Presiden Jokowi Dijadwalkan Selasa (22/3) Resmikan Jembatan Pulau Tayan, di Kabupaten Sanggau, Kalbar

Regional

Editor sutan Dibaca : 1502

Presiden Jokowi Dijadwalkan Selasa (22/3) Resmikan Jembatan Pulau Tayan, di Kabupaten Sanggau, Kalbar
Jembatan Pulau Tayan Warga menjadikan Jembatan Pulau Tayan yang bakal diresmikan Presiden Joko Widodo, Selasa (22/3), menjadi ikon dan satu tempat wisata baru. (Muhlis Suhaeri/Suara Pemred)
 PONTIANAK, SP - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meresmikan pemakaian Jembatan Pulau Tayan di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (22/3).  

 Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalbar, Fachraini menjelaskan, peresmian dilakukan setelah dilakukan pembangunan selama hampir empat tahun, 2012 – 2015. Jembatan Pulau Tayan, akan mengakhiri keterisolasian penduduk di Kalbar dengan provinsi lainnya di Kalimantan.  

 “Jembatan Pulau Tayan merupakan jembatan terpanjang di Kalimantan,” ujarnya.  

 Jembatan ini membentang di atas Sungai Kapuas di wilayah Tayan. Jembatan Tayan terbagi menjadi dua jembatan. Jembatan pertama sepanjang 280 meter dengan lebar 11,5 meter, dan jembatan kedua 1.140 meter dengan lebar 11,5 meter.  

 Dua jembatan itu didesain tiga jalur kendaraan. Tinggi jembatan dari muka air Sungai Kapuas saat banjir tertinggi 13 meter. Konstruksi jembatan tersebut terbagi dalam dua bentangan yang menghubungkan Kota Tayan dengan Desa Piasak Kabupaten Sanggau.


Bentangan pertama jembatan dari arah Kota Tayan menuju Pulau Tayan yang memiliki panjang sekitar 300 meter. Sedangkan bentangan kedua, dari arah Pulau Tayan menuju Desa Piasak memiliki panjang sekitar 1.140 meter.
 

Jembatan Pulau Tayan terpanjang di Kalimantan dan terpanjang kedua di Indonesia, setelah Jembatan Suramadu di Provinsi Jawa Timur.  

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto pada peletakan batu pertama pada 19 September 2012, pernah mengatakan, target pembangunan jembatan yang memiliki panjang 1.5 kilometer selesai pada akhir 2014.

Tetapi karena kendala pendanaan yang berasal dari investasi luar negeri, pengerjaannya menjadi terhambat dan baru rampung akhir tahun 2015. 

 Fachraini menjelaskan, Jembatan Pulau Tayan dibangun atas kerjasama Indonesia dan Tiongkok melalui kontraktor China Road and Bridge Corporation dengan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Dengan total investasi mencapai Rp907,716 miliar.

  Pendanaannya berasal dari pinjaman dari negara Tiongkok sebesar 90 persen dan sisanya sebesar 10 persen bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga tiga tahun ke depan. 

 Sedangkan, pendanaan dari pemerintah Indonesia diperuntukkan untuk pembangunan jembatan mencapai Rp 740,030 miliar, dan sisanya untuk pembebasan lahan dan pembangunan jalan akses menuju jembatan.

  “Saat ini, pemerintah melakukan pengerjaan jalan akses Jembatan Tayan sepanjang 3,45 kilometer dengan nilai kontrak Rp134 miliar. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat mengakses jembatan,” ungkap Fachraini. (aju/lis)