Kejari Sanggau: Uncle Ong, Tersangka Narkoba 11,2 Kg Minta Ditembak Mati

Regional

Editor sutan Dibaca : 1162

Kejari Sanggau: Uncle Ong, Tersangka Narkoba 11,2 Kg Minta Ditembak Mati
Ilustrasi (net)
SANGGAU, SP - Kasus tangkapan narkoba sebesar 11,2 kg beberapa waktu lalu di perbatasan Entikong, menyisakan cerita unik. Bagaimana tidak, satu dari dua tersangka yang ditahan yakni Ong Bok Seong alias Uncle Ong (67), sudah meminta hukum tembak mati duluan,  sebelum sidangnya akan digelar.
Hal  tersebut disampaikan  Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau, Erhan Lidiansyah.  Kejadian seperti ini baru pertama kali dihadapinya, sejak pertama karirnya. "Waktu tahap satu di Kejati. Jadi tahap dua dilimpahkan di sini pada 18 April lalu untuk dilanjutkan. Pada waktu itu, belum kita sidangkan, sepertinya dia suduah menyerah duluan, karena sudah meminta dihukum tembak mati saat itu juga," ujarnya, Rabu (19/5).

Tersangka asal Malaysia itu meminta hal tersebut,  bukan tanpa alasan, melainkan ada beberapa faktor yang membuat dirinya sudah merasa tidak berguna lagi untuk hidup.
"Dari pengakuan tersangka, dia bilang, tidak ada guna hidup. Sebab kalau dia balik pun ke Malaysia akan mati juga, karena telah diancam sama pemilik barang ini," ujarnya.

Tersangka juga mengaku, dirinya disuruh oleh sama orang Malaysia pemilik barang haram tersebut untuk dibawa ke Indonesia. "Jadi kalau dilihat dari kondisi fisik dan umurnya itu, kemungkinan besar memang dia dimanfaatkan," tuturnya.

Lain dengan Uncle Ong, tersangka lainnya yang dari Indonesia, Hendry Gunaman alias Een, (44) dikatakan Erhan lebih banyak diam, dan terlihat pasrah apa pun yang akan terjadi padanya ke depan.
  “Karena melihat pertimbangan juga, apakah yang bersangkutan ini sebagai orang yang dimanfaatkan atau memang punya peran aktif dari perdaran Narkoba tersebut. Jadi tidak sembarangan main hukum tembak mati saja, kita pasti juga melihat kasusnya seperti apa," jelasnya.

Kasus ini pula, lanjut Erhan telah telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sanggau pada tanggal 17 Mei lalu, dan tinggal menunggu penetapan hakim untuk persidangannya.
  Terkait kasus narkoba, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau, Kompol Ngatya menerangkan, daerahnya berada pada peringkat ke 4 se Kalimantan Barat dalam pengungkapan kasus tindak pidana ini.  

Dengan kasus yang terungkap di bulan Mei tahun 2016 sebanyak 33 kasus dan  43 tersangka termasuk yang dilimpahkan ke Polda maupun BNNP.
 

Ngatya yang ditemui saat Rapat Kerja Peningkatan Peranan dan Partisipasi, di Lingkungan Kerja atau Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Kamis (19/5), menyebutkan hasil ini menunjukan kinerja yang baik dari kepolisian dan BNNK.

 Menurutnya, setiap tahunnya, memang selalu terjadi peningkatan dalam pengungkapan kasus narkotika, baik jumlah kasusnya maupun tersangka dan barang buktinya. "Untuk tahun ini, saya rangkum jumlah barang bukti sudah mencapai 19 kg," ujarnya.


 Meskipun itu, diakuinya, berdasarkan hasil pengamatan dan keterangan para tersangka, bahwa barang haram tersebut beredar di Sanggau berasal dari Pontianak.
  "Jadi dari perbatasan Entikong dibawa ke Pontianak kemudian baru ke Sanggau, itu hasil  pengamatan, tidak langsung di bawa ke Sanggau ini," akunya. 

Dia juga menjelaskan di Sanggau kini telah memiliki tempat rehabilitasi narkoba. Berada di RSUD Sanggau untuk rawat jalan dan RS Parindu rawat inap dan rawat jalan. 

“Sudah kita siapkan semua itu, terlebih kita mengadakan kegiatan ini juga sekaligus mensosialisasikan betapa bahayanya narkoba, maka dari itu berbagai kalangan kita undang, supaya mereka dapat mensosialisasikan kembali di masyarakat luas," inginnya. (pul/and/sut)