BK DPRD Bengkayang Tindaklanjuti Laporan Foto Mesra Anggotanya dengan Guru Honorer SMAN di Kamar Hotel

Regional

Editor sutan Dibaca : 1524

BK DPRD Bengkayang Tindaklanjuti Laporan Foto Mesra Anggotanya dengan Guru Honorer SMAN di Kamar Hotel
Ketua DPRD Bengkayang Martinus Kajot
 
 BENGKAYANG, SP - Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Provinsi (FRKP) Kalimantan Barat, Bruder Stephanus Paiman OFM Cap menilai, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang, Martinus Kajot menunjukkan sikap tidak bermoral.   “Sangat tidak layak dijadikan panutan masyarakat,” kata Paiman, Jumat (11/3).  

Hal itu menanggapi Kajot dilaporkan ke Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bengkayang, Antonius Akip, pukul 12.00 WIB, Kamis (10/3).  

Kajot dilaporkan karena mengunggah foto mesra dengan Putri L (26), guru honerer di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Bengkayang di akun Facebooknya. Foto itu pada salah satu kamar hotel, Jumat, 12 Februari 2016.  

Dalam keterangannya, Kajot mengklaim akan mempersunting Putri sebagai istri ke-12. Tapi sampai sekarang belum terealisasi, lantaran keluarga besar Putri menolak niat Kajot.

 Paiman mengatakan, bukan saja keluarga Putri Lasiando yang berhak marah terhadap tindakan Martinus Kajot, tapi masyarakat luas di Kalimantan Barat.  

“Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Bengkayang dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mesti segera bertindak tegas. PDIP mesti segera mencopot Kajot dari Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang,” ungkap Paiman.  

Paiman menilai, tindakan Kajot telah mencoreng nama DPRD  Bengkayang secara keseluruhan. Sehingga apapun alasannya, BK mesti segera bertindak.   Dewan  telah menunjukkan sikap tidak peduli terhadap nasib masyarakat, melalui tindakan yang dilakukan Kajot.  

Andreas Tuto, kuasa hukum keluarga besar Putri menegaskan, telah memberikan batas waktu kepada BK DPRD  Bengkayang, untuk menindaklanjuti laporan. Bila tak ada tindak lanjut, keluarga besar Putri segera membuat laporan polisi.

Tindakan Kajot mengunggah foto mesranya dengan Putri, dianggap telah mencemarkan nama baik keluarga.   Ketua BK DPRD Kabupaten Bengkayang, Antonius Akip menegaskan, “Kami akan tetap memproses laporan Adrianus Tuto.” 

 Sementara itu, Kajot menjelaskan bahwa, semua mantan istri dan anaknya sudah diberitahu mengenai hubungannya dengan Putri. Sebaliknya, ia mengklaim Putri juga menerimanya apa adanya.  

Kajot bercerita, awal mengenal Putri saat Open House Natal di Rumah Dinas Ketua DPRD Kabuapten Bengkayang di Jalan Sentagi, Bengkayang, 27 Desember 2015.   Setelah beberapa hari kemudian, Putri menelepon minta Kajot datang ke rumah orangtua Putri, untuk silaturahmi dan Natalan bersama para guru dan anak didik SMK Negeri 2 Bengkayang.    Setelah itu, Kajot pulang ke rumah.

Sesampai di rumah, Putri menelepon Kajot bahwa Putri telah ditanyai orangtuanya mengenai acara itu.   Putri menjelaskan kepada orangtuanya bahwa Kajot melamarnya. "Saya juga terkejut. Padahal saya datang sebagai tamu karena diundang Putri," ujar Kajot.  

Padahal Kajot belum pernah mengungkapkan kepada Putri untuk melamarnya.  Berhubung Kajot tidak punya pasangan hidup lagi, diputuskan menjalin hubungan dengan Putri.    Seiring waktu berjalan, kedua orangtua Putri masih tidak merestui hubungan Kajot dengan Putri sampai sekarang. (cah/aju/lis)