Warga Nanga Pinoh, Kabupeten Melawi Keluhkan Byarpet pada Malam Hari

Regional

Editor sutan Dibaca : 1551

Warga Nanga Pinoh, Kabupeten Melawi  Keluhkan Byarpet pada Malam Hari
Alasan listrik mati saat hujan. (danmogot.com)
 NANGA PINOH, SP – Sepekan terakhir, kondisi PLN di Nanga Pinoh semakin mengkhawatirkan. Pemadaman tidak hanya terjadi secara bergilir, namun berkali-kali dalam kurun waktu dua jam.
Seorang warga Nanga Pinoh, Aris mengeluhkan, pemadaman listrik selalu terjadi pada malam hari. Dan menyala sekitar satu jam, lalu padam kembali.
Menurutnya, hal ini kerap terjadi setiap harinya. “Kalau begini terus, bisa semakin banyak perangkat elektronik yang rusak. Karena padamnya berkali-kali. Baru menyalakan TV sebentar, sudah padam lagi,” katanya, Rabu (30/3).
Selama ini, Aris mengatakan, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak pernah menyampaikan informasi kepada masyarakat. Terkait penyebab terjadinya pemadaman listrik dan jadwal bergilir. “Saya tidak tahu apa masalahnya. Kemarin, katanya ada mesin yang rusak,” keluhnya.

Manajer PLN Rayon Nanga Pinoh, Ahmaddin menerangkan, bahwa penyebab pemadaman selama ini diakibatkan adanya kerusakan mesin. “Ada kerusakan pada cylinder head pada mesin pembangkit. Tapi sudah diperbaiki. Hari ini diupayakan tidak ada pemadaman,” terangnya.

Ahmadin menerangkan, saat ini beban puncak listrik di pembangkit PLN Nanga Pinoh sudah mencapai 6,9 Megawatt hingga 7,3 Megawatt. Sementara kapasitas mesin pembangkit hanya tersedia 7,5 Megawatt. Sehingga bila ada salah satu mesin yang rusak, maka akan mengganggu distribusi listrik.

“Pelanggan kita sekarang sudah 31.351. Tahun lalu saja bertambah dua ribu pelanggan. Jadi bila ada gangguan pada satu mesin, pemadaman listrik bisa dilakukan pada sebagian kota Nanga Pinoh,” paparnya.

Anggota DPRD Melawi, Yosep Fery Chin mendesak, pihaknya PLN segera menambah kapasitas pembangkit, mengingat saat ini kapasitas mesin yang ada pada pembangkit PLN Nanga Pinoh sudah mendekati beban puncak.

“Sehingga begitu ada kerusakan salah satu mesin pembangkit saja, langsung terjadi pemadaman bergilir,” katanya.

Dengan pembangunan Melawi yang begitu pesat, permintaan untuk pemasangan jaringan baru, tentu akan semakin tinggi. Sementara kemampuan pembangkit PLN justru tidak ada penambahan.

“Sekarang kan PLN sudah bekerja sama dengan Sewatama untuk penyediaan daya listrik. Saya meminta agar Sewatama juga bisa menambah mesin di wilayah Melawi, sehingga pemadaman tidak perlu lagi terjadi di Melawi,” katanya.

Pria yang akrab disapa Afat mengungkapkan,  saat pertama kalinya PLN Nanga Pinoh mendapat suplai daya dari Sewatama, sudah jarang terjadi pemadaman listrik di Melawi. Namun, karena pemasangan meteran baru tidak diikuti dengan penyediaan tambahan mesin pembangkit, menyebabkan kapasitas PLN overload alias tak mampu memenuhi kebutuhan daya listrik masyarakat.


“Bila sekarang beban puncaknya mencapai 7 Megawatt, paling tidak pembangkit PLN Nanga Pinoh memiliki kemampuan daya hingga 10 Megawatt. Sementara sekarang kapasitas mesin pembangkit hanya 7,5 Megawatt,” tuturnya. (eko/bob)