Banjir Kiriman Terjang Desa Lesabela, Kecamatan Belo, Bengkayang, Kalbar

Regional

Editor sutan Dibaca : 1251

Banjir Kiriman Terjang Desa Lesabela, Kecamatan Belo, Bengkayang, Kalbar
Sebanyak 1.165 jiwa warga Kabupaten Bengkayang menjadi korban banjir. Di Desa Lesabela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, terkepung banjir. Dimulai sejak pukul 03:00 Senin (22/2), banjir di desa ini mencapai ketinggian 20 sentimeter di RT 3 Tanjung,
BENGKAYANG, SP - Banjir kiriman akhirnya menerjang Desa Lesabela,  Kecamatan Ledo,  Kabupaten Bengkayang. Hal ini karena kawasan Lesalebala merupakan titik temu beberapa anak sungai, seperti Kendaik, Ledo, Sebalo, dan Teriak.

Menurut Yanto,   Plt Kepala Desa Lesabela, banjir dimulai pada Senin (22/2) sejak sekitar pukul 03.00 WIB. Tinggi air mencapai  setinggi 20 sentimeter di RT 03 Tanjung, 1,5 meter di RT Keruing (pasar lama), dan setinggi 15 sentimeter di RT 01.   "Yang paling tinggi di pasar lama. Masyarakat masih belum mengungsi," terang Yanto di ruang kerjanya, Senin (22/2).  

Ditambahkan, pihaknya telah mengimbau warga untuk mengungsi namun tidak diindahkan warga yang rumahnya notabene sudah terendam banjir kiriman dari empat anak sungai, yakni Teriak, Sebalo, Ledo, dan Kendaik.  

Yanto mengakui, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang pada pukul 10.00 WIB sudah menyerahkan bantuan, seperti tujuh dus mie instan, dua dus sarden, satu dus  kecap manis, 10 karung beras, dan dua dus makanan tambahan  berupa bubur instan. 
"Sebanyak 300 kepala keluarga atau 1165 jiwa menjadi korban banjir kiriman," tambah Yanto.  

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkayang Yosef mengaku, pihaknya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana Provinsi (BNPBP) Kalbar telah mendatangi lokasi banjir di desa tersebut.   "Kami meninjau langsung lokasi banjir dilapangan," tegas Yosef ketika ditemui di Desa Lesabela.(cah/pat)