Atong, Target Operasi Mabes Polri, Tertembak di Kota Pontianak

Regional

Editor sutan Dibaca : 1244

Atong, Target Operasi Mabes Polri,  Tertembak di Kota Pontianak
ILUSTRASI (news.okezone.com)
PONTIANAK, SP - Pelarian Hartono alias Atong berakhir di Pontianak. Target Operasi (TO) Mabes Polri itu, menghembuskan napas terakhir setelah timah panas dari anggota kepolisian bersarang di tubuhnya. Penangkapan terjadi di Jalan Sungai Raya Dalam, Komplek Pondok Agung Utama, Kamis (23/6) dini hari.

Belasan anggota kepolisian berpakaian "preman" dari Polresta Pontianak dan Jakarta, melakukan penggerebekan di rumah persembunyian Atong tersebut. Suara letusan tembakan beberapa kali terdengar malam itu. Saat anggota masuk ke dalam rumah, mereka tidak menemukan Atong, melainkan pria lain bernama Bayu yang mengaku sebagai teman Atong. Tak lama kemudian, suara letusan terdengar dari arah loteng.

Salah seorang anggota mengabarkan Atong tertembak. Ketua RT 01 RW 07 Kelurahan Bangka Belitung Barat, Sungai Raya Dalam, lokasi persembunyian Atong, Steven mengatakan Atong bukanlah warganya. Ia hanya sekadar menumpang tinggal sementara.

Kedatangannya bahkan tak diketahui Ketua RT tersebut. "Tidak ada laporan, setelah kejadian ini baru kami tahu kalau DPO penembak pengacara di Jakarta adalah dia, yang menginap di sini," ujarnya Kamis (23/6).

Sepengetahuannya, pasca tertembak, pihak keluarga segera mendatangi rumah sakit dan mengurus mayat untuk segera dikremasi. Pihak kepolisian sebelumnya kembali mendatangi keluarga, dan langsung menuju RS Soedarso untuk mengurus hal tersebut. "Dimakamkan di mana, saya kurang tahu," tambahnya.

Sementara itu, Wakapolres Pontianak, AKBP Veris Septiansyah membenarkan hal tersebut. Polresta Jakarta memang berkoordinasi dengan pihaknya untuk meminta bantuan, baik penangkapan maupun informasi wilayah Pontianak. "Jadi kita bersama dengan mereka, dan setelah menyatakan itulah orangnya, kita segera melakukan penangkapan," terangnya.

Terkait informasi domisili Atong sebenarnya, AKBP Veris mengatakan pihaknya masih belum mendapat informasi lebih lanjut. Informasi yang didapat tentang Atong pun masih minim. "Kalau kita lihat kelahirannya memang Pontianak, tapi kalau menetap atau tidak belum kita cek, karena minim informasi," katanya. Informasi yang diterima, Atong baru tinggal di Pontianak kurang lebih satu minggu ini.

Hartono alias Atong merupakan penembak pengacara anggota DPN Peradi bernama Ardian Rizaldi di Jakarta. Ia dikabarkan telah melarikan diri dari Jakarta, Bandung dan berakhir di Pontianak. Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) mendesak kepolisian, mengusut tuntas kasus penembakan yang menimpa anggotanya Ardian Rizaldi.

"Peradi tidak main-main dan tidak mentolerir sedikit pun kekerasan kepada advokat. Karena itu, kami secara organisatoris datang menemui Kapolres Jakarta Utara, untuk mempertanyakan kasus Ardian Rizaldi, apalagi dia salah seorang pengurus DPN Peradi dan pelaku penembak advokat itu  masih buron," kata Ketua Dewan Pembina Peradi Otto Hasibuan di Jakarta, Rabu (22/6).

Otto Hasibuan menegaskan, kekerasan terhadap advokat dalam menjalankan profesinya tidak bisa dibiarkan dan harus ditindak secara tegas oleh kepolisian.

Otto juga berharap Kapolri untuk turun tangan secara langsung guna mengusut kasus ini secara tuntas serta seluruh aparat kepolisian untuk memburu dan menangkap tersangka pelaku penembakan itu.

"Kami minta Kapolri untuk turun tangan dan memberikan perhatian serius soal ini. Saya serukan kepada semua advokat Indonesia untuk bersatu dan tidak takut kepada ancaman ini dan menuntut keadilan," tambahnya.

Permintaan itu pun dijawab. Atong tewas begitu berusaha melawan petugas saat hendak menyergap di lokasi persembunyian. (bls/ant/loh/lis/sut)