Kejati Kalbar Tetapkan FJ, Tersangka Dugaan Tipikor Pembangunan Kantor Bupati Melawi

Regional

Editor sutan Dibaca : 929

Kejati Kalbar Tetapkan FJ, Tersangka Dugaan Tipikor Pembangunan Kantor Bupati Melawi
PPTK pembangunan Kantor Bupati Melawi, Fj berada di dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Kantor Kejati Kalbar, Kamis (14/7). ANTARA FOTO/Sheravim
PONTIANAK, SP – FJ (56), satu dari sebelas tersangka perkara tindak pidana korupsi pembangunan Kantor Bupati Kabupaten Melawi, ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi Kalbar, Kamis (14/7). Asisten Pidana Khusus Kejati Kalbar, Bambang Sudrajat mengatakan,  penahanan tersangka ini untuk melengkapi pemberkasan sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

 
"Surat penahanannya dibuat sampai 20 hari ke depan di Rutan Kelas IIA Pontianak, sebelum dilimpahkan ke pengadilan atau diperpanjang masa penahanannya," kata Bambang,  Kamis (14/7) di Kantor Kejati Kalbar.

Saat dibawa ke rutan, dari Kantor Kejati Kalbar,  FJ terlihat santai ketika memasuki mobil tahanan kejaksaan.  Sambil ditemani sejumlah kerabat dekatnya, FJ yang mengenakan rompi tahanan warna merah muda khas kejaksaan bahkan sempat melontarkan senyum kepada awak media yang meliput.


Pembangunan Kantor Bupati Melawi sendiri dikategorikan  sebagai megaproyek bernilai puluhan miliar rupiah. Proyek ini dianggarkan selama empat tahun anggaran,  yakni 2006 - 2010.
   

FJ kala itu berperan menjabat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam proyek tahun anggaran 2008.
Pembangunan kantor ini dianggarkan dengan pagu dana sebesar Rp14,3 miliar untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan dua tahun sebelumnya.

Namun setelah dilakukan penyelidikan, diketahui terdapat kerugian negara sebesar Rp 296 juta. "Dalam kegiatan proyek pembangunan Gedung Kantor Bupati Melawi tahap III tahun 2008, terdapat kerugian negara sebesar Rp 296.073.160 dari jumlah total pagu anggaran Rp 14,3 miliar," sebutnya.

Menurut Bambang,  tim penyidik sudah mengumpulkan alat bukti dan barang bukti supaya membuat terang dugaan telah terjadinya tindak pidana korupsi. Berdasarkan bukti permulaan yang cukup itu,  maka hari ini dilakukan penahanan terhadap FJ.
Dijelaskan, saksi yang diperiksa dalam perkara atas nama FJ ini berjumlah 18 orang, yang terdiri dari 16 saksi dan dua saksi ahli.

Perlu diketahui,  FJ adalah tersangka ketiga yang ditahan di rutan terkait perkara yang sama. Sebelumnya, Kejati Kalbar sudah  menahan rekannya, F dan GR.
Sedangkan delapan tersangka lainnya masih dalam proses pemberkasan dan penyiapan alat bukti guna memperkuat penuntutan jaksa di meja hijau.

"Tiga dari sebelas tersangkatelah kita tahan. Delapan lainnya segera sambil kami siapkan segala sesuatunya," ucapnya.

Bambang juga meyakini, delapan tersangka lain akan koorporatif dalam menjalani proses hukum.  "Mereka masih ada di sekitar Kalimantan Barat. Mereka bukan nggak ditahan, tapi masih kami lakukan proses penyidikan, tunggu ya, secepatnya," ujarnya.


Awal pekan lalu Kejati  Kalbar menetapkan tiga tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan proyek pembangunan gedung kantor Bupati Melawi tahun anggaran 2006- 2010 berpagu anggaran Rp28 miliar.  

Ketiga tersangka baru tersebut masing-masing berinisial H, Direktur Umum PT Esra Ariyasa Utama, kemudian BA, berperan sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD).

Sedangkan tersangka D, berperan menyediakan dana pelaksanaan proyek, seperti membayar pekerja dan membayar komisi untuk tersangka sebelumnya yang berinisial GR. "Sprindik untuk ketiganya sebagai tersangka diterbitkan pada 22 Juni 2016 lalu. Kini ketiganya akan diperiksa kembali sebagai tersangka," kata Bambang.

Ditambahkan,  penyimpangan megaproyek dengan kerugian negara berkisar Rp1,5 miliar ini ditengarai dilakukan dengan cara mengajukan kembali item-item pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya atau overlap.
"Dalam pelaksanaan kontrak pekerjaan fisik pembangunan gedung itu telah terjadi overlap beberapa item pekerjaan yang sudah ada di dalam kontrak," terangnya.

Tim penyidik sebelumnya telah mendapatkan dua alat bukti yang cukup saat menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Ditambah lagi dengan usai dilakukannya ekspos perkara. "Dalam perkara itu sudah ditetapkan 11 tersangka. Tujuh di antaranya telah dalam proses pemberkasan," sambungnya.

Penetapan ketiga tersangka ini dianggap sebagai pengembangan dari penyidikan yang dilakukan terhadap GR, yang berperan sebagai sub kontraktor dari PT Esra Ariyasa Utama selaku pelaksana proyek pembangunan kantor Bupati Kabupaten Melawi.  (ang/loh/sut)