Korban Gigitan Anjing Gila di Kabupaten Bengkayang Mencapai 129 Orang

Regional

Editor sutan Dibaca : 1282

Korban Gigitan Anjing Gila di Kabupaten Bengkayang Mencapai 129 Orang
ILUSTRASI- (mr-astroboy.artician.com)
BENGKAYANG, SP- Pemkab  Bengkayang, mengatakan  status Kejadian Luar Biasa (KLB) akan berakhir 31 Agustus 2016. Pasalnya, jumlah korban gigitan anjing gila atau anjing terpapar rabies sudah mencapai 129 orang.   “Sebagian besar menyerang masyarakat di wilayah Kecamatan Teriak,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkayang, Yonathan Peno, Selasa (26/4) kemarin.  

Menurut Peno, sejauh ini belum ada korban gigitan yang diketahui meninggal dunia, karena cepat ditangani.   Peno berharap, masyarakat  melapor kepada petugas kesehatan terdekat, apabila menjadi korban gigitan anjing terpapar rabies, untuk segera diberi Vaksin Anti Rabies (VAR).  

Dikatakan Peno, Pemkab  Bengkayang, tidak memiliki dana khusus di dalam menangani serangan rabies.   Kendati demikian, lantaran ada kebijakan khusus dari Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, maka seluruh korban gigitan anjing gila bisa ditangani dengan baik, sehingga sampai jatuh korban jiwa.  

Virus rabies terdapat dalam air liur hewan yang terinfeksi. Hewan ini memularkan infeksi kepada hewan lainnya atu manusia melalui gigitan dan kadang melalui jilatan.  

Virus akan berpindah dari tempatnya masuk melalui saraf-saraf menuju ke medulla spinalis dan otak, dimana mereka berkembangbiak. Selanjutnya virus akan berpindah lagi melalui saraf menuju ke kelenjar liur dan masuk ke dalam air liur. 

Menurut Peno, banyak hewan yang bisa menularkan rabies kepada manusia. Yang paling sering menjadi sumber dari rabies adalah anjing; hewan lainnya yang juga bisa menjadi sumber penularan rabies adalah kucing, kelelawar, rakun, sigung, rubah. 

Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas atau rabies jinak. Pada rabies buas, hewan yang terkena tampak gelisah dan ganas, kemudian menjadi lumpuh dan mati. Pada rabies jinak, sejak awal telah terjadi kelumpuhan lokal atau kelumpuhan total. 

Meskipun sangat-sangat jarang, rabies bisa ditularkan melalui penghirupan udara yang tercemar. Telah dilaporkan 2 kasus yang terjadi pada penjelajah yang menghirup udara di dalam goa dimana banyak terdapat kelelawar.
 

Peno mengatakan, belajar dari pengalaman penyakit rabies menyerang masyarakat di Kecamatan Teriak, maka Pemkab  Bengkayang merasa perlu mempersiapkan tenaga dokter hewan melalui program tugas belajar.  

“Dari 15 mahasiswa yang kuliah di Fakultas Kehewanan Institut Pertanian Bogor, sebanyak 7 orang di antaranya telah menyelesaikan pendidikan dan sudah kembali ke Kabupaten Bengkayang. Sisanya sebanyak 7 orang segera diminta pulang, apabila sudah menyelesaikan pendidikan,” ungkap Peno. (cah/aju)