Langganan SP 2

Warga Kabupaten Bengkayang, Kalbar Terserang Rabies

Regional

Editor sutan Dibaca : 1110

Warga Kabupaten Bengkayang, Kalbar Terserang Rabies
Antisipasi rabies, hewan di vaksin. (metro.news.viva.co.id)
BENGKAYANG, SP-    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang, Yonathan Peno, Minggu (13/3), mengatakan, bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang telah melakukan verifikasi ke lapangan.  

Petugas mengambil sampel anjing yang terpapar penyakit dan dikirim ke laboratorium Banjarmasin. "Ternyata hasilnya positif Rabies," kata Peno.  

Langkah selanjutnya, menutur Peno,  melakukan sosialisasi bahaya rabies kepada seluruh warga di wilayah Kabupaten Bengkayang.
 
Selain itu, Dinas Peternakan Kabupaten Bengkayang, melakukan penyediaan obat untuk mengantisipasi dan penanganan korban secara cepat.   

Salah satu dokter di IGD RSUD Bengkayang yang enggan disebutkan namanya, mengaku, tidak ada stok vaksin rabies bagi pasien yang digigit anjing.  

"Vaksin Rabies tidak ada di RSUD Bengkayang. Kalau mau ke RSU Bethesda, Serukam, Kecamatan Samalantan, atau RSUD Abdul Aziz Singkawang," jelasnya.  

Hendrikus, warga Desa Dharma Bhakti, Kecamatan Teriak, mengaku, sudah mulai curiga dengan ciri ciri anjing yang terjangkit rabies di kampung.   "Saya yakin itu rabies. Dengan pernyataan Kadis Pertanian Kabupaten Bengkayang tersebut membuktikan penilaiannya saya benar," terang Hendrikus.  

Diakui Hendrikus, penyebaran rabies sudah menjalar di empat desa yakni Desa Bana, Malo Jelayan, Dharma Bhakti dan Sebetung Benyala.  

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalbar, Andi Jap, mendukung upaya Kementan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar hati-hati terhadap anjing peliharaan yang menunjukkan gelagat tidak wajar.  

Gejala tersebut, di antaranya lidah menjulur, bawaan malas, selalu sembunyi di tempat gelap, atau tiba-tiba bersikap galak.   “Jika menemukan anjing kesayangkan seperti itu, setidaknya segera dilaporkan kepada petugas kesehatan terdekat,” ucap Andi Jap.  

Para korban tinggal di kecamatan atau desa yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah.   Di Kabupaten Ketapang, virus rabies ditemukan menyebar di Kecamatan Tumbang Titi, Kecamatan Nanga Tayap, Kecamatan Manis Mata, dan Kecamatan Jelai Hulu.
  
“Di Kabupaten Melawi, kasusnya terdapat di Kecamatan Sayan, Kecamatan Ella Hilir, dan Kecamatan Tanah Pinoh,” kata Abdul Manaf Mustafa, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat.  

Virus rabies sangat berbahaya. Angka kematiannya mencapai 90 persen. Tapi, itu hanya terjadi jika hewan tersebut pembawa positif rabies. Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut di susunan saraf pusat yang disebabkan virus rabies.  

Rabies—yang berasal dari kata dari bahasa Sansekerta kuno rabhas yang artinya melakukan kekerasan atau kejahatan—merupakan penyakit zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia.  
Virus rabies ditularkan ke manusia melalui gigitan hewan, misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, atau kelelawar.  (cah/aju)