Sebanyak 141 SMA se Kalimantan Barat Tidak Daftar SNMPTN 2016

Regional

Editor sutan Dibaca : 1270

Sebanyak 141 SMA se Kalimantan Barat Tidak Daftar SNMPTN  2016
SNMPTN (pendaftaranonline.web.id)
PONTIANAK, SP - Proses penerimaan mahasiswa baru Universitas Tanjungpura Pontianak, melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 sudah dibuka sejak 18 Januari 2016 lalu.

Tapi sayangnya, ada 141 sekolah setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kalbar yang tidak mendaftar.
“Hanya 421 yang mengisi se-Kalbar. Umumnya, mereka bilang salah baca jadwal, terkendala sinyal internet. Ada juga yang tahun lalu siswanya tidak lulus, jadi tahun ini tidak ikut serta,” kata Ida Fitria, Kabag Pendidikan dan Kerjasama Untan, Senin (7/3).

PDSS adalah Pangkal Data Sekolah dan Siswa yang merupakan basis data berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswa. Lewat PDSS, sekolah mendaftarkan siswanya untuk bisa mengikuti SNMPTN. Tes masuk perguruan tinggi berdasarkan prestasi akademik di sekolah.

Penilaian, berdasarkan nilai rapor. “Kita sudah beri pengumuman, bahkan 4 Februari 2016 kemarin, di mana PDSS berakhir tanggal 20 Februari, kita sudah panggil semua sekolah se-Kalbar untuk kembali mensosialisasikan ini,” katanya.

 Absennya 141 sekolah sangat disayangkan, mengingat kuota penerimaan mahasiswa Untan dari SNMPTN, kurang lebih 1800 orang. 40 persen dari total penerimaan mahasiswa baru Untan tahun ini yang berkisar 5000 orang.

Memang masih ada dua jalur lain, yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan kapasitas 30 persen dan jalur Mandiri berkapasitas 30 persen. “Di SNMPTN, tiap sekolah dapat jatah berbeda sesuai akreditas.

Untuk akreditasi A 75 persen dari total siswa mereka, yang B 50 persen, C 25 persen. Bagi sekolah belum berakreditasi 10 persen. Jalur ini tidak dibuka untuk paket C,” jelasnya.

Sejak 29 Februari hingga 12 Maret 2016 mendatang, siswa yang lolos pemeringkatan awal dari pusat, dapat memilih program studi kuliah dan kampus yang mereka inginkan.

Dan bagi yang ingin memilih Bidik Misi, program beasiswa dalam SNMPTN, tinggal mengisi formulir yang tersedia.
Salah satu sekolah yang mengikutkan siswanya dalam SNMPTN adalah SMAN 7 Pontianak.

Karjana, Kepala Sekolah SMAN 7 Pontianak menjelaskan ada 219 siswa kelas 12 di sekolah itu. Dan 75 persen dari jumlah tersebut sudah didaftarkan melalui PDSS. “Semua kita daftarkan, cuma yang menyeleksi 75 persen itu sistem. Jadi siapa yang mau daftar, kita ikutkan semua. Kemudian nanti sistem yang menyeleksi, karena sudah diperingkat juga di SMAN 7,” jelasnya.

Masalah diterima atau tidak, tinggal menunggu pengumuman berikutnya. Pihak sekolah akan menerima daftar nama siswa yang lolos, sesuai dengan program studi pilihan mereka. Untuk pemilihan program studi sendiri, pihak sekolah siap membantu siswa yang ingin konsultasi.

“Sosialisasi sudah kita lakukan sejak Januari akhir. Minggu lalu, orang tua/wali anak kelas 12 juga sudah kita undang. Termasuk memberitahukan tentang ujian nasional,” pungkasnya.

Baru 30 Persen

Sementara itu, secara nasional,
Kelompok Kerja Humas SNMPTN 2016 mencatat, baru sekitar 30 persen siswa yang melakukan pendaftaran dibandingkan dengan tahun lalu.

Menurut Koordinator Pokja Humas SNMPTN 2016 Bambang Hermanto, jumlah siswa yang boleh mendaftar SNMPTN tahun ini sebanyak 1.362.849. Sementara yang baru mendaftar 237.183 siswa.

Sebelumnya, pengisian dan verifikasi PDSS dilakukan pada 18 Januari hingga 20 Februari. Kemudian diperpanjang sampai dengan 21 Februari untuk pengisian PDSS dan sampai 23 Februari untuk verifikasi nilai oleh siswa. Setelah sekolah dan siswa lulus verifikasi maka harus secepatnya melakukan pendaftaran pada 29 Februari hingga 12 Maret.

"Sesegera mungkin melakukan pendaftaran karena jika mendaftar pada tenggat waktu yang ditentukan kemungkinan besar akan mengalami kendala seperti kesulitan untuk mengakses situs SNMPTN," kata Bambang, Minggu (6/3).

Ketua Panitia SNMPTN, Rochmat Wahab, mengatakan sebanyak 5.809 sekolah di Tanah Air dan satu sekolah di luar negeri belum mendaftar PDSS karena terlambat dalam pengisian datanya. Akibatnya, siswa di sekolah tersebut dirugikan karena tidak bisa ikut SNMPTN.

"Kami tidak ingin, kejadian itu terulang kembali karena nantinya yang dirugikan adalah siswa. Selama ini, sekolah menunda-nunda pengisian data sampai tenggat waktu yang ditentukan. Pas mereka mau mengisi, kesulitan karena banyak sekolah yang mengisi data pada hari itu juga," jelasnya.

SNMPTN merupakan seleksi masuk berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik calon mahasiswa. Terdapat tiga jalur seleksi untuk masuk PTN yakni SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri.

Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengurangi kuota SNMPTN pada tahun ini dari sebelumnya minimal 50 persen menjadi 40 persen. Pengurangan bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara SNMPTN, SBMPTN dan Seleksi Mandiri. Tahun ini, SNMPTN diikuti 78 PTN, sedangkan sebelumnya hanya diikuti 65 PTN. (bls/ant/ind)