Wali Kota Sutarmidji: Mutasi Mantan Kajari Pontianak, Mangasi Situmeang Urusan Internal Kejaksaan

Regional

Editor sutan Dibaca : 1543

Wali Kota Sutarmidji: Mutasi Mantan Kajari Pontianak, Mangasi Situmeang  Urusan Internal Kejaksaan
Wali Kota Pontianak Sutarmidji. (humas.pontianakkota.go.id)
PONTIANAK, SP-  Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, perihal mutasi jabatan Mangasi Situmeang dari Kajari Pontianak ke jabatan yang lebih rendah, merupakan urusan internal kejaksaan.

Menurutnya, mutasi merupakan hal wajar dan biasa terjadi di jajaran pemerintahan.   “Penilaian yang dilakukan oleh atasan merupakan hal biasa. Jangan kita sebagai staf merasa kita yang paling benar, itu tidak boleh,” ujar Sutarmidji di ruang kerjanya.  

Sutarmidji menjelaskan, dirinya tak pernah membuat laporan tertulis dan disampaikan ke pihak Kejaksaan Agung. Hanya saja, ketika Pontianak mendapatkan penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) beberapa waktu lalu, Sutarmidji sempat bertemu dengan salah satu pejabat tinggi negara, juga pejabat kejaksaan.  

Mereka bertanya perihal bagaimana pembangunan di Kota Pontianak, lalu dirinya pun menyampaikan keluhannya kepada mereka.

Keluhan-keluhan itu bersumber dari Mangasi Situmeang yang kala itu masih sebagai Kajari Pontianak, yang kerap memanggil para Kepala SKPD di Pontianak.

Para pemenang tender proyek di Pontianak pun tak luput dari panggilannya.   “Para Kepala SKPD beberapa kali dipanggil Pak Situmeang, yang tidak tentu masalahnya. Lalu, ada juga orang yang baru menang tender, lalu dipanggil. Itu kan ada rasa ketakutan, sampai ada orang tidak mau ikut tender,” jelasnya.  

Menurutnya, adalah hal wajar jika dirinya menyampaikan keluhan perihal pembangunan di Pontianak. Sutarmidji beranggapan, jika ada panggilan, tentu ada surat laporan masuk. Harus jelas siapa yang melaporkannya, apa dasar pelaporan yang menyebabkan orang-orang itu dipanggil.  

“Tapi Pak Situmeang ini kan lapor di Komnas Ham, dan dari pihak Komnas Ham akan minta klarifikasi. Saya siap menyampaikan apa yang dikeluhkan selama ini. Kalau saya informasi sesuai dengan fakta,” ujarnya.  

Dirinya menyayangkan apa yang dilakukan Situmeang. Selain sebagai keluarga besar kejaksaan, tentu Jaksa Agung punya kebijakan membuat citra baik kejaksaan, serta membangun supaya kredibilitas kejaksaan semakin baik. Bukan berarti harus saling berlawanan.  

“Kemarin juga sudah ada dari pihak pengawasan kejaksaan yang meminta keterangan pada saya, termasuk wakil wali kota dan jajaran SKPD,” ujarnya.(bls/lis)