PN Ketapang Vonis Terdakwa Pencabul 8 Tahun Penjara, Pengacara Minta Banding

Regional

Editor sutan Dibaca : 1234

PN Ketapang Vonis Terdakwa Pencabul  8 Tahun Penjara, Pengacara Minta Banding
Terdakwa Ateng Hanapi ketika mendengar vonis dari Majelis Hakim PN Ketapang, Jumat (1/4). SUARA PEMRED/TEO
KETAPANG, SP – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ketapang  memvonis Ateng Hanapi, terpidana pencabulan dengan hukuman 8 tahun  penjara dan denda 100 juta atau subsider 3 bulan.

Ateng divonis bersalah usai terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap muridnya sendiri FM (9). Pihak keluarga yang menghadiri persidangan, Jumat (1/4) mengaku senang. Sebaliknya, kuasa hukum Hanapi justru keberatan dan berencana banding.

Suasana persidangan Hanapi kali ini terlihat ramai dan dijaga sejumlah anggota kepolisian. Persidangan Hanapi dipimpin Ketua Hakim, Ersin dan hakim anggota Eri Sutanto serta Elyas Eko.
Saat membacakan vonis, hakim Eri mengatakan menolak keberatan terdakwa melalui kuasa hukumnya, di mana mereka merasa surat terdakwa serta saksi yang dihadirkan dipersidangkan tidak sesuai.

"Kita tolak keberatan penasihat hukum terdakwa. Surat terdakwa serta saksi yang dihadirkan sesuai prosedur," kata Eri, Jum'at (1/4).

Ia menyampaikan, bahwa majelis hakim melihat terdakwa dalam keadaan mampu bertanggung jawab atas kesalahannya dan menanggung segala perbuatan.
Atas dasar tersebut, dengan bukti yang ada berupa pakaian korban serta hasil visum yang menunjukkan adanya luka robek di kemaluan bagian dalam korban.

"Berdasarkan bukti tadi, terdakwa justru memberatkan korban, di mana korban mengalami trauma,” tutur Eri.


Tidak itu saja. Dalam persidangan, terdakwa justru tidak mengakui perbuatan dan bahkan meresahkan masyarakat. Terlebih lagi, terdakwa adalah tenaga pendidik, yang seharusnya menjadi tauladan.

Sebaliknya, majelis hakim juga melihat ada hal yang meringankan terdakwa, seperti tidak pernah melakukan perbuatan melanggar hukum sebelumnya, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

"Maka dengan itu majelis hakim memvonis terdakwa selama 8 tahun kurungan penjara, dengan denda 100 juta rupiah subsider 3 bulan kurungan penjara," terangnya.

Usai membacakan vonis,  majelis hakim menanyakan kepada terdakwa dan memberikan waktu terdakwa untuk berkompromi kepada penasihat hukum,  apakah akan melakukan keberatan atau melakukan banding.

"Apakah terdakwa dan penasihat hukum menerima vonis atau akan melakukan banding, tanya majelis hakim kepada terdakwa," tanyanya. Penasihat terdakwa kemudian menjawab akan banding atas vonis majelis hakim.

Sebelumnya, Kapolsek Nanga Tayap, AKP Imbang Sulistio  menyebutkan, terdakwa Ateng Hanapi (49) adalah Kepala Sekolah SDN 36 Nanga Tayap dan melakukan perbuatan diduga pencabulan kepada siswanya, FM (9) pada 15 Oktober 2015.


Kejadian itu terjadi pada saat jam pelajaran di ruang kelas SDN 36 dengan modus pada saat korban membaca buku catatan sambil berdiri di dekat meja pelaku, sebelum akhirnya melakukan perbuatannya. (teo/loh)