Terdakwa Petrus Bakus Terancam Hukuman Mati

Regional

Editor sutan Dibaca : 1029

Terdakwa Petrus Bakus Terancam Hukuman Mati
Petrus Bakus menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Sintang, Rabu (20/7). (abdul halikurrahman/suara pemred)
SINTANG, SP - Pengadilan Negeri Sintang menggelar sidang perdana atas terdakwa Brigadir Petrus Bakus, Rabu (20/7) sekitar pukul 10.30 WIB. Bakus merupakan pelaku mutilasi anak kandung di Kompleks Asrama Mapolres Melawi, Gang Darul Falah, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Jumat (26/2) dini hari.

Agenda persidangan yakni, pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Garis besar dakwaan yang disampaikan JPU, menyangkut unsur pembunuhan berencana yang dilakukan oleh terdakwa.

JPU menjerat Petrus Bakus dengan Pasal 340 Subsider 338 KUHP, dengan ancaman hukuman minimal semur hidup dan maksimal hukuman mati.

Dalam dakwaan persidangan yang dibacakan oleh JPU, kronologis unsur berencana pun dipaparkan. Dimana sebelumnya, Petrus sudah mempersiapkan peralatan senjata tajam berupa parang untuk digunakannya memutilasi anaknya.

Petrus Bakus usai melakukan perbuatannya, dalam keterangan yang dibacakan JPU saat persidangan, mengaku hal tersebut dilakukannya merupakan 'Perintah Tuhan'.

Usai JPU membacakan dakwaannya, kuasa hukum Petrus Bakus pun langsung mengajukan Eksepsi (keberatan) ke majelis hakim, atas dakwaan yang disampaikan JPU.

Hakim Ketua Dedi Alex mengabulkan eksepsi kuasa hukum Petrus Bakus. Persidangan ditunda, dan akan kembali digelar lagi pada Senin (25/7) pekan depan, dengan agenda mendengarkan Eksepsi dari kuasa hukum terdakwa.

Aan yang merupakan JPU saat diwawancara usai persidangan mengatakan, dakwaan yang paling penting disampaikannya dalam persidangan tersebut yakni, mengenai unsur perencanaan pembunuhan yang dilakukan terdakwa.

"Hasil keterangan sejumlah saksi-saki, unsur berencana itu sudah terpenuhi, sehingga terdakwa dijerat Pasal 340 KUHP, Subside 338 KUHP," jelasnya.

Mengenai Eksespi yang diajukan oleh kuasa hukum terdakwa, Aan mengatakan, pihaknya akan menunggu penyampaiannya pada persidangan pada Senin, pekan depan.

Martinus salah satu penasehat hukum terdakwa Petrus Bakus saat diwawancarai usai persidangan mengatakan, Eksepsi yang diajukannya menyangkut adanya rasa keberatan atas dakwaan yang disampaikan JPU terhadap kliennya.

"Senin depan kita akan sampaikan Eksepsi kita. Eksepsi itu menyangkut adanya ketidakpuasan terhadap dakwaan JPU. Dalam dakwaan tadi, JPU tidak menjelaskan keberadaan istrinya pada saat kejadian itu. Yang penting lagi, apakah ada orang lain dalam tindak pidana ini. Ini juga tidak dijelaskan oleh JPU. Intinya kita keberatan dakwaan JPU," kata Martinus.

Berdasarkan pantauan Suara Pemred, Petrus Bakus yang  menggunakan kaos dalam merah, dan mengenakan rompi tahanan kejaksaan warna orange, tampak sehat saat menjalani persidangan perdananya.

Bahkan, sebelum JPU menbacakan dakwaan, Hakim Ketua Dedi Alex sempat menanyakan, apakah surat dakwaan sudah diterimanya, Petrus dengan tegas menjawabnya. "Siap, sudah terima pak," ujar Petrus dengan tegas.

Selama proses persidangan, saat JPU membacakan kronologis kejadian, Petrus hanya menundukkan kepalanya, dan sesekali terlihat matanya terpejam, dengan raut wajah sendu.

Sidang perdana tersebut, turut dihadiri keluarga terdakwa. Sidang dipimpin oleh hakim ketua Dedi Alex, dengan Hakim pendamping Roladica Lumbanbatu.

Selama proses persidangan, pihak keamanan dari kepolisian Polres Sintang bersenjata lengkap, turut diturunkan guna menjaga kondusifitas selama persidangan. Persidangan perdana terdakwa petrus bakus pun berjalan aman dan lancar. (abd/lis/sut)