Harapan Baru kepada Bupati dan Wakil Bupati di Provinsi Kalbar

Regional

Editor sutan Dibaca : 1140

Harapan Baru kepada Bupati dan Wakil Bupati di Provinsi Kalbar
Suasana gladi resik pelantikan enam bupati dan wakil bupati terpilih di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar Selasa (16/2). (FOTO SUARA PEMRED/ YODI RISMANA)
PONTIANAK, SP - Enam kepala daerah terpilih di Kalbar, akan dilantik di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (17/2) pagi. Acara ini sekaligus sebagai hari pertama calon kepala daerah terpilih, memulai kerja dan menjalankan program pembangunan dan melaksanakan janji kampanye.  

Masyarakat pun menaruh harapan besar, pada mereka yang akan memimpin daerah, dan mampu membawa perbaikan di semua bidang pembangunan. Mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lainnya.

Kemarin, Selasa (16/2), tampak enam kepala daerah terpilih, M Nasir, Jarot Winarno, Rupinus, Martin Rantan, Gidot dan Panji, dengan setelan santai menjalani gladi resik di Balai Petitih. Para wakil duduk di belakangnya.

Mereka tidak kesulitan mengikuti prosesi sumpah jabatan dan sejumlah rangkaian lainnya. Acara ini juga dihadiri Gubernur Kalbar, Cornelis dan sejumlah pejabat teras lainnya. Acara gladi resik ini pun menanda tangan bahwa, pelantikan bupati terpilih positif dilangsungkan pada Rabu (17/2).

Cornelis dengan tegas menampik isu, enam bupati dan wakil bupati yang akan digelar hari ini, Rabu (17/2) hampir gagal lantaran surat keputusan (SK) bupati, disinyalir penuh dengan polemik. “Yang ngomong siape? Pejabat ngomong, tak bertanggungjawab. Tanya aku. Lancar semua, beres,” tegasnya di sela memantau persiapan pelantikan, di Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (16/2).

Cornelis mengatakan, sudah bertemu menteri maupun Dirjen (Kementerian Dalam Negeri). Isinya menyebutkan, “Tak satu pun SK bupati dan wakil bupati terpilih, di antaranya Kapuas Hulu, Sintang, Ketapang, Sekadau, Melawi, Bengkayang, dan Sambas, yang bermasalah.”

Cornelis juga mempersilakan awak media meliput acara pelantikan tersebut. Namun, lantaran ruang yang akan digunakan sebagai tempat pelantikan, Balai Petitih terbatas, maka bagi media akan dibatasi. “(Jurnalis) Ndak bisa masuk semua, karena sempit,” terangnya.

 591 Personil

Demi menjaga keamanan dan kelancaran acara pelantikan, sebanyak 591 personil Polresta Pontianak Kota dan Polda Kalbar, akan dikerahkan. Di antaranya gabungan dengan Satuan Brimob dan Dit Sabhara
“Penempatan pengamanan, mulai dari pintu masuk, tempat pelaksanaan kegiatan, dan juga sampai dengan pintu keluarnya,” kata Kompol Dhani Citra Nugraha Kabag Ops Polresta Pontianak Kota kepada Suara Pemred.

Dia menuturkan, pengamanan dimulai pukul 07.00 WIB. Diawali dengan sterilisasi pada bangunan, lalu dilanjutkan pengamanan lainnya. “Jam 07.30 WIB, kita sudah standby di sini (Kantor Gubernur),” ucapnya.

Yang bisa masuk ke dalam gedung ini, cuma orang-orang yang mendapatkan undangan saja. “Kita juga sudah siapkan metal detector, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas dia.


Kabag Humas Pemkab Sintang, Kurniawan menyebutkan, usai pelantikan, bupati terpilih akan melakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) antara bupati baru dengan Penjabat Bupati Sintang yang dijadwalkan pada Jumat (26/2) mendatang.

"Serah terima jabatan (Sertijab) direncanakan akan dilaksanakan di Gedung Pancasila. Sedangkan pisah sambut akan dilanjutkan pada malam harinya,” tuturnya.

Harapan Warga
Mulyana (30), penjual gorengan di Taman Kota Ketapang, Jalan Jendral Sudirman. Menaruh harapan besar kepada bupati terpilih. Kehadiran mereka untuk berdagang, diharapkan tidak digusur.   “Kalau pun digusur, ditempatkan di tempat yang ramai,” tuturnya.  

Mulyana mengaku, meski tidak terlalu kenal dengan sosok pemimpin barunya, dari yang ia dengar, pasangan bupati dan wakil bupati terpilih itu dekat dengan masyarakat.  
  Ia pun mendukung sikap pemimpin seperti ini.

Kedekatan itu adalah bukti, pemimpin peduli dan perhatian terhadap masyarakat kecil.   “Maunya ya, apa yang jadi janji kampanyenya, dipenuhi. Kalau bisa, kami pedagang kecil juga dapat bantuan modal untuk usaha. Biar bisa berkembang,” tuturnya.  

Ketua Nasyi’atul Aisyiyah (NA) Muhammadiyah Sintang, Azizah meminta bupati baru, agar bisa menjadikan Kabupaten Sintang lebih baik. Terutama di wilayah perbatasan. Masyarakat berharap, infrastruktur jalan segera dibangun dengan layak.

"Sumber dari keterisoliran yang dirasakan masyarakat perbatasan itu, karena akses jalan yang sangat memprihatinkan,” katanya.

Warga Desa Bunut Hilir, Kecamatan Bunut Hilir, Paridawati mengatakan banyak persoalan besar di Kapuas Hulu yang harus diselesaikan. Mengingat selama ini masih banyak daerah yang ada di Kapuas Hulu masih mengalami keterisoliran dan ketertinggalan bila dibandingkan dengan daerah lainnya.
 

 "Kebanyakan kecamatan di Kapuas Hulu sekarang ini masih mengandalkan transportasi air. Padahal untuk transportasi air biayanya lebih besar," katanya.(umr/abd/sap/bls/lis)