BKSDA Kalbar Gagalkan Penjualan Kucing Hutan dan Pengiriman Kantung Semar

Regional

Editor sutan Dibaca : 1235

BKSDA Kalbar Gagalkan Penjualan Kucing Hutan dan Pengiriman Kantung Semar
KANTUNG SEMAR - Berbagai jenis tanaman kantung semar diamankan oleh BKSDA Kalbar di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak, Kubu Raya, belum lama ini. (FOTO/ IST)
PONTIANAK, SP - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar berhasil menggagalkan pengiriman tanaman Kantung Semar (Nephentes,Sp) yang dilindungi Undang-undang, di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak, Kubu Raya.

Kepala Balai KSDA Kalbar Sustyo Iriono mengungkapkan, penangkapan ini merupakan wujud dari upaya pihaknya guna mengatasi peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal yang ada di Kalbar.
"Untuk tanaman yang berhasil diamankan itu terdiri dari berbagai jenis (varian) Kantung Semar. Mereka akan mengirimnya melalui ekspedisi jasa pengiriman barang," kata Sustyo, Senin (7/3).
Dalam pengiriman itu, pelaku atau pengirim berinisal L membuat keterangan resi dokumen pengiriman palsu tidak sesuai yang dikirim. "Seharusnya ditulis 'tumbuhan kantung semar', tapi disamarkan dengan identitas 'baju,pakaian, dan aksesoris," jelasnya.

Tanaman yang dibungkus menggunakan karung, lengkap dengan media tanam seperti tanah dan lumut tersebut diamankan petugas saat berada di terminal kargo Bandara Internasional Supadio, Jumat (4/3) lalu sekitar pukul 19.00 WIB.

Sustyo menambahkan, tanaman tersebut juga dikemas rapi menggunakan kardus, sebelum dibungkus dengan karung. "Ada tiga karung yang diamankan, dari berbagai jenis kantung semar" jelas Sustyo.

Sementara pada L yang telah melakukan pengiriman barang tersebut tidak ditahan. Pihaknya telah melakukan pemanggilan dan memberikan pembinaan guna tidak mengulangi perbuatan yang sama ke depannya.

"Apabila dikemudian hari mengulangl hal yang sama akan ditindak sesual dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Tanaman tersebut rencananya akan diidentifikasi lebih lanjut oleh institusi yang berkompeten. Dia juga mengimbau agar para pemilik melakukan upaya penangkaran  terhadap kantung semar.

Kucing Hutan
Selain itu, BKSDA Kalbar juga mengamankan seekor kucing hutan yang dipelihara warga, Minggu (6/3) sekitar pukul 20.30 WIB.
Upaya evakuasi satwa dilindungi itu berkat adanya informasi dari masyarakat yang melihat kucing tersebut diperjualbelikan secara online di media sosial Facebook.
Menerima laporan tersebut, petugas pun bergerak cepat melakukan pelacakan dan berhasil menemui pemilik satwa dilindungi tersebut.

Kepala Balai KSDA Kalbar, Sustyo Iriono mengungkapkan, pemilik menyerahkan kucing tersebut setelah dilakukan upaya persuasif oleh petugas balai. Pemilik kemudian menyerahkan kucing yang hendak dijual tersebut kepada petugas. 
"Setelah dilakukan pendekatan persuasif, pemilik akhirnya menyadari bahwa satwa tersebut adalah jenis yang dilindungi dan menyerahkan kepada kita," kata Sustyo.

Selanjutnya, Kucing hutan yang diamankan tersebut ditempatkan di dalam kandang besi dan di tempatkan di bawah tangga Kantor BKSDA. Sustyo menegaskan, kekayaan alam Indonesia harus dijaga dan upaya pemanfaatan harus dibarengi dengan upaya pelestarian yang sepadan.
Upaya tersebut melalui perlindungan, penangkaran, dan perbaikan habitat. "Oleh karena itu, tindakan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar dan kepemilikan satwa liar yang dilindungi undang-undang untuk kesenangan harus bisa dihentikan" tegas Sustyo.
Sementara pemilik tidak ditahan dan hanya diberikan pembinaan untuk tidak melakukan perbuatan serupa. (yoo/ind)