Aparat Polsek Nanga Pinoh Amankan Tersangka Cabul

Regional

Editor sutan Dibaca : 1375

Aparat Polsek Nanga Pinoh Amankan Tersangka Cabul
Tersangka YS (baju merah) ketika berada di Mapolsek Nanga Pinoh, Rabu (20/7). (Suara Pemred/Eko Susilo)
NANGA PINOH, SP – Kisah asmara Bunga (bukan nama sebenarnya) gadis bawah umur, siswi sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi berujung pilu.

Bunga menjadi korban penganiayaan, sekaligus pencabulan oleh sang kekasihnya, YS (19) yang baru saja lulus SMA. Motif perbuatan tega YS ini, dipicu oleh kecemburuannya terhadap Bunga. YS merasa dibohongi oleh korban.

"Keluarga korban melaporkan kejadian pada Senin (18/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban mengalami kekerasan fisik disertai pencabulan oleh tersangka YS,” terang Kapolsek Nanga Pinoh, AKP Yoyo Kuswoyo, melalui Kanit Reskrim, Bripka Anas Harun Asroni, Rabu (20/7).

Kisah pilu ini diceritakan terjadi pada Senin (18/7). Korban dijemput YS di sekolahnya menggunakan sepeda motor. Kemudian keduanya menuju arah depan Kantor Bupati, tepatnya di suatu pondok tempat bersantai. Sesampainya di sana, YS tiba-tiba memarahi korban.

"YS  bertanya kepada korban, kenapa bohong dengan saya. Katanya menyadap karet di kampung . Tak tahu berjoget di kampung sana. Di jawab korban, saya tidak joget, saya nyadap karet," paparnya.

Mendengar jawaban itu, YS kesal dan langsung menampar pipi kiri korban. Akibat kekerasan itu, korban mengalami luka lebam di bawah kelopak mata sebelah kiri.

Selain  menderita memar di kening.  YS menyabet ikat pinggang yang memang sudah dibawa dari rumah dan kemudian mengenai  tangan kanan korban hingga mengalami luka memar. Sambil meneteskan air mata, korban tak berdaya akibat luka yang diderita, kemudian dibawa YS ke suatu tempat yang sering disebut bukit cinta sekitar pukul 09.30 WIB.

Di sana, YS yang tak puas atas jawaban pertanyaannya, merengkuh tubuh kekasihnya dan mulai menggerayangi serta mencium pipi korban. Di tempat itu, persetubuhan pun dilakukan. "Hubungan korban dengan tersangka diketahui sedang berpacaran dan sudah berlangsung sejak satu tahun," terang Bripka Anas.

Pihak keluarga melihat kondisi korban dengan muka lebam akibat dianiaya, langsung melaporkan kejadian ke Polsek sekitar pukul 11.00 WIB. Tak lama berselang, tersangka YS berhasil dibekuk. “Sementara korban juga telah dimintai keterangan, dan telah didampingi. Tersangka dijerat Pasal 81 Ayat 1, dan Ayat 2, UU Perlindungan Anak, Nomot 35 tahun 2014, junto Pasal 64 Ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” kata Anas.

Kakak sepupu korban yang mendampingi saat pemeriksaan, menerangkan adiknya saat ini tinggal bersama bibinya. Sementara orang tuanya tinggal di kampung. “Dia sudah tinggal bersama ibu saya sejak kelas IV SD. Orang tuanya sekarang tahunya dia jadi korban penganiayaan. Kalau pencabulannya mereka belum tahu,” terangnya.

Sang kakak juga mengungkapkan tak mengenal pacar korban tersebut. Korban juga sudah dilarang untuk keluar rumah. “Cuma inikan kejadiannya saat sekolah. Saya dengar dari gurunya, dulu cowoknya itu pernah nempeleng adik sepupu saya ini, bahkan di depan gurunya. Saya minta tersangka itu dihukum saja,” katanya.

Perbaiki Psikologi


Kantor Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Melawi, spontan memberikan pendampingan terhadap korban penganiayaan dan pencabulan sang pacar. Kasi Perlindungan Anak, Yanti menerangkan pendampingan dilakukan untuk memperbaiki kondisi psikologi karena korban merupakan anak di bawah umur.

“Kita minta keluarga dan korban jujur dan menceritakan kondisi sebenarnya ke polisi. Makanya saat di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) kita ikut dampingi,” katanya.

Yanti mengakui, pendampingan yang dilakukan hanya sekedar penguatan moral dan psikologis, karena kantornya belum memiliki tenaga psikolog. Persoalan komunikasi dengan korban juga sering jadi masalah.

“Soal berapa lama pendampingan ini relatif. Kita lihat pasca kejadian bagaimana perilaku korban, bisa tidak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kami sudah bertemu korban dan berharap dia bisa kembali segera bersekolah,” katanya. (eko/and/sut)