Kejati Periksa Anggota Empat Anggota DPRD Kalbar Terkait Realisasi Tunjangan Perumahan dan Perlengkapan Senilai Rp 2,2 Miliar

Regional

Editor sutan Dibaca : 1215

Kejati  Periksa Anggota Empat Anggota DPRD Kalbar Terkait Realisasi Tunjangan Perumahan dan Perlengkapan Senilai Rp 2,2 Miliar
Michael Yan Sriwidodo, Salah satu anggota Dewan yang diperiksa.
PONTIANAK, SP - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar memanggil empat anggota DPRD Kalbar, sebagai saksi terkait dugaan penyelewengan dana realisasi tunjangan perumahan dan perlengkapan pada pos di Sekretariat DPRD Kalbar pada 2005 senilai Rp 2,2 miliar.

"Sudah diperiksa empat anggota dewan sebagai saksi," tutur Kasi Humas Kejati Kalbar, Supriadi, Senin (14/2) pagi.

Berdasarkan surat panggilan Kejati Kalbar pada 12 Maret 2016, keempat anggota DPRD Kalbar yang dipanggil Kejati adalah, Michael Yan Sriwidodo, Setyo Gunawan, Ikhwani A Rakhim dan Luthfi A Hadi.

"Pemeriksaan terhadap empat Dewan yang memiliki hubungan terkait itu," jelasnya.

Dugaan penyelewengan kerugian negara mencapai Rp 2.244.000.000, tengah ditangani pihak penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Kalbar.

Para saksi dipanggil untuk dimintai keterangan, dan selanjutnya akan diberikan bukti-bukti terkait itu. "Sesuai fungsinya, saat ini masih pendalaman lebih jauh terkait dugaan penyelewengan lebih kurang 2 miliar itu," ujarnya.

Sementara untuk penetapan tersangka, pihak Kejati Kalbar harus melewati beberapa proses. Saat ini pihaknya telah membentuk Tim Penyidik dari Timpidsus untuk dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

"Pada prinsipnya dugaan ini masih dalam pemeriksaan. Masih Tahap penyidikan, apakah ini memang ada indikasi tindak pidana, salah satunya ya, pemeriksaan empat saksi itu," katanya.

Selain pemeriksaan saksi, dilanjutkan dengan pendukung alat bukti lain seperti dakwaan, saksi  surat dan lainnya.

"Tahap pemeriksaan oleh penyidik terhadap saksi-saksi, masih terus berjalan," katanya. "Ini kan masih dugaan dan Tim penyidik yang akan menentukan apakah ini ada indikasi tindak pidana nya," sambung Supriadi.

Sayang, saat dikonfirmasi, tentang ihwal bagaimana tunjangan perumahan dan perlengkapan di  Sekretariat DPRD berujung dugaan korupsi, sejumlah pegawai Sekwan DPRD Kalbar justru enggan mengomentari.

Termasuk satu di antara anggota DPRD, Michael Yan Sriwidodo, saat dikonfirmasi Suara Pemred, dirinya mengaku belum bisa menceritakan masalah tersebut.

“Saya sekarang sedang di Jakarta, mau menuju Batam. Lain kali kita bicarakan,” tuturnya. (yoo/loh/lis)