Langganan SP 2

Mana Menteri dari Kalbar?

Regional

Editor sutan Dibaca : 876

Mana Menteri dari Kalbar?
GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)
PUTUSSIBAU, SP – Warga di provinsi Kalimantan Barat berharap, ada menteri yang dilantik dari wilayah ini. Pasalnya, sejak awal republik ini berdiri, masih sedikit putra daerah berkiprah sebagai di kabinet sebagai menteri.  

Presiden Jokowi mengumumkan Reshuffle Kabinet Jilid Dua. Presiden menegaskan reshuffle diarahkan untuk penguatan kinerja kabinet. Kabinet Kerja memiliki 34 menteri. Saat ini ada 13 menteri atau setingkat menteri yang diganti atau dirotasi.

"Saya tegaskan reshuffle ini untuk penguatan kinerja kabinet," kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers pengumuman reshuffle kabinet di Istana Negara, Rabu (27/7).

Jokowi didampingi Wapres JK, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung.

Jokowi memaparkan pertimbangan dilakukan reshuffle kabinet. Antara lain tantangan global yang harus direspons lebih cepat tanggap.

"Kita harus memperkuat ekonomi nasional untuk menghadapi tantangan ekonomi global dan sekaligus dalam persaingan dan kompetisi global," kata Jokowi.

Jokowi mewanti-wanti agar kabinet yang baru bekerja lebih keras lagi menyejahterakan rakyat. Reshuffle kabinet diarahkan untuk penguatan kinerja pemerintahan.

"Kita harus membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk rakyat, untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Jokowi.

Jokowi berharap kabinet baru dapat bekerja lebih cepat, progresif dan solid. "Agar Kabinet Kerja bisa lebih cepat, progresif, bekerja dalam tim yang solid, dan saling mendukung dalam waktu yang secepat-cepatnya. Atas pertimbangan ini Presiden dan Wapres memutuskan perombakan kabinet yang kedua," katanya.
 

Warga Kecewa


Reshuffle Kabinet Jilid Dua yang dilakukan Presiden Joko Widodo, Rabu (27/7) siang, ditanggapi beragam warga di Kalbar. Anggota DPRD Kapuas Hulu, Stevanus mengatakan, Kalbar banyak memiliki figur yang sangat potensial untuk menjadi menteri di pusat.

Namun, sayangnya saat ini pemerintah pusat belum pernah melantik menteri dari Kalbar.
  "Jika berbicara masalah potensi menteri, Kalbar banyak memiliki orang-orang yang sangat potensial menjadi menteri," katanya.  

Dikatakannya, sangat penting bila ada perwakilan orang Kalbar menjadi menteri, agar pembangunan di Kalbar semakin meningkat dan maju. Menurutnya, tokoh atau figur di Kalbar yang layak menjadi menteri saat ini yakni Komisi V DPR RI Lasarus, mengingat sosok yang bersangkutan dalam dunia perpolitikan sudah tidak diragukan lagi.  

Lasarus sudah dua periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Sintang, dua periode menjadi DPR Provinsi Kalbar, dan sekarang menjabat sebagai anggota di DPR RI. “Tidak hanya itu, Lasarus ini dari PDIP dan secara politik dekat dengan Presiden dan Megawati," terangnya.  

Ia meminta perwakilan menteri dari Kalbar, nantinya ditempatkan menjadi Menteri Pembangunan Desa Daerah Tertinggal (PDDT). Hal ini mengingat kondisi Kalbar yang dekat dengan perbatasan.  

"Sepanjang abad ini belum ada menteri dari Kalbar, padahal kita banyak memiliki orang potensial. Yang menjadi masalah saat ini, jumlah masyarakat kita sangat sedikit, kemudian kondisi dukungan politik," terangnya.  

Sementara itu, Ketua Forum Temenggung Dayak Kabupaten Kapuas Hulu, Lambertus mengatakan, saat ini figur yang layak menjadi menteri dari Kalbar adalah, Gubernur Cornelis.

Alasannya, secara politik sudah tidak diragukan, bahkan sudah menjabat menjadi camat, bupati dan Gubernur Kalbar selama dua periode.   "Kami dukung Cornelis menjadi menteri, dia adalah putra terbaik Dayak," katanya.  

Dikatakannya, kedepan harus ada perwakilan menteri dari Kalbar, agar pembangunan di Kalbar dapat secara optimal.

Tak Masalah


Tak adanya menteri dari orang Kalbar, bukan menjadi persoalaan yang begitu berarti bagi beberapa pihak. Seperti yang diungkapkan ketua MABM Sanggau, Budi Darmawan. Menurutnya, orang-orang yang terpilih tersebut, sudah memang profesional dan tidak ada pilih kasih dalam pemilihan tersebut.

“Saya rasa 9 menteri yang dilantik Presiden tadi, semuanya profesinoal dan memang mereka layak menduduki jabatan tersebut. Bagi saya, meski tidak ada orang Kalbar tidak jadi masalah, karena orang-orang yang dipilih itu memang sudah tepat,” ujar Budi.

Ia mengatakan, meski tidak ada orang Kalbar, bukan berarti Presiden pilih kasih.

Ia mengakui, sebenarnya banyak orang Kalbar yang layak duduk di jabatan tersebut, namun masih ada orang yang lebih layak lagi untuk jabatan itu. Ia berharap, terpilihnya menteri yang baru bisa menjadi lebih baik, sehingga perkembangan negara Indonesia semakin membaik.

 “Kita pasti berharap seperti itu, karena kita ini orang Indonesia, pastinya mau negara kita ini lebih berkembang,” pungkasnya.


Penguatan Kinerja
Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto mengatakan, pihaknya akan menghormati para menteri baru pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Siapa yang akan dilantik, kita memberikan apresiasi dan menghormati siapa pun yang dipilih Presiden," katanya.

Ia menilai, perombakan kabinet yang dilakukan Kepala Negara untuk kedua kalinya akan berdampak baik bagi bangsa dan negara.

"Siapa pun yang diganti, ya terima kasih karena secara kerja sudah baik, tapi perlu ada kemajuan dalam tiga tahun ini," ujarnya.

Menteri Pamitan

Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan. Politikus Partai NasDem itu pun pamitan. Ferry pamitan melalui media sosial Facebook pada pukul 10.30 WIB, Rabu (27/7).

"Dear teman-teman. Saya pamit. Maaf dan Terima Kasih," kata Ferry, sembari memposting fotonya berbaju putih dengan syal batik warna merah bertuliskan PAMIT di bawahnya.


Sudirman Said sebelum lengser, dia menyampaikan pesan bijak terakhir untuk para pegawai Eselon II dan I di Kementerian ESDM. "Setelah kita ada di puncak bukit, hanya ada satu jalan ke depan. Karena itu setiap sampai di puncak bersiaplan turun setiap saat," kata Sudirman di Kementerian ESDM, Selasa (27/7).

Menteri Koordinator Kemaritiman,
Rizal Ramli dalam akun Twitter-nya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rakyat Indonesia, selama hampir satu tahun menjabat sebagai menteri.


"Saya telah mencoba berbuat yang terbaik untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Terima kasih rakyat Indonesia. DR Rizal Ramli," tulis Rizal, Jakarta, Rabu (28/7). (pul/sap/ant/det/cnn/pas/lis)