Bupati Jarot Winarno Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Seroja Sintang

Regional

Editor sutan Dibaca : 1730

Bupati Jarot Winarno  Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Seroja Sintang
Bupati Sintang Jarot (kemeja putih) ketika meninjau puing kebakaran di Pasar Seroja Sintang. Jumat (26/5) siang. (abdul halikurahman/Suara Pemred)
SINTANG, SP  - Sebanyak 20 rumah toko (ruko) dan lapak pedagang di Pasar Seroja Sintang terbakar, Jumat (26/5), sekitar pukul 02.00 WIB. Tidak diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut.  Informasi sementara yang diperoleh, diduga sumber api berasal dari salah satu toko sembako di sebelah Pasar Tradisional Seroja.

Berdasarkan infomasi yang diperoleh, jumlah ruko termasuk kos-kosan di Pasar Seroja, yang hangus terbakar berjumlah 20 unit. Salah seorang penghuni kost yang turut menjadi korban kebakaran, Asrol (28) mengatakan, saat kejadian dirinya masih tertidur pulas di dalam kamarnya.

Mendengar suara teriakan warga sekitar yang membangunkannya, dia sontak terbangun dan keluar dari kosnya. “Syukur ada bapak-bapak yang membangunkan. Kalau tidak, mungkin akan banyak yang jadi korban jiwa,“ ucapnya.

Diakuinya, akibat musibah tersebut, semua barang di dalam kamarnya ludes tak dapat diselamatkan. “Saya hanya bisa menyelamatkan diri dengan meloncat dari pintu jendela, barang-barang saya, semua habis terbakar,“ ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Dewi (26). “Tidak ada barang-barang yang bisa saya selamatkan. Tapi saya bersyukur masih bisa selamat dengan anak saya. Pada saat kejadian, kami sudah tidur dengan pulas," katanya dengan nada sedih.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan penyebab pasti yang menghanguskan puluhan ruko, kos-kosan, serta lapak pedagang di Pasar Seroja tersebut.
Bupati Sintang, Jarot Winarno yang turun langsung ke lokasi kebakaran usai salat Jumat mengatakan, apa pun penyebabnya, yang jelas peristiwa tersebut merupakan bencana.

“Pemerintah daerah wajib memberikan bantuan kepada para korban melalui dana bencana. Kita minta kepada BPBD, untuk menginfentarisir jumlah korban, segera kita bantu dengan dana bencana," katanya.

Bupati juga meminta, agar ruko yang terbakar segera dicek, apakah sudah diasuransikan atau tidak. "Untuk pembangunannya nanti, tentu pemda wajib mempermudah perizinan pembangunannya lagi," katanya.

Ditambahkannya, lokasi kebakaran yang merupakan pasar tradisional, tentu harus segera dicarikan tempat baru, sehingga para pedagang dapat segera beraktivitas.

"Yang paling penting, tempat pasar sayur yang harus segera kita pikirkan," katanya.

Diakuinya, selama ini antisipasi bencana memang hanya fokus pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Namun, melihat kondisi kebakaran di dalam kota yang sering terjadi, sehingga kedepan mestinya juga harus ditingkatkan untuk penanganan dan antisipasinya.

Ketua Komisi A DPRD Sintang, Syahroni mendukung pemda segera merelokasi kepada pedagang yang terkena kebakaran.

"Tempatnya tidak boleh jauh. Saya sependapat, jika pemda akan segera merelokasi para pedagang," katanya.

Hanya saja, Syahroni meminta tempat relokasi nanti yang disediakan oleh pemda, harus benar-benar representatif, sehingga pedagang merasa nyaman.

"Yang jelas jangan sampai mengganggu keteriban umum. Saya pikir, secepatnya lah dipikirkan, di mana tempat relokasi yang tepat," pungkasnya. (abd/lis)