OSO Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Tayan

Regional

Editor sutan Dibaca : 1400

OSO Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Tayan
Presiden Jokowi (kiri) ketika berjabat tangan dengan Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta di Istana Negara, Jakarta (Liputan6.com/Faizal Fanani)
 PONTIANAK, SP – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Oesman Sapta Odang (OSO), akan mendampingi Presiden Joko Widodo dalam meresmikan penggunaan Jembatan Tayan, hari ini, Selasa (22/3).

Pengamat Ekonomi Untan, Ali Nasrun menyambut baik  keputusan Presiden Joko Widodo datang ke Kalbar,  membangun Jembatan Tayan. Artinya, ada pesan yang ingin disampaikan Presiden.

“Pak Jokowi memang ingin tiap daerah ada pemerataan pembangunan,” kata Ali, Senin (21/3).

Meski diakui, kehadiran jembatan di Tayan memiliki dampak besar dalam menopang akses perekonomian di daerah. Apalagi jembatan ini menghubungkan dua pulau Kalimantan, yakni Kalbar dan Kalteng.

Dalam Rapat koordinasi (Rakor) menyambut kedatangan Jokowi, yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) M Zeet Hamdy Assovie, Senin (21/3), di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, berlangsung secara tertutup.

Awak media yang ingin mengetahui rincian kegiatan Presiden Jokowi selama di Kalbar, akhirnya terpaksa balik arah, lantaran tidak diperkenankan masuk ke ruangan yang dihadiri sejumlah perangkat daerah tersebut.

Kendati begitu, sebelumnya Gubernur Kalbar Cornelis menyatakan, Presiden Jokowi akan meresmikan Jembatan Kapuas Tayan di Kabupaten Sanggau, Selasa (22/3). Selanjutnya, Rabu (23/3), dijadwalkan menuju perbatasan di Entikong, guna meninjau perkembangan pembangunan jalan paralel di perbatasan.

Terkait dengan kesiapan peresmian jembatan Tayan, kata Cornelis, dipastikan sudah tidak ada masalah, karena jembatan tersebut sejak akhir tahun kemarin rampung dikerjakan. "Tinggal meresmikan saja, jadi tidak ada masalah. Setelah diresmikan, maka jembatan itu bisa digunakan masyarakat, dan diharapkan perekonomian masyarakat semakin lancar dengan terbukanya jalur transportasi tersebut," katanya.

Setelah meresmikan Jembatan Tayan, besoknya Jokowi ke Entikong untuk melihat sejauh mana perkembangan pembangunan jalan paralel di perbatasan. Yang sudah diperintahkan Presiden kepada instansi terkait.

Cornelis menjelaskan, proses pembangunan jalan paralel di perbatasan, sudah berjalan sekitar 40 persen. Hal itu diungkapkannya usai melakukan kunjungan ke Entikong. "Kemarin, saya sudah mengunjungi perbatasan untuk melihat pembangunan jalan paralel perbatasan. Hasilnya, proses pembangunan baru sekitar 40 persen," terangnya.

Pembangunan jalan paralel itu, ditujukan sebagai jalan patroli perbatasan dengan jarak 100 meter dari patok dan batas Malaysia. "Untuk keperluan keamanan dan lainnya. Kalau dah ada jalan kan enak melakukan pengawasan," katanya.

Secara keseluruhan, Kalbar mendapatkan alokasi pembangunan jalan paralel di perbatasan sekitar sepanjang 137,43 km. Dananya berasal dari APBN. "Karena ini program multiyears, mungkin pertengahan 2017 baru bisa selesai, itu target kita," katanya.

Tidak tanggung-tanggung, Mabes TNI AD diturunkan untuk mengerjakan program tersebut. Pasukan dari satuan Yonzipur 2 dan 3 Kodam III/Siliwangi, Yonzikon 11 dan 13 Jakarta, dengan 334 personel dan didukung oleh sejumlah peralatan alat berat lainnya ikut diterjunkan.

Adapun pembangunan jalan paralel perbatasan, di antaranya akan dibangun di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, sepanjang 13,39 km. Kabupaten Sintang, di Kecamatan Senaning sepanjang 40,76 km.

Untuk Desa Merakai, akan dibangun sepanjang 20 km. Sementara itu, untuk Kabupaten Bengkayang, ada dua desa yakni Marendeng Kecamatan Jagoi Babang sepanjang 19,58 km, dan Desa Siding sepanjang 17,49 km.

Sedangkan Kabupaten Sambas, Desa Temajuk Camar Bulan, Kecamatan Paloh, dibangun sepanjang 16,42 km. Juga, Desa Aruk, Kecamatan Sajingan, sepanjang 9,79 km. (umr/ant/lis)