca : 1422

Pekong Fuk Tet Ci, Kabupaten Sekadau,  Kalbar Suguhkan Atraksi Barongsai
ATRAKSI BARONGSAI - Perayaan Imlek di Kabupaten Sekadau, digelar cukup sederhana hanya dengan suguhan atraks tiga barongsai serta pesta kembang api kecil-kecilan. Meski demikian, kesederhanaan itu membalutkan kebersamaan seluruh etnik di Sekadau. (SUARA
SEKADAU, SP - Ratusan warga memadati lapangan di depan Pekong Fuk Tet Ci, Jalan Irian, Ibu Kota Kabupaten Sekadau untuk menyemarakkan Tahun Baru Imlek, Minggu (7/2) malam.   Perayaan malam itu berlangsung sederhana dengan suguhan atraksi barongsai.

Meski sempat diwarnai rintik hujan, namun tak membuat warga yang tidak hanya masyarakat Tionghoa bergegas meninggalkan lokasi.
“Cukup senang. Terhibur dengan adanya malam perayaan Imlek ini. Apalagi ada nilai nasionalismenya, terasa benar,” ujar Kemal, warga Sekadau.  

Setidaknya, tiga barongsai beratraksi di hadapan pengunjung. Suasana pun kian semarak ketika letupan kembang api mulai memecahkan warna warninya di langit Sekadau.

Perayaan tersebut, menurut Kemal,  diselimuti oleh suasana keakraban. Seluruh warga dari berbagai etnis, agama, maupun golongan, saling berbaur menikmati suguhan parade budaya Tionghoa tersebut. “Toleransi seperti itulah yang harusnya dapat terus terjaga,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat Tionghoa Sekadau, Eng Chun Ni atau Sumini (67) mengaku senang atas antusiasnya masyarakat yang datang dalam perayaan Imlek tersebut.
“Hanya kegiatan biasa saja. Sangat senang karena masyarakat yang datang bukan hanya dari kalangan Tionghoa saja. Semua etnis membaur di sini,” ujarnya.

Pesta Imlek yang biasanya hingar bingar di berbagai daerah di Kalbar, justru sangat bertolak belakang dengan perayaan di Sekadau. Panitia hanya hanya menyuguhkan jamuan untuk warga.

Dibangun pula panggung seadanya untuk berkaroke menunggu datangnya tahun baru. “Kami hanya mengundang masyarakat saja. Biaya untuk kegiatan ini, juga hanya swadaya masyarakat,” lanjut Eng Chun Ni.


Momentum Hidup Damai

Ketua I Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kabupaten Sekadau, Apin menuturkan, pihaknya memang tidak menyiapkan perayaan khusus untuk Imlek tahun ini. “Kami hanya menggelar kegiatan kecil-kecilan saja,” ucap Apin.  


Perayaaan malam Imlek di Sekadau walaupun sederhana, namun tetap terasa kemeriahannya. Sebab,  panitia tetap menyuguhkan atraksi barongsai dan pesta kembang api yang menjadi ciri khas Imlek.
Masyarakat tampak menikmati perayaan tersebut.

Komplek Kelenteng Fuk Tet Chi dipadati warga Sekadau dari berbagai penjuru. “Mereka yang datang tidak hanya dari warga Tionghoa, masyarakat non-Tionghoa juga banyak yang hadir,” jelasnya.


Dia berharap, Imlek 2567 atau yang dikenal dengan tahun monyet api menjadi momentum hidup damai dan makmur. “Mudah-mudahan kesalahan yang terjadi di tahun sebelumnya tidak terulang kembali di tahun ini,” pungkasnya. (akh/and)