Satpol PP Diminta Tertibkan Iklan Rokok di Lingkungan SMPN 1 Sekadau

Regional

Editor sutan Dibaca : 1622

Satpol PP Diminta Tertibkan Iklan Rokok di Lingkungan SMPN 1 Sekadau
IKLAN ROKOK - Tampak reklame iklan rokok yang berdekatan dengan zona sekolah, tepatnya di SMPN 1 Sekadau. Hal ini jelas melanggar jika mengikuti Peraturan Menteri Pendidikan. (SUARA PEMRED / AKHMAL SETIADI MUSRAN)
SEKADAU, SP – Baliho iklan rokok  terpampang jelas di sekitar   SMPN 1 Sekadau Hilir. Hal ini dianggap mengkhawatirkan. Lantaran iklan tersebut akan berdampak merangsang pikiran siswa untuk mencoba.
Pemasangan iklan ini juga melanggar aturan. Jika mengacu Permendikbud Nomor 64, tahun 2015 tentang kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah. Albinus Kepala SMPN 1 tak menampik kekhawatirannya terhadap keberadaan iklan itu.

Meski iklan rokok tersebut tidak sampai masuk di sekolah, tapi tampak jelas bahkan berukuran cukup besar. “Kami terus mewanti-wanti siswa kami agar tidak mudah terpengaruh dengan iklan tersebut. Di lingkungan sekolah kami juga menetapkan area bebas rokok, guru pun tidak boleh merokok,” ujarnya, Selasa (15/3).

Menurutnya,  dunia pendidikan tidak membenarkan hal itu. “Kalau di lingkungan sekolah kami tetapkan aturan, tapi kalau sudah di luar lingkungan sekolah bukan kewenangan kami lagi,” ucapnya.

Dia mengatakan, pembinaan kepada siswanya terus dilakukan agar tidak mudah tergoda dan mencoba-coba, seperti narkoba, nikotin dan lain sebagainya. “Kami sudah sampaikan kepada siswa mengenai bahaya-bahayanya. Besar harapan siswa kami tidak mencoba-coba,” harapnya.

Sementara, Zakaria Umar, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Kabupaten Sekadau mengatakan setiap iklan memiliki masa berlakunya. Mengenai keberadaan iklan tersebut pihaknya akan segera memberitahu kepada vendor untuk mengganti produk iklan tersebut.
“Yang memasang iklan bukan produksi tetapi vendor nya. Nanti kami akan beritahu untuk mengganti produk yang akan dipasang jangan rokok lagi,” ujarnya ditemui disela-sela kegiatan Musrenbang di aula Kantor Bupati Sekadau.

Dia mengatakan, tidak ada aturan khusus mengenai iklan yang terpasang. Hanya saja, kata dia, tetap ada ketentuan yang diberlakukan seperti aturan yang telah ditetapkan oleh pusat. “Sekarang olahraga tidak boleh disponsori rokok. Nah itu yang diikuti, termasuk iklan. Aturan dari pusat itulah yang diikuti,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sekadau, Damre Sepejo meminta pihak pemasang iklan segera menurunkannya. “Seharusnya pemerintah menyeleksi tempat dari posisi iklan di daerah yang harus ditentukan. Di mana hal itu sesuai dengan keadaan yang ada,” ujarnya. 

Penertiban Satpol PP

Terpisah, Yohanes Jhon, Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, mengatakan pemasangan iklan rokok jelas dilarang di lingkungan sekolah. Terlebih sudah ada kebiijakan dari pemerintah.
Ditakutkan keberadaan iklan tersebut bisa merangsang anak-anak untuk mencoba merokok. “Merokok juga berdampak pada kesehatan. Kalau bisa siswa-siswa ini jangan sampai merokok, karena itu akan berdampak dari segi kesehatan dan etika. Ini juga berdampak kepada siswa karena meransang sehingga kecanduan rokok” ujarnya.

Akibat dampak iklan yang bisa ditimbulkan, Jhon meminta Satpol PP agar segera menertibkannya. “Satpol PP bisalah nanti untuk menertibkannya. Harus ada action,” tandasnya.

Hal itu menurutnya juga melanggar aturan, karena berada tak jauh dari lingkungan sekolah. Ia mengimbau kepada seluruh orang tua murid dan seluruh masyarakat, mengawasi anak-anaknya jangan sampai merokok, bahkan kalau bisa sampai tua nanti. (akh/and)