Staf Ahli Bidang Energi Kementerian LHK Dorong Kalbar Restorasi Lahan Gambut

Regional

Editor sutan Dibaca : 1118

Staf Ahli Bidang Energi Kementerian LHK  Dorong Kalbar Restorasi Lahan Gambut
BAKAR LAHAN- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei berbicara saat rapat evaluasi penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan bersama jajaran Muspida Kalbar di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (10/2). Willem Rampa
* Sinarmas Programkan Desa Siaga Api


PONTIANAK, SP- Bencana kabut asap akibat kebakaran lahan melanda banyak daerah pada tahun lalu,  menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah. Tak ingin kejadian terulang, program meminimalisasi kebakaran hutan dan lahan pun dilakukan. Satu di antaranya mendorong daerah melakukan restorasi lahan gambut.


Hal itu dikatakan Staf Ahli Bidang Energi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Arief Yuwono, menghadiri rapat evaluasi penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalbar, Pontianak, Rabu (10/2). Ia mengatakan, saat ini Indonesia sudah memiliki badan khusus yang menangani restorasi lahan gambut tersebut.

Ini merupakan langkah yang luar biasa aktif dalam penanggulangan kebakaran lahan. Karena hal itu sudah menjadi perhatian dunia. Diharapkan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya bisa ikut bekerja maksimal dalam penanggulangan pembakaran lahan dan hutan tersebut.

Perlu diketahui, aktivitas pembakaran hutan dan lahan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Thailand, Philipina, Vietnam dan beberapa negara lainnya. Ke depan, pemerintah akan mengembalikan fungsi lahan gambut.
Tujuannya agar bisa berfungsi dengan baik, dalam penyerapan karbon, sehingga bisa menstabilkan iklim udara dunia. Satu di antaranya, peran perusahaan ikut mendukung pencegahan kebakaran lahan.

“Kita sudah memiliki sistem pencegahan yang luar biasa. Dimulai dari antisipasi di tempat kejadian, kemudian kita bisa melacak dari mana asal asap, kita juga bisa memprediksi berbagai faktor dalam tujuh hari ke depan terkait perubahan cuaca,” tuturnya.

Diharapkan dengan berbagai upaya antisipasi yang lakukan bisa meminimalisir bahkan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan untuk tahun ini dan tahun berikutnya. Seperti program Desa Siaga Api misalnya. Susanto, CEO perkebunan Sinar Mas Kalbar mengatakan Desa Siaga Api merupakan program multi pemangku kebijakan di mana di dalamnya ada pemberdayaan masyarakat. Misalnya mengatasi bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Adapun upaya pencegahan dalam program ini yaitu membangun kemampuan deteksi dan sistem informasi berbasis satelit guna mengatasi risiko kebakaran dengan lebih efisien.

Lainnya adalah menyelenggarakan pelatihan dan komunikasi intensif serta memobilisasi sumber daya pemadam api di lokasi berisiko tinggi melalui koordinasi dan pembagian tugas yang lebih baik.

“Program ini untuk mendukung program pemerintah sekaligus untuk membantu pemerintah mencegah dan mengatasi kebakaran lahan tentunya dengan partisipatif masyarakat,” kata Susanto. Dalam program siaga api di sini, desa yang terlibat akan mendapatkan insentif berupa program CSR yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mendukung Program Desa Siaga Api.”Program ini merupakan program CSR yang sangat baik” tuturnya.

Ia pun mengajak perusahaan lain untuk bisa tampil aktif membuat program yang baik bagaimana mendeteksi dini mencegah terjadinya kebakaran lahan.


Ketua GAPKI Cabang Kalbar, Girsang menyambut baik inisiatif yang telah dilakukan oleh Sinarmas. GAPKI juga mengajak para anggota lain melakukan hal yang sama sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing anggota. (ant/loh)