Langganan SP 2

Ketua DPD PDIP Kalbar: Pemeriksaan Itu Resiko bagi Pejabat Publik

Regional

Editor sutan Dibaca : 1116

Ketua DPD PDIP Kalbar: Pemeriksaan Itu Resiko bagi Pejabat Publik
Wakil Ketua Komisi V DPR Lasarus keluar dari gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, Jakarta, Selasa (1/3). Lasarus diperiksa sebagai saksi selama hampir 8 jam untuk tersangka Damayanti Wisnu Putranti dalam dugaan suap pengamanan proyek Kementerian Pekerja
SINTANG, SP- Pria kelahiran Desa Pauh Desa, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, 15 Juni 1970, langsung terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.   Lazarus duduk satu periode sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang hasil Pemilu 1999.

Pada Pemilu 2014, Lazarus kembali melenggang mulus ke Gedung DPR, untuk periode kedua   Lazarus tinggal di Rumah Jabatan, Wisma DPR, Blok E3/382, RT 011/RW 05, Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan.  

Di Kalbar, Lazarus memiliki rumah di Jalan 28 Oktober, Pontianak Utara, dan di Dusun Kebong, Desa Jemelak, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.   Rumah mewah milik Lazarus di Dusun Kebong, relatif jauh dari pusat kota.

Sosok Lazarus sangat dikenal baik oleh masyarakat di Kabuapten Sintang.   “Lazarus sangat loyal dengan konstituen. Setiap ada kesempatan datang ke Sintang, selalu berkumpul dengan masyarakat, menjaring aspirasi. Lazarus tidak pelit kalau masalah uang,” kata Sudarisman, Tumenggung Adat Dayak Kabupaten Sintang.  

Lazarus pula disebutkan, tahun 2015 memberikan bantuan berupa satu unit kendaraan bermotor roda empat kepada salah satu institusi Gereja Katolik di Kalbar, karena dinilai memang dibutuhkan bagi pelayanan umat.

Menurut Sudarisman, banyak perjuangan Lazarus di Kalbar. Tapi lebih fokus kepada infrastruktur jalan darat.
  Informasi lain, menyebutkan, Lazarus memiliki sejumlah aset lain berupa beberapa unit rumah toko di Kota Sintang.


Sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR, Lazarus bermitra kerja dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
 

Komisi V DPR bermitra pula dengan Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional Badan Penanggulangan Lumpur Sidoardjo (BPLS), Badan Pengembangan Wilayah Surabaya- Madura (BPWS), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Bidang Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi).   Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Kalbar, Martinus Sudarno menolak memberikan komentar tentang pemeriksaan KPK terhadap Lazarus.  

Tapi Ketua DPD PDIP Provinsi Kalbar, Cornelis yang sekarang Gubernur Kalbar, menegaskan, “Pemeriksaan itu resiko bagi pejabat publik. Kita tunggu hasilnya.”  

Kendati memiliki karir politik moncer, tapi dalam satu tahun terakhir, sebuah sumber di DPD PDIP Provinsi Kalbar menyebutkan, Lazarus kesannya sudah mulai menjauh dengan kalangan internal.  

Pada Pemilu 2014, misalnya, Lazarus bergerak dengan warna sendiri selama kampanye. Sehingga mengesampingkan aspek kebersamaan antara sesama kader di dalam merebut simpati masyarakat.  

Bergerak sendiri, lantaran Lazarus sudah merasa memiliki jaringan kuat, sehingga tidak perlu lagi bersinergi dengan kelembagaan DPD PDIP Provinsi Kalbar selama kampanye 2014.  

Puncaknya pada Pilkada serentak, Rabu, 9 Desember 2015, Lazarus, kesannya tidak sungguh-sungguh mendukung calon yang diusung PDIP.   Ketika kampanye di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang, malah Lazarus dengan lantang berkata, “Pilih sesuai hati nurani.”  

Tidak ada anjuran dari Lazarus, agar di Kabupaten Kapuas Hulu memilih Franciskus Diaan, dan pilih Ignatius Juan di Kabupaten Sintang. Dampaknya, jago PDIP memang kalah di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang.  

Disharmoni tampak jelas, ketika pelantikan Bupati Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, Bengkayang dan Ketapang di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu, 17 Februari 2016. Lazarus satu-satunya dari 10 anggota DPR asal Kalbar yang tidak hadir.  

Padahal, menurut Kabiro Pemerintahan Umum Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, semua anggota DPR asal pemilihan Provinsi Kalbar, diundang menghadiri pelantikan. (abd/ang/aju/lis)