Jembatan Kapuas Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalbar Sudah Siap Diuji Coba

Regional

Editor sutan Dibaca : 1768

Jembatan Kapuas Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalbar Sudah Siap Diuji Coba
KAPUAS TAYAN - Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU-Pera, dan Dinas PU Kalbar, mengelar jumpa pers guna menyampaikan laporan pelaksanaan Jembatan Kapuas Tayan, di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kalbar, Selasa (16/2). (SUARA PEMRED/UMAR FARUQ)
PONTIANAK, SP – Direktur Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU-Pera, Hedy Rahadian memastikan Jembatan Kapuas Tayan, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, sudah 100 persen selesai dikerjakan.

“Sesuai kontrak yang ada pada 3 Desember 2015,” ujarnya pada awak media, saat konferensi pers laporan pelaksanaan Jembatan Kapuas Tayan, di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalbar, Selasa (16/2).

Meski telah rampung dibangun, jembatan baru bisa difungsikan setelah dilakukan pengujian secara keseluruhan, termasuk jalan akses (sisi utara dan selatan) sebagai satu kesatuan.

“Rencana uji coba dibuka untuk lalu lintas umum, akan dilaksanakan Jumat (19/2), mulai pukul 14.00 WIB. Diperkirakan membutuhkan waktu dua minggu untuk dievaluasi kembali. Selama uji coba jembatan, dapat ditutup untuk penyempurnaan operasional,” jelasnya.

Sementara itu, kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jembatan Kapuas Tayan, Yudha Handita menyampaikan, jembatan terpanjang di Pulau Kalimantan dan terpanjang kedua se-Indonesia setelah Jembatan Suramadu di Jawa Timur ini, memiliki jalan akses di sisi utara dan selatan jembatan, dan dua jembatan.
Jembatan pertama dengan panjang 280 meter.

Jembatan kedua dengan panjang total jembatan 1220 meter. “Pada jembatan kedua, terdapat jembatan struktur rangka baja lengkung (steel arch bridge) dengan bentang utama sepanjang 200 meter,” terangnya.


Untuk jembatan rangka baja, telah dilakukan uji beban (loading test) pada 3-4 Desember 2015, dengan beban berupa delapan truk bermuatan sampai 25 ton di kombinasi titik pembebanan tertentu.

Pembebanan jembatan juga telah diamati oleh Komisi Keamanan Jembatan dan terowongan Jalan (KKJTJ). Hasilnya, masih ada catatan. Akibat beban angin, ada getaran yang terjadi pada elemen penggantung (hanger).
“Tapi, masalah ini telah diselesaikan oleh bantuan KKJTJ dengan memasang sistem peredam getaran,” ungkapnya.

Kepala Dinas PU Kalbar, Jakius Sinyor meminta masyarakat agar sama-sama menjaga jembatan yang dibangun dengan biaya APBN cukup besar itu. “Saya berharap, masyarakat dapat menjaga Jembatan Kapuas Tayan ini. Jangan dirusak, seperti coret-coret atau sebagainya,” ujarnya.


Jakius mengimbau Pemkab Sanggau, agar kelak ikut bertanggungjawab atas jembatan yang masuk wilayah Sanggau tersebut. “Pemerintah Sanggau mesti memperhatikan jembatan ini,” katanya.


Jembatan yang dibangun dengan biaya APBN sebesar Rp 1,028 triliun ini. Dalam pengoperasiannya, ada beberapa hal yang bakal diberlakukan. Tinggi kendaraan maksimal 5 meter.
Beban sumbu kendaraan maksimum 10 ton. Kecepatan maksimum 60 km/jam dan dilarang mendahului. Kendaraan tidak boleh berhenti sepanjang jembatan. Warga tidak boleh berjualan sepanjang jembatan.


“Warga dilarang melakukan tindakan yang dapat merusak jembatan. Dan terakhir, dilarang membuang sampah sepanjang jembatan,” kata Jakius. (umr/lis)