Polres Bengkayang Amankan 3 Dumtruck Obat Ilegal Tiongkok

Regional

Editor sutan Dibaca : 1355

Polres Bengkayang Amankan 3 Dumtruck Obat Ilegal Tiongkok
ILUSTRASI (liputan6.com)
BENGKAYANG, SP-Tim Operasi Bersinar Polres Bengkayang, mengamankan tiga buah dumtruck berisi obat-obatan ilegal produksi Tiongkok di Desa Pangkalan II, Kecamatan Sungai Raya, pada pukul 11.00 WIB, Rabu (6/4/2016) kemarin.  

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkayang, Inspektur Satu Heri Purnomo, menjelaskan, Tim Operasi Bersinar langsung bergerak ketika melihat tiga unit dumtruck yang akan melintas di jalan raya. 

 “Setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh jenis obat-obatan produksi Tiongkok tidak dilengkapi dokumen izin edar. Supir tiga unit dumtruck ternyata tidak dilengkapi Surat Izin Mengemudi,” kata Heri Purnomo.  

Kini seluruh barang bukti obat-obatan asal Tiongkok,  beserta sopir dan kernet sebanyak enam orang ditahan di Mapolres Bengkayang.  

Diakui Heri, semenjak Kapolres Bengkayang dijabat Ajun Komisaris Besar Polisi Nusa Putra, setiap Polsek diinstruksikan melakukan razia rutin, dengan fokus kepada peredaran barang-barang ilegal.  

Pihak Polres Bengkayang belum menghitung dan memilah jenis obat obatan yang dibawa oleh tiga dumtruck tersebut. Intinya obat obatan seperti ramuan, salep dan sebagainya yang berasal dari Tiongkok.   

Dijelaskan Heri, ketiga unit dumtruck  berangkat dari Jagoi Babang melalui jalur perbatasan yang tembus ke Aruk, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas.
  Kemudian mereka melalui kota Sambas dan Singkawang hendak menuju Pontianak. 
"Namun aksi mereka dapat kita urungkan saat Polsek Sungai Raya menggelar razia rutin," jelas Heri.  

Diakui Heri, pihaknya sedang melakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini masih di dalam tahap intrograsi para kernet dan sopir ketiga dumtruck.   

Polres Bengkayang akan mendalami kasus ini,  lebih lanjut baik itu terkait pemilik modal dan pemilik obat-obatan tersebut.    Selama Iptu Heri Purnomo menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkayang, sudah 50 kasus penyeludupan yang berhasil ditangkap selama 2015 dan 2016 ini sudah 13 kasus.  

 "Seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bengkayang dapat bekerja sama dan Pemerintah segera membuka border di Jagoi Babang sehingga akses penyeludupan dapat diminimalisir," harap Heri.  

Heri meminta kepada masyarakat untuk cinta akan produk dalam negeri bukan luar negeri. Karena produk luar negeri belum tentu sehat dan terjami. Apalagi tidak terdaftar di BPOM maupun kementrian Kesehatan Republik Indonesia.  

Dalam penanganan kasus ini, Heri akan meminta saksi ahli dari Dinas Kesehatan setempat dan Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang. (cah/aju)