BPBD: Kabupaten Bengkayang Termasuk Kategori Rawan Longsor

Regional

Editor sutan Dibaca : 1510

BPBD: Kabupaten Bengkayang Termasuk Kategori Rawan Longsor
TANDA RAWAN LONGSOR (gunungkidulonline.com)
BENGKAYANG, SP- Hampir semua di wilayah bekas pertambangan emas tradisional masyarakat di Kabupaten Bengkayang sudah masuk kategori rawan longsor, sehingga mesti diwaspadai setiap kali musim hujan yang disertai banjir.  

Hal itu dikemukakan Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang, Yosef Hilarius Onah, Jumat (15/4/2016) kemarin.  

“Kota Bengkayang sendiri masuk dalam kategori rawan longsor, karena masih banyak ditemui pemukiman warga di bantaran sungai. Perlu ditingkatkan kesadaran warga dan proses sosialisasi tentang bahaya longsor terus dilakukan,” kata Yosef Hilarius Onah.  

Diungkapkan Yosef, tanah longsor sering terjadi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bengkayang, terutama pada musim penghujan.   Kejadian bencana pada umumnya terjadi di daerah perbukitan sehingga banyak menimpa masyarakat di daerah kaki bukit serta menghancurkan prasarana transportasi seperti jalan, jembatan, dan rel kereta api.  

Yosef mengatakan, masyarakat mesti memiliki pemahaman sebagai upaya pencegahan mandiri untuk mengurangi dampak bencana tanah longsor.   Di antaranya, ujar Yosef, kenali  daerah tempat tinggal kita sehingga jika terdapat ciri-ciri daerah rawan longsor kita dapat menghindar.  

Kemudian, perbaiki tata air dan tata guna lahan dan lereng, tanami daerah lereng dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam (akar tunggang).  

Di samping itu, tutup retakan-retakan yang timbul di atas tebing dengan material lempung untuk mencegah air masuk ke dalam tanah.  

“Masyarakat mesti pula selalu waspada pada sat musim hujan terutama pada saat curah hujan yang tinggi dalam waktu lama,” kata Yosef.

Sikap waspada, kata Yosef, terhadap mata air/rembesan dan kejadian longsor skala kecil di sepanjang lereng.
 

Ditambahkan  Yosef, saat longsor terjadi umumnya terjadi secara mendadak pada saat atau setelah terjadi hujan.   Kejadian longsor pada umumnya terjadi dengan diikuti suara gemuruh, disertai gerakan massa tanah dan atau batuan yang meluncur sangat cepat ke bawah bukit menyapu apa yang dilewati.  

Yosef juga mengungkapkan, kebanyakan penduduk di bawah lereng,  tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar pada saat massa tanah sudah mulai meluncur ke bawah. (aju)