Provinsi Ambil Alih Terminal Lawang Kuari di Kabupaten Sekadau

Regional

Editor sutan Dibaca : 1345

Provinsi Ambil Alih Terminal Lawang Kuari di Kabupaten Sekadau
DIALIHKAN – Kondisi Terminal Lawang Kuari Sekadau, Minggu (20/3). Terminal satu-satunya yang ada di Kabupaten Sekadau ini, akan diambil alih oleh Provinsi Kalbar sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2014. SUARA PEMRED / AKHMAL SETIADI MUSRAN
SEKADAU, SP - Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, tak hanya sekolah tingkat SMA yang kewenangannya dialihkan kepada Provinsi. Saat ini, satu-satunya terminal di Kabupaten Sekadau juga akan dialihkan ke provinsi. Keputusan ini diberlakukan pada 1 Januari 2017 mendatang.

Penerapan kewenangan Prasarana , Personil, Perlengkapan dan Data (P3D) Terminal Lawang Kuari, Kabupaten Sekadau, saat ini sedang dilakukan persiapan pengalihan kepada provinsi.

Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi, Komunikasi, Budaya, dan Pariwisata (Dishubtelinfobudpar) Kabupaten Sekadau, Fendy mengatakan, sebanyak dua personil yang bertugas di terminal tersebut, secara otomatis juga menjadi wewenangan provinsi.

“Berdasarkan Permen, terminal tipe B memang harus diurus sebanyak 14 orang personil. Walau Terminal Lawang Kuari hanya diurusi oleh dua orang personil, pihaknya belum mendapatkan kendala yang berarti,” ujarnya kepada Suara Pemred, Sabtu (19/3).


Diakuinya, terminal tersebut lebih efisien jika diurus oleh kabupaten. Namun, karena hal tersebut merupakan aturan yang telah ditetapkan, maka harus dipatuhi. “Karena ini sudah menjadi aturannya, ya harus diikuti,” kata dia.

Mengenai pengaruh terhadap retribusi setelah kewenangan tersebut dialihkan kepada provinsi. Fendy mengatakan, hal tersebut sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah.
“Penerapannya tahun depan. Saat ini sedang dipersiapkan pengalihannya,” ucapnya.

Mengenai ada tidaknya rencana untuk membangun terminal baru, Fendy mengatakan sudah ada rencana. Namun, belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat ini. “Prospek ke depan ada, yakni membangun terminal tipe C di Nanga Mahap. Cuma, saat ini jumlah armada  di Sekadau masih sedikit,” imbuhnya.

Bersejarah Bagi Pemekaran Warga Sekadau, Anong (28) mengatakan, pengambilan alih secara adminitrasi Terminal Lawang Kuari Sekadau kepada Provinsi Kalbar tentu merugikan Kabupaten Sekadau.

“Apalagi terminal ini (Lawang Kuari) sangat bersejarah bagi pemekaran Kabupaten Sekadau. Setahu saya terminal inilah, yang menjadi acuan atau salah satu syarat pemekaran menjadi kabupaten,” terangnya.

Menurutnya, ambil alih ini tentu mempunyai dampak pada Kabupaten Sekadau, seperti retribusi atau pendapatan daerah semakin kecil.
“Saya harapkan Pemkab Sekadau, kembali membuat terminal, untuk menampung mobilisasi jasa angkutan antar desa dan kecamatan di Kabupaten Sekadau,” tuturnya. (akh/bob)