10 Personil Polda Kalbar Pecandu Berat Narkoba

Regional

Editor sutan Dibaca : 1411

10 Personil Polda Kalbar Pecandu Berat Narkoba
Peta Wilayah hukum Polda Kalbar. (polrikalbar.wordpress.com)

PONTIANAK, SP – Dari 52 anggota kepolisian di Kalbar yang telah dinyatakan positif mengonsumsi narkoba, 10 diantaranya merupakan pecandu berat narkoba. "Setelah dilakukan tes urine didapati ada 10 anggota Polisi Daerah Kalbar merupakan pecandu berat,” ungkap Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulystianto melalui Pejabat Sementara (Pjs) Kabid Humasnya, AKBP Badarudin, Senin (25/4).

Akibat mengonsumsi narkoba dari enam polisi telah mengarah pada gangguan jiwa sedangkan empat polisi lainnya mengalami penyakit psikomotorik (gerakan badan yang dipengaruhi oleh keadaan jiwa). "Dan diantarannya sudah mengarah ke gangguan jiwa," katanya.

Awalnya,  lanjut dia pihaknya tidak mengetahui jika ada 10 anggota polisi yang masuk dalam kategori parah akibat mengonsumsi narkoba, namun saat dilakukan assessment dalam tahap rehab untuk menentukan pecandu berat atau hanya pemakai biasa/ tidak ketergantungan, ternyata ada 10 anggota sudah sampai ditahap itu.

“Jadi 10 polisi yang mengalami dua dampak parah dari pemakaian narkoba itu, tidak kita rehab secara internal. Melainkan kita merehabnya di Rumah Rahayu (tempat rehabilitasi),”jelasnya. 10 anggota polisi itu lanjut PS Kabid Humas ketergantungan mengalami sifat candu penggunaan narkoba.

“Bahkan ada yang mengonsumsi narkoba selama 13 tahun lamanya, yaitu sejak tahun 2003 lalu,” terangnya.

Selain 10 polisi yang mengalami dampak parah akibat menggunakan narkoba. ada tiga polisi yang juga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.
“Tiga-tiganya kita proses hukum secara pidana, makanya Kapolda selalu membenahi anggota-anggota polisi yang ada di Kalbar. Ketika ada yang menyimpang, melanggar aturan serta sampai mengarah ke pidana, maka anggota itu akan diberikan sanksi tegas,” ujar Badarudin.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota kepolisian yang dinyatakan  positif pengguna narkoba akan menjalani tahap rehabilitasi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pontianak dengan tema back to basic selama enam Minggu dengan difasilitasi Polda Kalbar.
“42 anggota lainnya  direhab di SPN ini, dijaga sangat ketat.

Ada mentor yang mengawasinya. Jadi ini benar-benar harus mereka lewati guna menjauhkan diri dari barang haram tersebut,”kata Badarudin.


Sistem rehabilitasi sendiri lanjut Badarudin berbeda dengan konsep tempat-tempat rehab seperti  biasanya.
“Kita tidak berikan dia asupan (narkoba,red). Tetapi ini benar-benar kita hilangkan,” jelasnya.

“Tujuan rehab dikonsep sendiri oleh Kapolda Kalbar ini, yakni mengembalikan jati diri kepolisian mereka. Serta menjadi polisi terbaik nantinya. Tentunya meninggalkan barang haram tersebut, Kita lihat hasilnya nanti, ini sudah masuk ke minggu kedua masa rehab. Apakah mereka benar-benar meninggalkan barang haram ini atau tidak,” tutupnya. (yoo/ind)