Langganan SP 2

Pasar Rawa Bangun, Kabupaten Sanggau Sepi Pedagang

Regional

Editor sutan Dibaca : 813

Pasar Rawa Bangun, Kabupaten Sanggau Sepi Pedagang
Pasar Rawa Bangun, Jalan Pancasila, Kabupaten Sanggau. (SUARA PEMRED/ SAIFUL)
SANGGAU, SP – Pembangunan Pasar Rawa Bangun, Jalan Pancasila, Kabupaten Sanggau, menghabiskan dana miliaran rupiah namun sia-sia. Pemerintah setempat hanya membuang duit, lantaran pasar tradisional itu tak berfungsi sebagaimana mestinya.  

Pasar yang dibangun pada tahun 2010 ini sepi akan penjual. Mirisnya lagi, pasar ini bahkan biasanya dijadikan para muda-mudi untuk melakukan hal-hal maksiat. Contohnya beberapa waktu lalu terdapat tiga ABG yang sedang asik menghisap sabu-sabu. Mereka tertangkap basah ketika Satpol PP mengelar razia.  

Dari pantauan Suara Pemred, terlihat keadaan pasar yang berdiri sejak 6 tahun silam tersebut semrawut. Padahal terhitung baru, namun bangunannya justru terlihat kumuh.
 

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Kabid Pasar Disperindakop setempat, Martinus Nomensen menampik pasar tersebut gagal atau tak tepat sasaran, melainkan karena pedagang yang tak mau direlokasi.  

"Bahkan dulu mereka sampai dibujuk untuk jualan di situ, tapi tetap saja mereka tak mau, dan bahkan ada yang tak mau bayar retribusi," ujarnya, Rabu (18/5).  

Dikatakannya, alasan para pedagang tidak mau berjualan di sana karena sepi pengunjung. Sebab lokasinya yang sedikit masuk ke dalam.   Sementara itu, dia juga tak memungkiri jika pasar kerap dijadikan tempat maksiat. Di lantai dua pasar tersebut dijadikan anak-anak punk tempat peristirahatan mereka.  

"Dapat laporan seperti itu, kita langsung minta Satpol PP untuk menindaknya. Lagian mereka ini bukan asal dari sini, melainkan hanya mencari tempat peristirahatan," tuturnya.  

Namun diakuinya, pihaknya juga punya cara untuk menghidupkan kembali pasar tersebut. Dan sudah dibicarakannya kepada pemkab.   "Kita sudah membuat satu kajian agar pasar itu geliat kembali. Dalam hal ini tidak bisa bagian pasar sediri yang bergerak. Semua stakeholder yang bersangkutan juga harus mendukung, satu meja untuk membahas agar satu jalur," urainya.   

Sejauh ini, khusus untuk di lantai dua, hanya ada dua pedagang yang menyewa, pertama warung minuman dan yang kedua travel.   "Saya lupa ada berapa pintu semuanya di situ. Namun di atas ada dua, dan di bawah saya lupa juga, namun ada beberapa yang terisi pedangan warung minuman," pungkasnya.

Belum Ada Titik Temu  

Ketua Komisi B DPRD Sanggau, Suwondo mengatakan pasar tersebut memang sudah berapa kali dirapatkan dengan dinas terkait. Hanya saja belum ketemu benang merahnya untuk menggeliatkan itu kembali.   "Kalau kita lihat mungkin itu salah lokasi perencanaan. Surveinya waktu mau dibangun tidak keinginan pasar. Walaupun niatnya baik. Tapi kejadian seperti inikan susah juga," ujarnya.  

Niat pemerintah, lanjutnya untuk memberikan fasilitas itu sebenarnya sudah ada. Seharusnya tinggal kesadaran pedagang ini yang mungkin masih kurang. "Pedangang sebenarnya juga harus sadar akan hal ini, karena pemerintah sudah banyak mengeluarkan dana untuk itu demi para pedagang," tuturnya.  

Memang bicara soal konsep untuk menggeliatkan pasar tersebut, kata Suwondo tidak bisa Disperindagkop sendiri. Tapi stakeholder yang ada juga harus ikut campur dalam hal ini.   "Bagi mereka yang terkait dalam hal ini harus bisa duduk satu meja demi mencari solusi yang tepat. Sebenarnya kita juga sudah sarankan berapa kali. Namun pergerakan mereka belum ada, mungkin belum menemukan solusi yang tepat," jelasnya.  

Menanggapi soal sebagai tempat maksiat, kata ketua Komisi B yang memang membidangi pasar ini, menyebutkan harus ada pemantauan terus. aAda penjagaan rutin agar hal-hal serupa tak terulang kembali.  

"Harus ada yang memantau terus, jangan dibiarkan begitu saja, karena itu pasar, jangan sampai dialihfungsikan jadi tempat-tempat yang begituan," pungkasnya.
 (pul/and/sut)

Komentar