Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Membuka Raker MABMKB

Regional

Editor sutan Dibaca : 1272

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta  Membuka Raker MABMKB
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta memberikan sambutan acara silaturahmi tokoh masyarakat adat Kalbar dan Rapat Koordinasi Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, di Rumah Adat Melayu, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Rabu (4/5) malam. (SUARA PEMRED/ UMAR)
PONTIANAK, SP - Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta (OSO) membuka acara silaturahmi tokoh masyarakat adat Kalbar dan Rapat Kerja  Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB), di Rumah Adat Melayu, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Rabu (4/5) malam.

Acara tersebut juga dihadiri juga oleh raja-raja, Pangdam XII Tanjungpura, Kapolda Kalbar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), SKPD, tokoh masyarakat adat, dan ratusan tamu undangan yang menggunakan pakaian khas Melayu Pontianak, baju telok belanga dan sarung corak insang

Dalam sambutannya, OSO menyampaikan pada silaturahmi ini MABM mesti menjadi garda terdepan guna mengusung kepentingan bangsa,  dalam melawan musuh negara seperti kejahatan narkoba dan lain sebagainya. "Ini hari adalah kebangkitan MABM," ujarnya. Terkait dengan pembangunan khususnya di Kalbar,

Oesman Sapta mengimbau agar MABM sebagai organisasi mesti bisa memanfaatkan sistem yang dibangun oleh presiden saat ini. Dimana presiden sangat memfokuskan sektor pembangunan, terutama di wilayah perbatasan. "Anda (MABM) harus peka. Berikan masukan. Sampaikan ke MPR, DPR, atau DPD. Beranilah MABM dalam melakukan langkah-langkah memajukan ekonomi sosial masyarakat," pinta OSO, Tokoh Besar Kalbar ini.

Menurut Oesman Sapta, untuk menjadi organisasi yang lebih baik, MABM bisa membangun organisasi secara terencana. "Kalau boleh saya saran, terapkan 5 S. S pertama, membangun Strategi. S kedua, Struktur organisasi apa yang cocok bagi strategi. S ketiga, Skill. S keempat, Sistem. Dan S kelima, Speed and Target. Target itu diukur dari speed atau kecepatan. Sejauh mana terobosan yang telah dilakukan organisasi," sebutnya.

Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto menyampaikan, pluralitas merupakan kekayaan bangsa dan sebuah keniscayaan. Dengan adanya pluralitas ini, jangan jadikan keberagaman ini terpecah belah. "Justru dijadikan sebagai persatuan," katanya.

Menjadi suku tertentu, terang Kapolda, bukanlah suatu pilihan. Maka dari itu, setiap orang tidak bisa memilih ingin menjadi suku tertentu. Kapolda melanjutkan, selam dua tahun berada di Kalbar, dukungan dan partisipasi masyarakat sangat baik, tidak memandang suku dan agama. "Inilah bukti betapa masyarakat Kalbar menjunjung tinggu pluralitas," ungkapnya.

Sementara, Ketua Umum MABM Kalbar Chairil Effendy mengaku tidak menyangka kegiatan ini bisa dihadiri oleh berbagai kalangan. Padahal, semula kegiatan ini hanya akan dilaksanakan secara sederhana.

"Tapi, saat saya berkoordinasi dengan penasehat MABM Pak Oesman Sapta, orang yang memiliki cita-cita dan gagasan besar ini, beliau bilang kepada saya, kenapa tidak buat acara silaturahim? Toh sudah lama kita tidak membuat acara seperti ini. Atas usulan cerdas itu, saya pun sami'na wa ata'na (manut)," katanya.


Dikatakan Chairil, di usianya yang ke-19 tahun,  tepatnya 19 April 2016, MABM sudah sangat dewasa. Kerapkali organisasi ini dilibatkan di berbagai kegiatan oleh instansi pemerintah dan pihak lainnya.
"Maka, saya selaku ketua umum, mengucapkan terima kasih kepada segenap mitra dan instansi pemerintah yang telah mempercayai kami. Kami pelu masukan untuk MABM kedepannya," tuturnya. (umr/sut)