Berkas Kasus Petrus Bakus, Tersangka Mutilasi Dua Anak Kandung Lengkap

Regional

Editor sutan Dibaca : 965

Berkas Kasus Petrus Bakus, Tersangka Mutilasi Dua Anak Kandung Lengkap
Tersangka kasus mutilasi anak kandung, Petrus Bakus, sedang menandatangai berkas pemeriksaan tahap dua di Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sintang, Selasa (28/6). SUARA PEMRED/ABDUL HALIKURRAHMAN
SINTANG, SP – Berkas perkara kasus mutilasi dua orang anak kandung, dengan tersangka Petrus Bakus di Kabupaten Melawi, sudah dinyatakan lengkap atau P 21 oleh Kejaksaan Negeri Sintang.
Tersangka sudah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) kelas 2B Sintang, sebagai tahanan kejari. 

Berdasarkan pantauan Suara Pemred, Selasa (28/6), Petrus Bakus tiba di kantor kejaksaan sekitar pukul 12.40 WIB,  dengan dikawal pihak kejaksaan beserta anggota Polres Melawi.

Petrus dengan tangan diborgol, mengenakan baju kaos hitam dengan tangan tak terborgol. kemudian langsung menuju ke ruang staf pidana umum, guna menjalni pemeriksaan tahap dua oleh jaksa penyidik.

Proses pemeriksaan berlangsung cukup alot. Kondisi kesehatan tersangka terlihat sehat dan normal.
Usai pemeriksaan, sejumlah awak media yang menunggu di luar ruangan, kemudian sempat menyapa dan menanyakan kondisinya. Petrus menjawab pertanyaan tersebut sembari mengacungkan jempolnya. "Baik," singkatnya.

Selepas itu, dia kembali mengikuti proses pemeriksaan di ruang tahap dua pidana umum. Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Sintang, Budi Susilo ditemui usai pemriksaan membenarkan, berkas perkara tersangka kini sudah lengkap.

"Tim jaksa penyidik menyatakan berkas terdakwa ini sudah lengkap. Dan hari ini adalah proses pemeriksaan tahap dua, serta dilakukan penyerahan tersangka dan barang buktinya oleh pihak Polres Melawi ke kami,” katanya.

Setelah P21, menurut Budi, pihaknya akan secepatnya melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Sintang untuk segera disidangkan. "Setelah libur hari raya, kita limpahkan ke pengadilan. Supaya perkara ini dapat segera diputuskan," katanya.

Sementara terkait kondisi kejiwaan tersangka, Budi enggan untuk membeberkannya. Karena hal itu, merupakan wewenang pihak pengadilan untuk menjelaskannya.

"Yang menilai masalah kejiwaannya,  sesuai Pasal 44 Ayat 2 KUHP, tentu itu merupakan kewenangan pengadilan," jelasnya.


Terkait pasal yang digunakan jaksa penuntut umum terhadap terdakwa menggunakan pasal berlapis. "Terdakwa akan dituntut sesuai fakta persidangkan. Pasal yang digunakan yaitu, Pasal 340 KUHP, kemudian  338 KUHP, serta Undang-undang Perlindungan Anak, Pasal 80 ayat 3," pungkasnya.

Dua Pakar Kejiwaan

Sebelumnya, lebih dari tiga bulan, berkas kasus oknum polisi ini, terombang-ambing di kejari. Setidaknya, pihak kejari sudah dua kali mengembalikan berkas perkara itu ke pihak Polres Melawi, untuk dilengkapi.

Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP Siswadi, mengungkapkan, soal hasil pemeriksaan kejiwaan bakus menjadi salah satu berkas yang terus diminta dilengkapi oleh jaksa.

Menurutnya,  jaksa meminta adanya second opinion agar hasil tes psikologi untuk melengkapi berita acara.
“Berkas Bakus sebenarnya sudah dilengkapi dengan hasil tes psikologi saat jaksa mengembalikan berkas tersebut. Hanya jaksa meminta ada tambahan pemeriksaan kejiwaan. Dan kemarin saat penyerahan berkas ini kita sudah lengkapi kembali,” ujarnya.

Siswadi menerangkan, pemeriksaan kejiwaan tak hanya dilakukan oleh spesialis kejiwaan dari rumah sakit jiwa, tapi juga sampai menghadirkan dua orang pakar kejiwaan dari Universitas Airlangga di Surabaya. “Dua profesor ini juga ikut langsung memeriksa kejiwaan tersangka,” ungkapnya.

Walau tak menjelaskan secara detail hasil tes psikologi itu, namun, dia mengakui ada masalah kejiwaan yang dialami tersangka dari laporan hasil tes tersebut. Menurutnya, hasil tes psikologis akan dibeberkan dalam pengadilan. “Ya kalau dilihat secara fisik, terlihat sehat saja. Tapi kita kan tahu soal kejiwaannya,” ujarnya. (eko/and/sut)