JPU PN Sanggau Tuntut Terdakwa Pencabul Dua Anak Kandung 15 Tahun Penjara

Regional

Editor sutan Dibaca : 1190

JPU PN Sanggau Tuntut Terdakwa Pencabul Dua Anak Kandung 15 Tahun Penjara
TERDAKWA– Jaksa Penuntut Umum, menuntut Jumahir, terdakwa pencabulan dua anak kandung hukuman 15 tahun penjara. Perbuatan bejat itu terjadi pada Agustus 2010 lalu. (FOTO SUARA PEMRED/ saiful fuat)
SANGGAU, SP - Akibat mencabuli dua orang anak kandungnya sendiri, Jumahir bin Usman (55), dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sanggau dengan hukuman penjara hingga 15 tahun lamanya.

Tuntutan Jaksa ini disampaikan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Sanggau, Selasa (15/3).
  Sidang beragendakan pembacaan tuntutan yang dipimpin hakim ketua Didit Pambudi Widodo dengan dua hakim anggota masing-masing John Seda Noa Wea dan Marjuanda Sinambela.

“Bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan dirinya melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,” ujar JPU Kejari Sanggau, Parulian Prayudi.


Prayudi mengatakan terdakwa dikenakan Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

"Terdakwa dijatuhi pidana 15 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda sebesar Rp 5 miliar subsider enam bulan kurangan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," ungkapnya.

Dijelaskan pula terdakwa diduga kuat mencabuli dua anak kandungnya. Selain itu terdakwa juga diduga berbuat yang sama terhadap tetangganya sendiri.

Ia juga mengatakan bahwa pada hari dan tanggal yang tidak dapat diingat lagi oleh korban atau saksi, namun yang pasti di minggu pertama bulan Agustus 2010.

"Saat itu  saksi baru duduk di kelas enam SD sekira jam 11.30 WIB di kamar rumahnya,” jelasnya.

Dia mengungkapkan bahwa pada saat itu terdakwa memanggil saksi yang juga anak terdakwa yang sedang berada di ruang tamu. Setelah saksi masuk, kemudian terdakwa mengiming-imingi saksi akan diberikan uang agar saksi mau buka celana namun ditolak oleh saksi.

Sidang ini pula, dikatakan Prayudi akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan putusan hakim atas tuntutan JPU.

“Jadi tadi terdakwa hanya menyampaikan pembelaannya secara lisan. Sidang akan dilanjutkan minggu depan untuk mendengarkan putusan,” pungkasnya. (pul/and)