Polres Ketapang Amankan Tersangka Pelaku Cabul Terhadap Anak Kandung

Regional

Editor sutan Dibaca : 1631

Polres Ketapang Amankan Tersangka Pelaku Cabul Terhadap Anak Kandung
Ujang Rahmad (35) didampingi anggota Reskrim saat memberikan keterangan di Mapolres Ketapang, Senin (18/4). SUARA PEMRED/ THEO BERNADHI
KETAPANG, SP – Sungguh bejat ulah Ujang Rahmad (35), pria yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan ini.  Begitu tega,  menganiaya dan menyetubuhi anak kandungnya sendiri MT (14) sebanyak enam kali.

Rasa menyesal tampak terlihat deras pada raut wajah Ujang, setelah dirinya diringkus anggota Polres Ketapang, di kediamannya di Desa Sukabangun, Kamis (14/4). Kata tobat kerap terucap dari bibirnya.

"Saya menyetubuhi anak saya pada tahun 2015, namun saya lupa hari dan bulan kejadiannya. Seingat saya cuma enam kali,” kata Ujang saat ditemui di Mapolres Ketapang, Senin (18/4).

Awalnya, aksi biadab tersebut, dilakukan Ujang ketika kondisi rumah sedang sepi. Nafsu setan menghampirinya, setelah melihat korban yang masih duduk dibangku kelas 6 SD tengah belajar di kamarnya.

“Saat itu, istri saya sedang pergi berbelanja. Pertama kali saya setubuhi dia (korban) di kamarnya,” terangnya.

Ujang mengakui, tak hanya sekali melakukan perbuatan bejat tersebut. Dirinya, kerap mengulangi aksinya itu, ketika istrinya tidak berada di rumah. Demi menutupi perbuatannya, Ujang selalu mengancam sang anak, agar tidak melaporkan perbuatan bejatnya ke siapapun.
"Saya bilang ke dia, agar tidak melapor ke mamaknya atau ke orang lain. Kalau berani melapor saya akan marah, jadi saya ancam begitu," katanya.

Selain karena nafsu setan yang merasukinya, Ujang mengaku dirinya melakukan perbuatan bejat tersebut, lantaran kerap ditolak bercinta oleh sang istri.
"Kadang istri mau, tapi kadang dia tidak mau. Istri saya sering menolak, dan bilang capek," katanya.

Pelaku yang saat ini sudah ditahan di Mapolres Ketapang, menyatakan siap menerima hukuman atas perbuatannya tersebut, diapun mengaku akan bertobat dan menebus segala dosa yang telah dirinya lakukan.

"Saya siap menerima hukuman atas perbuatan saya. Saya menyesal, tolong sampaikan ke istri saya, agar dia mau mengantarkan perlengkapan salat, saya mau tobat di sini," lirihnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang AKBP Hady Poerwanto melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Belen Anggara Pratama menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari laporan ibu korban yang merupakan istri pelaku, atas tindakan penganiayaan terhadap korban.

"Dari laporan ibu korban, anggota kemudian mengamankan pelaku di kediamannya. Awal laporan mengenai penganiayaan, tapi setelah dimintai keterangan terhadap korban, akhirnya terbongkar, bahwa pelaku juga kerap menyetubuhi anaknya sendiri," jelasnya.

Demi mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal berlapis. Selain pasal penganiayaan, tersangka juga diancam melanggar Pasal 81 Jo Pasal 82 Undang-undang No 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," terangnya.


Anggota DPRD Ketapang, Irawan mengaku prihatin dengan maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak, terlebih pelakunya adalah orangtua sang anak atau kerabat korban. Untuk mengatasi persoalan ini, selain ada sanksi hukum yang berat, proses pendampingan juga diperlukan, untuk menyembuhkan dampak psikis yang dialami korban usai kejadian.

 "Untuk itu, keberadaan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID-red) di Ketapang memang sangat mendesak untuk dibentuk," tegasnya.

Dirinya juga meminta kepada pemerintah daerah, melalui dinas terkait, agar proaktif mencegah munculnya kasus kekerasan terhadap anak, dengan giat melakukan penyuluhan, terkait dampak dan ancaman hukum bagi pelaku.


"Sembari menunggu KPAID terbentuk, Dinas Sosial juga harus aktif melakukan tindakan preventif, guna mencegah kasus ini terulang kembali,” tuturnya. (teo/bob)