Andi Tjap: Tiga Kabupaten di Provinsi Kalbar Terbanyak Kasus DBD

Regional

Editor sutan Dibaca : 1229

Andi Tjap:  Tiga Kabupaten di Provinsi Kalbar Terbanyak Kasus DBD
ILUSTRASI. (www.depkes.go.id)
PONTIANAK, SP -  Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar pun terus melakukan upaya antisipasi merebaknya kasus dan ancaman demam berdarah dengue (DBD)  di beberapa wilayah Kalbar. Tercatat hingga Februari 2016 sudah 200 lebih kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kalbar.
Tiga daerah Kalbar dengan kasus DBD terbanyak saat ini adalah Kabupaten Melawi, Sintang dan Sekadau.
 
"Kalbar ini merupakan kawasan endemik, di tahun ini sudah 200 lebih kasus DBD dengan tiga kematian. Dua di Melawi dan satu di Kubu Raya," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andi Tjap, kemarin.


Kalbar dengan endemiknya perlu diantisipasi guna menjauhkan daerah tersebut menjadi kejadian luar biasa (KLB). "Jangan sampai menjadi KLB, kita terus antisipasi dengan meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungannya," tegasnya.

Permasalahan penyakit menular melalui nyamuk sesegara mungkin harus diberantas. Pihaknya juga telah melakukan antisipasi dengan mengirim surat pada Dinkes kabupaten dan kota guna melakukan pencegahan, seperti melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Abatenisasi.

"Semua harus cek tempat penampungan air, memberantas sarang-sarang nyamuk dan lingkungannya, sebab sangat berbahaya dari jentik menjadi nyamuk dan menular," terangnya.

Meski belum semua kabupaten dan kota di Kalbar terdapat penderita DBD, namun lanjut Andi Tjap  pihaknya meminta masyarakat seluruh Kalbar untuk aktif memberantas sarang dan nyamuk di rumahnya masing-masing.
"Menghilangkan jentik dengan abatisasi, abate gratis disetiap Puskesmas," imbuhnya.

Terkait dengan fogging atau pengasapan, dia mengatakan tindakan tersebut baru bisa dilakukan setelah ada kasus.

Pengasapan dilakukan di radius 100 meter dari rumah yang positif demam berdarah.
"Tapi, fogging atau pengasapan tidak akan menyelesaikan masalah. Nyamuk demam berdarah tetap akan ada kalau sarang dan jentiknya tidak diberantas," tutupnya. (yoo/ind)