Langganan SP 2

PJU di Kawasan Jalan Protokol Melawi Rusak

Regional

Editor sutan Dibaca : 792

PJU di Kawasan Jalan Protokol Melawi Rusak
Sebagian PJU dikawasan jalan protokol Kabupaten Melawi tidak berfungsi. (SUARAPEMRED/ EKO SUSILO)
NANGA PINOH, SP - Beberapa bulan terakhir, nyaris tak ada Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan protokol Kabupaten Melawi yang menyala saat malam hari. Tak pelak kondisi ini, menyebabkan ruas jalan menjadi gelap gulita. Selain membahayakan keselamatan pengendara, dikhawatirkan lokasi ini rawan tindak kriminitas.

“Dapat dihitung lampu jalan yang menyala. Sebagian besar padam, dan terkesan tidak terurus. Kita minta pemerintah kabupaten, melalui instansi terkait dapat segera menyikapi hal tersebut, karena Nanga Pinoh adalah wajah Kabupaten Melawi,” keluh tokoh pemuda di Melawi, Abdurahman, kemarin.

Pria yang akrap disapa Aab ini mengungkapkan,  padamnya sejumlah PJU sudah hampir 2 bulan. Dan belum ada tanda akan diperbaiki oleh pihak terkait. Dia berharap ke depannya perawatan lampu PJU bisa lebih ditingkatkan.
 “Kita tidak tahu, apakah karena belum ada anggaran untuk memperbaikinya atau ada hal teknis lain,” ujarnya.

Bukan hanya PJU di dalam kota yang padam, bahkan ini juga terjadi di sepanjang jalur kabel PLN mulai dari tepian kota hingga ke dalam perkampungan. Parahnya hal tersebut sudah terjadi sejak bertahun-tahun. Sukar, warga Pinoh Utara mengungkapkan, sampai sekarang di desanya bahkan tak pernah melihat PJU menyala. “Padahal seluruh pelanggan PLN di sini membayar pajak penerangan jalan (PPJ) setiap kali kita membayar tagihan listrik atau membeli token PLN. Tapi tidak ada satupun penerangan jalan ini menyala,” katanya.

Pantuan Suara Pemred, PJU yang sering menyala hanya di dalam kota Pinoh saja. Wilayah tepian seperti Sidomulyo hingga ke arah Kecamatan Belimbing, hingga sejumlah kecamatan lainnya, tidak ada yang menyala.
Bahkan hampir sebagian besar PJU tersebut dalam kondisi rusak berat atau pecah.

“Harusnya pemda lakukan perbaikan karena kewajiban mereka. Yang dinyalakan tidak hanya di kota, tapi juga hingga ke desa-desa. Rugi kalau kita bayar pajak sampai 6 persen, tapi justru tak ada yang menyala,” tukasnya.

Ditemui terpisah, Manajer PLN Rayon Nanga Pinoh, Ahmadin memastikan persoalan PJU merupakan kewenangan pemda. Dalam hal ini Distamben, baik terkait jumlah titik pemasangan hingga, perbaikan jika terjadi kerusakan.

"PLN hanya sebatas koordinasi saja. Sekarang kalau tak menyala itu bukan karena menunggak tagihan,” terangnya, Senin (16/5).

Dia membenarkan setiap pelanggannya dikenakan PPJ. Di Melawi terdapat sekitar 31. 500 Pelanggan. Sementara setoran PPJ yang diberikan ke pemda mencapai ratusan juta per bulan. “Jumlahnya sekitar hampir 200 juta setiap bulan," terangnya. Dia mengungkapkan, setoran tersebut setiap bulannya di transfer ke rekening kas daerah melalui Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). "Ini rutin kita transfer, setiap bulan pengeluaran kita harus clear, tidak boleh kita tunda," ujarnya.

Dia menjelaskan, secara teknis pemasangan PJU disesuaikan dengan jumlah titik yang ingin dilakukan. Kemudian dayanya disesuaikan dengan kapasitas bola lampu. (eko/and)