Figur Kepala Daerah di Kabupaten Landak dan Kota Singkawang Bermunculan

Regional

Editor sutan Dibaca : 2084

Figur Kepala Daerah di Kabupaten Landak dan Kota Singkawang Bermunculan
ILUSTRASI (news.okezone.com)
NGABANG, SP - Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat (F-PDIP DPR), Karolin Margret Nathasa (33) mendaftar sebagai bakal calon Bupati Landak, 2017–2023.

Sejumlah politikus dan pengamat politik meyakini Karolin akan menang telak di  Landak.
 
PDI Perjuangan tidak mau kecolongan lagi, setelah jago-jagonya bertumbangan saat Pilkada kemarin.

"Sang putri mahkota nampaknya harus  turun gunung. Tapi  wakilnya tentu tidak boleh sembarangan, harus orang kepercayaan. Karena nanti pada Pilgub Kalbar 2018  Karolin punya peluang lagi untuk maju, bisa sebagai calon nomor satu atau nomor dua," kata pengamat politik dari UNTAN, Deny Purwanto kepada Suara Pemred di Pontianak.
 

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Rabu, 15 Februari 2017 mendatang, dari Provinsi Kalbar, diiikuti Kabupaten Landak dan Kota Singkawang.   Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Kalbar, Martinus Sudarno menjelaskan, Karolin sudah menyerahkan berkas kelengkapan administrasi di Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kabupaten Landak di Ngabang.  

Karolin kelahiran Mempawah, 12 Maret 1982. Pada Pemilu 2009 itu, Karolin meraih 222.021 suara, Dalam Pemilu 2014 itu, dia meraih 397.481 suara sah yang menempatkan dia di peringkat pertama caleg dengan raihan suara terbanyak se-Indonesia
 

“Semuanya sesuai ketentuan yang berlaku. Semua berkas nantinya diserahkan ke tingkat provinsi, untuk selanjutnya dikirim ke DPP PDIP. Nanti DPP PDIP yang memutuskan calon yang ditetapkan,” kata Martinus Sudarno, Rabu (24/2).  

Martinus Sudarno mengatakan, dalam kondisi sekarang masih terlalu pagi untuk menegaskan, Karolin positif menjadi calon Bupati Landak. Alasannya, tahapan internal masih jauh.   Tapi Sudarno menegaskan, baru Karolin yang menyerahkan berkas pendaftaran untuk bakal calon bupati di DPC PDIP Kabupaten Landak di Ngabang.  

Dalam pendaftaran, Karolin diformulasikan berpasangan dengan empat orang bakal calon Wakil Bupati Landak. Yakni Karolin-Haryadi (Wakil Bupati Landak), Karolin–Erani (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Landak), Karolin–Muhidin (kader internal PDIP), dan Karolin–Sabirin (kader internal PDIP).  

Sudarno mengungkapkan, mekanisme pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah di PDIP, jadwalnya diseragamkan di Kota Singkawang dan Kabupaten Landak. Setelah pendaftaran ditutup, PDIP akan melakukan survei terhadap figur-figur yang sudah mendaftarkan diri.  

Kendati demikian, tetap diutamakan kader internal. Kalau kader internal terbukti elektabilitasnya kurang sesuai harapan, barulah calon di luar partai yang sudah mendaftarkan diri.  

Pengamat politik di Pontianak, Marselus Uthan menilai, PDIP akan belajar dari pengalaman Pilkada serentak 2015, untuk bisa eksis dalam Pilkada serentak 2017 di Kota Singkawang dan Kabupaten Landak.  

“Khusus di Kabupaten Landak, kalau Karolin sudah mendaftar, pasti peminat lain akan berpikir panjang. Pertimbangannya, Kabupaten Landak sebagai salah satu basis terkuat PDIP di Kabupaten Landak,” kata Marselus Uthan.  

Marselus Uthan mengatakan, pertimbangan Karolin merupakan anak kandung Cornelis, Ketua DPD PDIP Provinsi Kalbar dan Gubernur Kalbar, telah membuat figur lain ‘kalah bulu’ duluan, untuk meramaikan Pilkada di Kabupaten Landak.  

Pilkada Singkawang
Wakil Walikota Singkawang, Abdul Muthalib telah ditetapkan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai calon wali kota Singkawang. Dia juga sudah mendaftar dan mengambil formulir pendaftaran di DPC PDIP Kota Singkawang.  

Hal senada dilakukan Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Kota Singkawang, Eka Chandra. Juga Sumberanto Tjitra (A Kim), Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang dan Ketua DPC Partai Nasdem Kota Singkawang, sudah menyatakan ikut mencalonkan diri.  

Baik Sumberanto Tjitra, Tjai Tjui Mie, Andi Syarif, Eka Chandra, maupun Moses Ahie, ketika dikonfirmasi terpisah sejak pekan lalu menegaskan, keinginan maju hanya untuk bakal calon wali kota Singkawang, dan bukan bakal calon wakil wali kota Singkawang.  

Sumberanto Tjitra mengklaim sudah dijamin Partai Nasdem. Hal yang sama dikemukakan Tjhai Chui Mie sudah dijamin PDIP untuk Calon Walikota Singkawang. Demikian pula Moses Ahie, mengatakan maju sebagai calon wali kota Singkawang, sudah dapat restu dari Cornelis.  

Sementara Eka Chandra, mengatakan PPP akan berkoalisi dengan partai politik lain, untuk mengusung dirinya menjadi calon wali kota Singkawang.   Muhammad, Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Singkawang, mengklaim berkoalisi dengan partai politik lain. Dia sudah mendaftarkan diri ke PDIP.  

Sementara Tjai Nyit Kim alias Malika, juga diusung sebagai calon karena faktor jaringan masyarakat pemilih. Di samping itu, dia juga istri Wali Kota Singkawang, Awang Ishak. Dia berpasangan dengan Andreas Chang (dosen), meski belum diketahui partai politik pengusung.  

Sementara Andi Syarif, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Singkawang, telah memastikan maju lewat calon independen yang dalam waktu dekat akan dideklarasikan.   Marselus Uthan mengatakan, pertarungan Pilkada Kabupaten Singkawang diprediksi lebih sengit daripada Kabupaten Landak. “Karena banyaknya calon yang akan diusung menjadi sangat berwarna,” ujarnya.  

Tapi khusus PDIP, tidak menutup kemungkinan mengusung Sekretaris KPU Provinsi Kalbar, Moses Ahie berpasangan dengan Tjhai Chui Mie (anggota F-PDIP Kota Singkawang) atau Tjai Nyit Kim alias Malika (istri Walikota Singkawang, Awang Ishak). 

 KPU Siap
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalbar, Umi Rifdyawati mengatakan sesuai ketentuan sebelum tahapan dimulai di KPU, masing-masing partai politik sudah membuka pendaftaran.  

Demikian pula bagi calon independen, sudah mesti siap berkas dukungan berupa foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), minimal dalam jumlah tertentu, sebelum diserahkan ke KPU untuk diverifikasi.  

Ketua KPU Kota Singkawang, Ramdan menjelaskan, penyelenggaraan Pilkada serentak di Singkawang, Rabu, 15 Februari 2017 membutuhkan dana Rp 23,6 miliar.   Menurutnya, dalam APBD 2016 sudah dialokasikan Rp7 miliar, selebihnya ditampung di APBD Perubahan 2016 dan APBD 2017.  

“Rencana detil tahapan kegiatan KPU dalam menggelar Pilkada serentak tahun 2017, masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, tahapan selalu dimulai dari kemutakhiran data calon pemilih,” kata Ramdan.  

Kepala Biro Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harculana Mekaryani menjelaskan, tahapan Pilkada serentak tahun 2017, sudah dimulai April 2016. Di antaranya pemutakhiran data, pembukaan, pemeriksaan berkas dan penetapan pasangan calon.  

“Kalau peran Pemerintah Provinsi Kalbar, nantinya lebih kepada mempercepat proses administrasi calon terpilih, untuk ditetapkan menjadi kepala daerah, hingga pelantikan masa tugas lima tahunan,” kata Herculana.(aju/lam/lis)