Hildi Hamid Digadang Jadi Ketua Tanfidz PW NU Kalbar

Regional

Editor sutan Dibaca : 1198

Hildi Hamid Digadang Jadi Ketua Tanfidz PW NU Kalbar
GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)
PONTIANAK, SP - Masa khidmat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Kalbar, beberapa bulan lalu diketahui telah selesai. Meski secara jelas belum ditentukan waktu konferensi atau masa pergantian kepengurusan yang dilaksanakan lima tahun sekali itu, dikabarkan ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini akan menggelar konferensi pada akhir 2017 mendatang.

Sejumlah figur dipastikan akan bermunculan. Namun untuk saat ini, satu nama yang santer disebut dan dianggap cocok menggantikan posisi Ketua Tanfidz PW NU Kalbar dua periode, M Zeet Hamdy Assovie, yakni Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid.

Salah satu Ketua Badan Otonom (Banom) NU Kalbar, Nagian Imawan mengatakan, selain sebagai bupati, Hildi Hamid yang juga selaku mustasyar atau dewan pembina PC NU Kabupaten Kayong Utara (KKU), merupakan figur yang layak menggantikan M Zeet sebagai Ketua PW NU Kalbar.

   “Apresiasi dan dukungannya terhadap jam'iyyah dan warga nahdliyyin (sebutan jamaah NU) setempat, tidak perlu diragukan lagi,” ujar Nagian,

Ketua PW Pagar Nusa Kalbar (Banom NU), kepada Suara Pemred, di Pontianak, Kamis (28/7). Ia melihat, sebagai mustasyar NU KKU, Hildi sudah layak. Apalagi sikap dan komitmen Hildi dalam konteks syiar, sudah cukup bagus dan perlu diapresiasi," ujar Nagian

Menurut Nagian, NU Kalbar sangat membutuhkan sosok ketua yang dekat dengan masyarakat, terlebih lagi terhadap warga nahdliyyin. "Mungkin untuk tingkatkan cabang di kabupaten dan kota, sosok ketua seperti ini saya pikir ada. Tapi untuk tingkatan wilayah atau provinsi, ini yang belum kita temukan," ucapnya.

Nagian mengungkapkan, kondisi kepengurusan PW NU Kalbar saat ini, memang jauh dari harapan. Dia menyebutkan, sekretariat NU yang dulunya berdiri megah, tapi kini seolah menjadi bangunan kosong yang minim manfaat bagi masyarakat, khususnya untuk warga nahdliyyin.

"Lucu juga, ada kantor tapi sering kosong. Bagaimana masyarakat mau silaturahmi, sedangkan ketuanya jarang ada di kantor. Tidak ada ceritanya ketua PW atau PC NU itu sulit ditemui," kritik Nagian.

Kendati begitu, Nagian mengakui, bahwa tidak dipungkiri sedikit banyak ada yang telah dilakukan M Zeet untuk kepentingan NU Kalbar. Nagian menjelaskan, sosok ketua NU itu mestinya bisa mendorong perubahan di berbagai bidang. Tidak semata urusan agama, lebih dari itu pemberdayaan dan nilai manfaat bagi masyarakat hendaknya bisa dirasakan.

Yang diperlukan NU Kalbar kedepan, bagaimana ada figur yang totalitas dalam mengurus organisasi terbesar di Indonesia ini. Seperti mengurusi masalah pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi kemasyarakatan. "Sepertinya perlu juga meminta saran dan masukan kepada Bapak Oesman Sapta yang juga sebagai mustasyar di PBNU, terkait pandangan sosok yang layak menjadi ketua NU," timpalnya.

Jika dikaitkan dengan figur calon Ketua NU Kalbar yang dirasa mampu menggerakkan sektor tersebut, maka dirinya melihat Hildi Hamid sangat potensial menggantikan M Zeet.  Pasalnya, kiprah Hildi Hamid sebagai Bupati KKU saat ini dinilai baik. "Saya mengikuti info dari media, bahwa sebagai salah satu kabupaten baru, progres pemerintahan Pak Hildi cukup baik," katanya.

Belum Rakor

Menurut Ketua Dewan Tanfidz PCNU Kayong Utara, kalau untuk penggantian Ketua NU Kalbar bukan berarti ada sisi-sisi kelemahan dari kepemimpin M. Zeet Assovie. Hal itu tidak ada kaitannya, karena memang masa jabatannya akan segera habis pada tahun 2016.

 Jika Bupati Kayong Utara menjadi kandidat untuk menggantikan M. Zeet, secara pribadi maupun secara Ketua Dewan Tanfidz PCNU Kayong Utara,  Nazri Hijar sangat mendukung sepenuhnya.

   Alasannya, pertama, Hildi Hamid, yang juga Bupati Kayong Utara, adalah Dewan Penasehat pada PC NU KKU. Yang mana jelas memiliki hak dan kesempatan untuk dipilih sebagai Ketua PWNU Kalbar, walaupun banyak nama-nama lain yang bermunculan.

“Kami memang belum ada rapat internal khusus membahas dukungan dalam Konferensi Wilayah yang akan diselenggarakan nanti. Sekali lagi, jika Dewan Penasehat PCNU Kayong Utara, kami sangat mendukung,” ujarnya.

Tetapi yang perlu ditegaskan adalah, PC NU belum mengadakan Rakor secara resmi yang membahas persoalan dukung mendukung. Pak Hildi sebagai seorang nadhliyin, memiliki kesempatan, hak dan peluang untuk dipilih menjadi Ketua NU Kalbar. “Walaupun banyak nama-nama yang bermunculan,” terang Nazril Hijar.

Semua Berpeluang


Menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa nama Hildi Hamid santer disebut layak menjadi Ketua PW NU Kalbar, Ketua Tanfidz PC NU Kota Pontianak, Ahmad Faruki mengatakan, sepanjang memenuhi syarat dan jelas ke-NU-annya, maka siapapun berhak mencalonkan diri sebagai Ketua NU Kalbar.

"Untuk NU, siapapun yang berpotensi, silakan saja mencalonkan menjadi ketua. Jangan sampai hanya membanggakan nama dan jabatan, tapi tidak bisa membesarkan NU, ya apa artinya," katanya saat dihubungi.

Faruki mengaku tidak begitu mengenal sosok Hildi Hamid. Hanya saja, dirinya mengetahui bahwa Hildi Hamid merupakan mustasyar di PC NU KKU. "Saya tidak kenal dekat dengan beliau. Tapi sepanjang memenuhi syarat dan bisa bermanfaat besar bagi NU, bagi saya tidak ada masalah," ucapnya.

Sementara itu, satu di antara pengurus PW NU Kalbar, Rosadi Jamani, saat dimintai tanggapan menyebutkan, bahwa Hildi Hamid merupakan figur yang cocok menggantikan M Zeet sebagai ketua. "Sepertinya beliau sangat cocok. Beliau figur berpengaruh yang bisa membawa NU semakin besar," tulis Rosadi singkat melalui media sosial.

Senada dengan Faruki, Ketua PW GP Ansor Kalbar, Muhammad Nurdin berpendapat, selama figur itu dari kalangan NU, maka berhak mencalonkan diri maju sebagai Ketua PW NU Kalbar. Nurdin menekankan, ketua NU ke depan harus bisa mengutamakan kepentingan masyarakat, terutama warga nahdliyyin.

"Orang yang dapat mengutamakan kepentingan umat, terutama di warga NU yang ada di desa-desa. Sebab basis NU itu banyak di pedesaan. Selain itu, kedepan ketua NU bisa bekerjasama dengan pemerintah dalam rangka upaya kesejahteraan masyarakat," katanya.

Menanggapi sosok Hildi Hamid yang sering disebut, Nurdin mengungkapkan bahwa ia adalah contoh pemimpin daerah yang bagus dan bijaksana. Terbukti sebagai kepala daerah, Hildi Hamid telah membawa kemajuan yang baik di KKU.

 "Untuk NU sendiri, perhatian Hildi Hamid pun sangat bagus. Buktinya, KKU menjadi salah satu basis besar NU di Kalbar. Bahkan di sana, NU punya sekretariat permanen. Di Kalbar ini, tidak semua PC NU punya sekretariat sendiri," ungkapnya.

Ketua PC NU Singkawang, M Nadjib mengakui bahwa Hildi Hamid memiliki kemampuan untuk menjadi Ketua NU. "Prinsipnya kita dukung, apalagi jika Hildi Hamid, kita sebagai nahdliyyin pasti akan mendukung," katanya.

Nadjib juga mengatakan bahwa secara personal dirinya juga telah sangat mengenal Hildi Hamid. Dari dasar itulah dia berkayakinan bahwa, Hildi Hamid akan bisa membawa NU menjadi lebih baik.

"Saya kenal dekat dengan beliau, istri Pak Hildi juga kan orang Singkawang. Jadi tidak ada masalah selama beliau memiliki komitmen untuk memajukan NU," katanya.

Namun demikian, dia mengatakan pemilihan ketua nanti tentunya harus melalui proses-proses seperti yang telah ditetapkan dalam aturan organisasi. "Pemilihan tentunya juga harus melalui aturan-aturan, itu tentu lumrah untuk dilakukan," pungkasnya.(umr/jee/ble/lis/sut)