Wagub Kalbar: Ditahun Monyet Api, Berharap Dapat Kehidupan yang Lebih Baik

Regional

Editor sutan Dibaca : 839

Wagub Kalbar: Ditahun Monyet Api, Berharap Dapat Kehidupan yang Lebih Baik
OPEN HOUSE- Di rumah Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya. (SUARA PEMRED/ YODI RISMANA)
PONTIANAK, SP Di Kalbar, Imlek 2567 berlangsung meriah dan damai. Ribuan warga berpesta kembang api, dan rumah-rumah ibadah atau vihara dipenuhi warga yang sembahyang.

Rumah Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya, sedari Minggu (7/2) malam, gemerlap lampion dan lampu merah, beradu dengan gerimis dan nyala terang kembang api. Ribuan butir hujan gemerlap, tertempias nyala beraneka rupa terang dan temaram cahaya kembang api. Suasana itu menimbulkan imaji tersendiri.

"Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tiap malam pergantian tahun Cina (Imlek), kami sekeluarga selalu menggelar pesta kembang api. Tahun ini kita juga melaksanakannya, untuk memeriahkan malam Imlek," kata Christiandy.

Pesta kembang api dimulai pukul 22.00-00.00 WIB. Tahun ini kembang api yang dimainkan sedikit  berbeda. Kembang yang dinyalakan jenis terbaru buatan Tiongkok. Kembang api ini bisa terus menyala selama satu jam, bahkan bisa dihidupkan dari jarak jauh.

"Semua kembang api ini, merupakan sumbangan dari beberapa yayasan di Kalimantan Barat, dan juga ada yang dibeli dengan dana pribadi," tuturnya.


Esoknya, Senin (8/2), sedari pagi hingga malam hari, ratusan tamu seakan tak pernah putus mengunjungi rumah dinas di Jalan Zainuddin No 5, Pontianak. Mulai dari pejabat teras hingga masyarakat biasa, masuk ke rumah orang nomor dua Kalbar tersebut.

Para tamu membaur bercengkerama bersama merayakan Imlek tahun ini. Mulai dari Pangdam, Lantamal, Lanud, Polda, sejumlah kepala daerah, kepala dinas dan lainnya. Para tamu pun tak ada sekat dengan warga sipil yang juga ikut merayakan Imlek bersama keluarga Christiandy.

Ia berharap di tahun Monyet Api ini, dirinya dan masyarakat Kalbar mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Menu spesial saat Imlek atau makan besar atau Ciak Tuai Kai, dan Wagub selalu menyukai mi umur panjang masakan istrinya.

Mi umur panjang selalu ada di hari-hari spesial, terutama saat kumpul keluarga seperti Imlek.
“Selain itu, ada teripang selalu tersaji bagi makanan keluarga," kata Karyanti Sandjaya.

Sembahyang Imlek

Menjelang pergantian tahun China atau Imlek, masyarakat selalu berduyun-duyun mendatangi vihara atau klenteng untuk sembahyang.

“Kami sekeluarga setiap tahun selalu melaksanakan sembahyang di klenteng-klenteng terdekat. Untuk tahun ini, kami sembahyang di Klenteng Vihara Paticca Samuppada dalam menyambut malam Tahun Baru Imlek," kata Amel, seorang warga di klenteng yang terletak di Jalan Waru Pontianak.

"Sembahyang yang kami lakukan sebagai ungkapan rasa syukur, dan meminta dimurahkan rezeki pada tahun yang akan datang. Apalagi malam Imlek ini diwarnai hujan yang kami percaya dapat membawa keberuntungan," ujarnya.

Hal senada dikatakan Ajun, warga Tionghoa Pontianak lainnya. Menurutnya, sembahyang ke klenteng yang mereka lakukan, guna menyambut kedatangan dewa pembawa rezeki atas kehidupan, kesehatan, kebaikan, dan rezeki yang telah diberikannya selama satu tahun yang telah dilalui, dan yang akan datang.

"Mudah-mudahan keluarga kami dan semua warga Kalbar, dimudahkan rezekinya dan dipermudahkan segala usaha," ujarnya.


Pengurus Klenteng Paticca Samuppada Pontianak, Herison Hermanto mengatakan, hujan di malam Imlek menurut kepercayaan mereka sebagai tanda kesejukan, dan dimaknai dengan keberuntungan.

"Meskipun malam Imlek di Pontianak diwarnai hujan, tidak menyurutkan warga Tionghoa melaksanakan sembahyang di klenteng-klenteng yang ada," ujarnya.

Menurut dia, sembahyang di klenteng dalam menyambut Tahun Baru Imlek, guna memohon kepada dewa pembawa rezeki agar diberikan kemudahan dalam memperoleh rezeki di tahun depannya.

Dari pantauan di lapangan, terlihat asap mengepul dari hio yang dibakar oleh setiap pengunjung, berpadu dengan terang cahaya lilin yang dibakar setiap pengunjung klenteng. Hal itu menjadi pemandangan tersendiri jelang perayaan Imlek. Imlek tak sah tanpa bagi-bagi angpao atau bagi-bagi uang.

Usai melakukan ritual sembahyang Imlek di Kelenteng, angpao dibaikan. Susanto bersama kakak dan ayahnya, usai ibadah memberikan angpau pada pengemis dan gepeng yang terlihat memenuhi area kelenteng tersebut.

“Apalagi mereka sudah mengetahui, tradisi memberi masyarakat Tionghoa usai ibadah itu tinggi,” ujarnya usai sembahyang di vihara.

Sementara itu, anggota DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondor mengatakan, perayaan Imlek 2567 di Kabupaten Sanggau terkesan sepi, dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini bisa terlihat dari tidak banyak letupan kembang yang menghiasi langit bumi Daranante, juga konsentrasi massa di jalan-jalan sepi. “Mungkin perekonomian masyarakat sedang lesu,” ujarnya.


Imlek Damai

Kapolda Kalbar, Brigjen Arief Sulistyanto menyatakan, sejauh ini situasi Imlek di Kalbar berlangsung aman dan lancar. Ada sekitar 107 klenteng atau 903 vihara yang diamankan pada perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2016.
"Kami melakukan pengamanan secara merata dan komprehensif, agar situasi Kamtibmas di Kalbar dalam keadaan kondusif," tutur Arief.

Polda Kalbar membentuk 14 pos pengamanan sepanjang Operasi Liong Kapuas 2016, yang dibangun di lima Polres. Diantarnya di Polresta Pontianak lima pos, Polres Singkawang dua pos, Mempawah dua pos, Sambas tiga pos, dan Polres Bengkayang dua pos, yang didukung oleh 1.750 personil polisi.

KBO Reskrim Polres Sanggau, Rahmad mengatakan bahwa selama perayaan di Kabupaten Sanggau semuanya berjalan dengan lancar tidak ada masalah yang dihadapi. “Semuanya berjalan lancar, tidak ada temuan-temuan dilapangan terkait pelanggaran, dan ini sudah sesuai harapan kita, yang mana kita telah menurunkan sebanyak 200 personil untuk pengamanan,” tuturnya. (yoo/del/yod/umr/pul/lis)