Napi LP Kelas II B Ketapang Kabur, Kinerja Dipertanyakan

Regional

Editor sutan Dibaca : 1508

Napi LP Kelas II B Ketapang Kabur, Kinerja Dipertanyakan
ILUSTRASI- Petugas Lapas Dewasa Klas I Tangerang memeriksa barang bawaan pengunjung lapas di Tangerang, Banten, Kamis (31/3). ANTARA FOTO/Lucky R
KETAPANG, SP – Kinerja sipir Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II B Ketapang kembali dipertanyakan. Pasalnya, pada Rabu (20/4) lalu, seorang narapidana kasus pencurian bernama Syarif Khadarusman (20) melarikan diri dari proses pembinaan di Lapas.

 Menyikapi persoalan tersebut, Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani menilai, minimnya evaluasi kinerja Lapas, membuat lembaga pembinaan narapidana ini mengalami kecolongan ketiga kalinya. "Setiap kejadian harus dievaluasi. Ini persoalan serius yang harus dibenahi, kenapa penghuni Lapas bisa melarikan diri,” katanya, Selasa (26/4).

Menurutnya, kasus ini, jelas telah merusak citra Lapas. Selain itu, kinerja para petugas Lapas juga turut dipertanyakan. "Apakah memang personilnya kurang, kemampuannya kurang atau personilnya bosan karena terlalu lama bekerja di Lapas, jadi ini harus dievaluasi," tegasnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada pihak Lapas, agar dapat meningkatkan pengawasan dan meningkatkan kinerja serta kemampuan pegawainya, guna meminimalisir kejadian serupa kembali terjadi.
Selain itu, guna meminimalisir tingkat kejenuhan para petugas Lapas, dirinya menyarankan adanya proses mutasi.

"Kita minta Kemenkumham dapat menambah personil di Lapas Ketapang dan melengkapi fasilitas Lapas yang dianggap kurang memadai," harapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Plt Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II B Ketapang, Nurkaimi membenarkan ada narapidana yang melarikan diri dari Lapas Kelas II B Ketapang pada Rabu (20/4) sore.
"Memang benar ada yang kabur, diperkirakan napi yang kabur melalui plafon dari depan blok tempatnya ditahan," ungkapnya, Selasa (26/4).

Lebih lanjut, dirinya menerangkan, peristiwa tersebut baru diketahui sekitar pukul 17.00 WIB, pada saat seluruh kamar dikunci. Ketika menghitung jumlah napi yang berada di kamar Blok C tersebut, ternyata jumlahnya kurang sehingga petugas pun langsung melakukan pengecekan.

"Di dalam kamar hanya ada 14 tahanan, padahal seharusnya totalnya ada 15, dari situlah diketahui Syarif melarikan diri. Setelah dicari di sekitar Lapas tidak ada, kemudian timbul kecurigaan Syarif lari melalui plafon kamarnya yang dalam kondisi rusak," jelasnya.

Napi yang melarikan diri tersebut, dikatakannya, sudah menjalani hukuman di Lapas selama kurang lebih dua tahun lamanya, dengan vonis hukuman yang diterima 2,9 tahun dan satu vonis yang belum diputuskan selama 10 bulan.

"Kita saat ini sudah koordinasi dengan pihak Polres meminta bantuan pencarian. Selain itu, kita juga sudah membentuk tim khusus mencari napi," tegasnya.

Nurkaimi mengakui, kasus kaburnya narapidana dari Lapas Kelas II B Ketapang, sudah terjadi sebanyak tiga kali. Pertama terjadi pada tahun 2014 lalu, kemudian ada kasus petugas sipir yang turut serta membantu napi kabur pada tahun 2015, dan terakhir tahun ini.

"Dari tiga kasus itu, dua napi yang kabur yakni tahun 2014 dan sekarang belum berhasil kita tangkap, sedangkan satu napi yang kabur dengan bantuan petugas lapas sudah berhasil ditangkap lagi," katanya.

"Kalau dilihat dari kontruksi bangunan Lapas saat ini, potensi napi untuk melarikan diri cukup besar, karena bangunan tidak standar, ditambah lagi narapidana yang ada melebihi kapasitas," lanjutnya. (teo/bob)

Minim Personil
Kepala Keamanan Lapas Kelas II B Ketapang, Hardiman menjelaskan, kronologis kaburnya seorang napi diduga pada saat kegiatan olahraga berlangsung, pada Rabu (20/4) sore.


"Sore itu, ada kegiatan lomba bola voli, usai kegiatan mereka sempat mandi dulu kemudian akan kita masukkan ke kamar tahanan. Di saat diperiksa, penghuni kamar Blok C memberi tahu, kalau satu tahanan belum masuk kamar, kemudian kita lakukan pencarian di sekeliling Lapas, namun nihil ditemukan," terangnya.

Setelah dilakukan penelusuran, dicuriga napi tersebut kabur usai memanjat pagar besi yang menyatu dengan plafon di Blok C. Hal ini diperkuat, lantaran di salah satu Plafon Blok C ada yang dalam kondisi rusak.

Minimnya personil sipir, diakuinya menjadi satu di antara faktor penyebab terjadi kasus narapidana yang melarikan diri. Pasalnya, personil yang ada belum ideal mengawasi 377 warga binaan di Lapas Kelas II B Ketapang, hal ini diperparah buruknya kondisi bangunan Lapas.

"Sampai saat ini kita masih lakukan pencarian terhadap napi yang kabur tersebut," tuturnya, (teo/bob)