Panti Rehabilitasi Dinsosnakertrans Kalbar Berubah Fungsi

Regional

Editor sutan Dibaca : 1377

Panti Rehabilitasi Dinsosnakertrans Kalbar Berubah Fungsi
Panti Rehab atau Rumah Singgah Anak Terlantar (ist)
PONTIANAK, SP – Panti Rehabilitasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kalbar, di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, belakangan ini dipertanyakan fungsi keberadaannya.

Pasalnya, panti yang sekaligus diperuntukkan sebagai rumah singgah itu, malah digunakan oleh IPDN Kalbar.
“Keberadaannya kok seakan-akan berubah jadi IPDN. Kan itu tempat rehabilitasi dan rumah singgah?” ujar Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kalbar, kepada Suara Pemred, Rabu (8/6).

Husnan menuturkan, keberadaan panti maupun rumah singgah tersebut memang sangat dibutuhkan. Jika melihat realitanya, masih banyak anak-anak terlantar di Kota Pontianak, yang kadang untuk mencari tempt tidur saja mereka kesulitan. “Kalau kita lihat malam hari, dini hari masih ada anak-anak yang bingung cari tempat tidur. Ini kan kasihan, pihak dinsos harusnya turun langsung terkait masalah ini,” katanya.

Menurut keterangan yang ada di situs resmi IPDN Kalbar, kalbar.ipdn.ac.id, ada sejumlah fasiltas yang dimiliki intitut tersebut di Panti Rehabilitasi. Di antaran 14 wisma satuan praja, 2 wisma THL, 2 wisma pengasuh, 3 rumah pejabat IPDN, 1 aula, 1 ruang makan, 3 kantor, 7 kelas, 1 perpustakaan + lab komputer, 1 kantin, 1 kapel, dan 1 masjid. “Saya khawatir, di sana (panti rehabilitasi/rumah singgah) sudah tidak ada tempat lagi bagi mereka yang membutuhkan. Semua fasilitas yang ada malah digunakan untuk kepentingan lain,” keluh Husnan.

Wakil Ketua DPRD Kalbar Suriansyah mengatakan, kebaradaan IPDN di panti sosial itu sifatnya hanya sementara. Tentu hal ini tidak menjadikan tempat tersebut beralihfungsi. “Tempat perkuliah sementara. Ya kalau memang masih ada ruangan sih, ndak masalah. Jangan sampai mengorbankan salah satunya,” kata dia.

Menanggapi keberadaan panti sosial yang diperuntukkan bagi orang-orang terlantar, Suriansyah menyebutkan, sesuai dengan UUD Pasal 34 bahwa anak-anak menjadi tanggungjawab negara. “Jadi memang keberadaanya itu salah satunya sesuai amanat undang-undang, yakni anak terlantar dipelihara oleh negara. Mereka bisa ditempatkan di sana,” terangnya.

Sedangkan bagi anak terlantar yang berada di lampu-lampu lalu lintas, lanjut Suriansyah, itu mesti dilihat dulu apakah memang mereka terlantar atau sengaja mencari nafkah di tempat tersebut. “Cuma (yang) di lampu merah,mereka sengaja mencari nafkah disitu. Pertama dilarang, kedua, jika itu warga Kalbar, wajib melakukan pembinaan sosial, menyalurkannya ke lapangan pekerjaan. Kalau bukan warga Kalbar, itu dipulangkan ke daerah masing-masing,” jelasnya.

Suriansyah menegaskan, keberadaan panti sosial sangatlah diperlukan lantaran tidak menutup kemungkinan masih ada warga Kalbar yang terlantar. Maka dari itu, untuk menghadapi masalah ini, Dinsosnakertrans mesti maksimal dalam menanganinya.

“Soal IPDN, mestinya bisa menggunakan fasilitas pemerintah yang lain,” tuturnya. Sementara itu, saat ingin dikonfirmasi terkait masalah tersebut melalui SMS, Kadissosnakertrans Kalbar Muhammad Ridwan, tidak membalas pesan yang dikiri. Dan bahkan saat ditelpon, langsung diputus begitu saja. (umr/ind)