Pemkab Sanggau dan Jasindo Siap Ganti Rugi Areal Sawah Terendam Banjir

Regional

Editor sutan Dibaca : 1134

Pemkab Sanggau dan Jasindo Siap Ganti Rugi Areal Sawah Terendam Banjir
Terendam Air Petani memanen tanaman padi yang terendam banjir di persawahan Gempolsari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (19/2). Banjir akibat hujan deras beberapa hari terakhir merendam tanaman padi seluas 65 hektare sehingga sebagian besar padi
SANGGAU, SP – Pemkab Sanggau siap melakukan ganti rugi kepada petani yang sawahnya terendam banjir sebesar Rp 6 juta per hektar. Hal itu disampaikan Kadis Pertanian Sanggau, John Hendri, Selasa (23/2).

Sebelumnya, sejumlah kecamatan di daerah perbatasan Kabupaten Sanggau terendam banjir. Daerah tersebut yakni, Kecamatan Entikong, Beduai, Sekayam, Kembayan dan Bonti.

John Hendri menyebutkan, saat ini petugas pertanian sedang mendata luas lahan pertanian yang terendam, dan berpotensi gagal panen.
Nantinya, petani yang mengalami gagal panen akan diganti Pemkab Sanggau.

Dengan catatan, para petani tersebut masuk dalam asuransi Jasindo. “Petani cukup membayar Rp 36 ribu per hektar. Jika mereka gagal panen mereka dapat asuransi uang,” tuturnya, Selasa (23/2).

Informasi terkini, pihak Pemkab belum mendapatkan laporan tertulis luas areal pertanian terendam banjir. Meski demikian, bagi petani yang telah mengasuransikan sawahnya, tak perlu terlalu khawatir.

Tidak hanya banjir, petani yang gagal panen, seperti kemarau atau diserang hama juga mendapatkan asuransi. “Sebenarnya ini kesempatan petani. Tapi kita juga tak minta bencana seperti ini. Kalau sudah masuk asuransi, lalu banjir begini dan kita buat laporan, aman sudah. Yang penting intinya asuransi,” tuturnya.

Saat disinggung petani yang tak memiliki asuransi, Jhon akan mencarikan solusi lain.

Pertama-tama, akan diinventarisir lebih dulu, berapa luasan sawah yang rusak. “Kita kan ada tanam berikutnya, akan kita usahakan program-program, antara lain tanam metode Hazton, dan tanam jajar legowo. Jajar itu artinya baris, empat baris satu lorong, nanti empat baris itu satu lagi lorongnya, dengan cara itu nantinya,” kata dia. Dandim Sanggau, Letkol (arm) I Gusti Agung Putu Sujarnawa.

TNI selalu menggandeng Pemda, guna membangun ketahanan pangan.  Termasuk menerjunkan personil memonitor dan memberi laporan.
“Kalau ada kita akan laporkan dan koordinasikan dengan Bupati atau Distankanak. Kami juga tak bisa melakukannya sendiri,” katanya.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengatakan, sudah menerima laporan sawah yang terendam. Tepatnya di Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. “Jumlah hektarnya mereka belum bisa memperkirakan. Mereka hanya sebut sawah saja, tapi yang Entikong itu perumahan tidak ada sawah,“ tuturnya.

Ia mengatakan, bila air surut dalam satu atau dua hari, sebenarnya tidak ada masalah dan secara otomatis akan menyelamatkan panen petani dari ancaman puso.
Tapi, Pemkab tidak bergantung pada kondisi alam. Ada langkah pencegahan dalam penanganan banjir. Seperti, memerintahkan petugas melakukan pendataan. Hasil pendataan ini, akan menjadi pertimbangan sebelum melakukan langkah selanjutnya. (pul/lis)