Jokowi Minta MPP di Mempawah Selesai Akhir Desember

Regional

Editor sutan Dibaca : 1598

Jokowi Minta MPP di Mempawah Selesai Akhir Desember
Presiden Joko Widodo (dua kanan) didampingi Menteri BUMN, Rini Soemarno (dua kiri), Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir (tiga kiri) dan Gubernur Kalbar, Cornelis (kanan) meninjau proses groundbreaking mobile power plant (MPP) di Desa Jungkat, Kabupaten Me
PONTIANAK, SP – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Groundbreaking atau acara peletakan batu pertama pembangunan Mobile Power Plant (MPP) 4x25 MW Program 35.000 MW, sekaligus meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ketapang 2x10 MW masuk sistem 20 kv, di Jalan Raya Jungkat, Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (2/6).

Pada kunjungannya tersebut, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, dan putra bungsunya Kaesang Pangarep. Sejumlah pejabat juga turut hadir. Di antaranya, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Dirut PLN Sofyan Basir, dan Gubernur Kalbar Cornelis.

Dalam sambutannya, Jokowi mengungkapkan, di beberapa daerah di Indonesia, terdapat sejumlah proyek pembangkit tenaga listrik yang statusnya saat ini tidak sesuai dengan harapan alias mangkrak. Maka dari itu, Jokowi menegaskan agar pihak yang bertanggungjawab dapat segera menyelesaikan.

Apalagi saat ini, masih banyak daerah yang kekurangan pasokan energi listrik. “Sore ini saya ke Mempawah karena pertama, saya mendengar ada mobile power plant atau MPP mangkrak sudah 7-8 tahun. Ini harus diselesaikan,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, pengerjaan proyek MPP di Kalbar ini menelan biaya cukup besar. Maka, pembangunannya harus segera diselesaikan. Apalagi Direktur Utama (Dirut) PLN berjanji, akhir tahun ini proyek bisa dirampungkan. "Saya sangat menyayangkan pembangkit listrik yang dibangun PLN di Kabupaten Mempawah ini belum bisa digunakan, padahal dalam pembangunannya sudah menghabiskan anggaran lebih dari Rp1,5 triliun. Namun sudah tujuh tahun belum bisa digunakan," kata Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja di Kalbar, Kamis.

Terkait hal itu, dirinya meminta kepada jajaran direksi PLN agar tahun ini pembangkit listrik itu harus bisa digunakan, paling tidak pada akhir tahun.

Dirinya memastikan, dari berbagai program pembangunan yang dilakukan pada pemerintahannya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, akan selalu dicek pengerjaannya karena dirinya tidak ingin ada pembangunan yang menggunakan uang negara dan uang rakyat yang terbengkalai.

"Makanya saya suka datang ke tempat-tempat yang bermasalah, karena saya ingin menyelesaikan masalahnya. Terlebih pembangunan pembangkit listrik disini sangat dibutuhkan oleh masyarakat," katanya menjelaskan.

Menurutnya, jika listrik sudah terpenuhi, maka investasi juga akan ikut tumbuh. Untuk itu dirinya sangat memandang perlu hal itu, sampai dirinya datang kesini.

"Di Kalbar ini nanti juga akan ada kerja sama besar untuk industri antara Antam dengan negara lain untuk membangun Industri Bauksit, dimana kita harapkan kerja sama ini sudah bisa dimulai tahun ini juga," katanya.

Jokowi mengatakan, dirinya tidak ingin bahan mentah dari Indonesia diekspor begitu saja.

"Paling tidak harus diolah disini, agar masyarakat kita bisa semakin banyak menikmati hasil dari bumi kita sendiri. Terkait rencana berbagai pembangunan yang menggunakan angggaran negara, saya harapkan pemerintah daerah bisa ikut membantu secara maksimal dalam hal pembebasan lahannya," katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengatakan, dengan diaktifkannya dua pembangkit listrik baru di Kalimantan Barat, ke depan listrik di provinsi ini akan sangat menjanjikan, karena PLTU sudah akan berproduksi dan dengan daya 4X25 MW mendukung kelistrikan di Kalbar dan juga untuk industri.

"Pada awal Mei lalu, kita sudah melakukan persiapan untuk mengoperasikan PLTU di Ketapang berkapasitas 210 MW dan kita sangat bersyukur karena pada hari ini bisa diresmikan oleh Presiden," katanya.

Hal tersebut merupakan salah satu upaya mempercepat pembangunan pembangkit dari energi baru terbarukan dan PLTU, yang bertujuan untuk menigkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi Kalimantan Barat.

Bangun Kalbar

Deputi Manajer Hukum dan Komunikasi PLN Wilayah Kalbar, M Doing menambahkan, dari jumlah pelanggan di wilayah Kalimantan Barat yaitu 932.869 pelanggan, PLN Area Ketapang menyumbang sebanyak 10 persen pelanggan atau sama dengan sekitar 94.564 pelanggan.

"Sedangkan daya mampu sistem di Ketapang saat ini adalah 26 MW dengan beban puncak 31 MW, sehingga kehadiran PLTU baru ini dapat menutupi defisit sistem isolated Ketapang dan sekitarnya," kata Doing.

Untuk memperkuat kelistrikan di Kalimantan, lanjutnya, PLN juga telah merencanakan sejumlah pembangunan pembangkit, transmisi, dan gardu induk hingga tahun 2024. Dan, selain PLTU Ketapang, tahun ini pun PLN juga menargetkan untuk merampungkan pembangunan PLTU Sintang (37 MW), PLTG MPP Kalbar (100 MW), PLTU Parit Baru FTP 1 (250 MW), serta PLTU Pantai Kurakura (227,5 MW).

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengatakan pihaknya sangat bersyukur karena Presiden Jokowi memiliki komitmen yang kuat untuk mempercepat pembangunan di Kalbar, termasuk pembangunan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri yang ada nantinya.

"Makanya, saya mewakili masyarakat Kalbar sangat berterima kasih kepada Pak Presiden yang sangat serius memperhatikan Kalbar," katanya.


Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kalbar, Aliuk yang saat itu berada di luar lokasi peresmian PLTU mengungkapkan, selama ini Presiden Jokowi sering mengunjungi Kalbar. “Ada lima kali Presiden Jokowi datang ke Kalbar, kurang dari setahun ini. Sepertinya, beliau serius membuat Kalbar lebih maju. Mungkin karena Kalbar ini berbatasan langsung dengan Negara Malaysia,” ujarnya.

Aliuk mengatakan, kehadiran Jokowi ke Kalbar sepertinya akan terus berlanjut. Dalam waktu dekat, orang nomor satu di Indonesia ini, kemungkinan akan kembali meresmikan Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB).
“Dalam waktu dekat, kemungkinan Pak Jokowi akan meresmikan PPLB. Belum lagi nanti Desember, akan meresmikan PT WHW (Well Harvest Winning) di Ketapang. 2017 nanti, kemungkinan juga akan (meresmikan) menancapkan tiang pembangunan Jembatan Landak,” sebutnya. 

Pada kunjungan tersebut, ratusan personel dari TNI dan Polri disiagakan. Mulai dari Bandara Supadio hingga menuju lokasi peresmian, aparat keamanan berjaga-jaga di setiap jalan.(umr/ant/lis)