Dikira Babi Hutan, Warga Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar Tertembak

Regional

Editor sutan Dibaca : 2303

Dikira Babi Hutan, Warga Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar Tertembak
BABI HUTAN (antarafoto)
PUTUSSIBAU, SP-    Disangka babi hutan, tubuh Men terkapar didor senapan berburu di tangan Akim, Kamis (25/2) sekitar pukul  14.00 WIB. TKP-nya di  kebun karet, tepatnya di bibir sungai Desa Kubu,  Kecamatan Bunut Hilir,  Kabupaten Kapus Hulu.    

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu,  Iptu Charles Berto Nicholas Karimar belum dapat memberikan keterangan lengkap karena peristiwa tersebut masih diusut.
"Siap, masih menunggu anggota polsek yang ke TKP," katanya lewat ponsel.
 

Sementara itu, Paridawati, pemilik kebun karet di TKP tersebut,  mengaku mengetahui peristiwa tersebut ketika hendak pergi ke kebunnya di Jalan Danau Sabu itu.   "Saya bersama suami rencananya memang mau ke kebun untuk melihat sekaligus membersihkan rumput yang memenuhi sekitar pohon karet," katanya melalui ponsel.  

Dalam perjalanan, Paridawati dan suaminya bertemu Akim dan Amat. Dua kenalan mereka itu dalam keadaan panik. Keduanya meminta agar Paridawati dan suaminya tidak pergi ke kebun karet karena ada orang yang tertembak.  

"Mereka panik,  dan mencegah saya dan suami untuk tidak pergi ke kebun. Katanya,  ada orang meninggal karena salah tembak," kata Paridawati.
 

Korban  ditembak di bagian bawah telinga kanan, hidung dan di bawah bahu kanan. Penembakan itu  menggunakan senapan berburu yang berpeluru tajam.
 

Ketika penembakan,  korban berada di bibir sungai di  kompleks kebun karet milik Paridawati. "Air sedang banjir,  dan korban dikira babi hutan. Setelah ditembak oleh Akim, korban disandarkan di pohon karet besar. Korban waktu ditembak sedang mencari ikan  dengan memasang takan (rabai) di sekitar kebun, karena air sedang pasang,"kata Paridawi mengutip keterangan Akim dan Amat.
     

Panik usai melakukan penembakan, Akim  dan Amat langsung pulang menggunakan perahu yang dipakai berburu. "Akim mengakui ia yang menembak,  dan akan melaporkan kejadian itu ke polsek,"kata Paridawati.
 
Setelah melapor ke polsek, polisi bersama masyarakat dan juga Akim dan Amat segera melakukan evakuasi terhadap korban.(sap/pat)