Pemuda Setubuhi Pelajar SMA Dilaporkan Ke Polres Ketapang

Regional

Editor sutan Dibaca : 986

Pemuda Setubuhi Pelajar SMA Dilaporkan Ke Polres Ketapang
ILUSTRASI (nababan.wordpress.com)
 
KETAPANG, SP – Berang karena anaknya yang masih bawah umur disetubuhi, orangtua korban melaporkan mantan pacar anaknya ke Mapolres Ketapang.

Pelaku M Saiful (22) diketahui tiga kali menyetubuhi korban, TA (14).
  Persetubuhan yang terjadi tahun lalu itu baru diketahui orangtua korban, sepekan terakhir.  

Saat dikonfirmasi, Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Ketapang, Aiptu Nasran menyatakan, setelah menerima laporan dari orangtua korban, polisi bergegas menangkap Saiful.

"Saat diamankan, pelaku tidak melawan dan koorporatif. Pelaku sudah lama tinggal di Ketapang. Sedangkan korbannya (TA), pelajar kelas 1 SMA, warga Kelurahan Tengah," ungkap Nasran, Rabu (24/2).

Nasran menyatakan, pelaku awalnya berkenalan dengan korban di Facebook. Usai berkenalan, pelaku mengajak korban bertemu di rumah kontrakannya di Kelurahan Mulia Baru. Ajakan itu disanggupi korban.

Di rumah kontrakannya, pelaku merayu korban sebelum akhirnya melakukan hubungan laiknya suami istri. "Namun,  kejadian persetubuhan tersebut sudah setahun yang lalu. Korban saat itu masih pelajar SMP," katanya.
 
Nasran menambahkan, kelakuan pelaku baru diketahui orangtua korban sepekan belakangan ini. Orangtua korban, tanpa sengaja melihat Facebook pelaku yang mengunggah foto bersama korban. Korban dalam foto itu hanya menggunakan handuk sebagai kemben dan berfoto bersama pelaku.

"Dari situlah orang tua korban curiga dan menanyakan kepada korban sebelum akhirnya korban mengaku telah melakukan persetubuhan dengan pelaku. Setelah itu dilakukan visum di mana hasilnya ada tanda-tanda bekas persetubuhan pada kelamin korban," tegas Nasran.

Suka Sama Suka

Ditemui di Mapolres Ketapang, Saiful mengakui perbuatannya. Namun, ia menegaskan, hubungan mesum keduanya terjadi atas dasar suka sama suka. "Tiga kali saya melakukannya bersama TA," kata Saiful.

Saiful mengaku menjalin asmara dengan TA selama 1,3 tahun. Sebelum berhubungan intim, Saiful dan TA mengaku terlebih dahulu berjanji untuk saling setia,  dan mempertahankan hubungan sampai tua. 
 
"Saya pertama kali berhubungan setelah lama pacaran dengan TA. Itu pun karena kita sama-sama berjanji untuk setia. Tak tahunya, TA memutuskan saya. Apa alasannya, saya tidak tahu. Apakah dia ada pacar baru?" terang Saiful.

Saiful yang mengaku masih mencintai TA menyatakan, siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Kami tidak ada masalah. Bahkan TA sempat menghubungi saya saat saya mau ditangkap. Dia suruh saya kabur karena tidak mau melihat saya ditangkap. Tapi saya bilang, saya tidak akan kabur karena saya siap bertanggungjawab," katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam pasal 81 ayat 1 dan 2, pasal 82 jo pasal 76 D,  atau pasal 76 E Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 35 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak. Sanksinya, pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun. (teo/bah/pat)