Tim Kanwil Kemenkumham Kalbar Terima Barang Bukti Perselingkuhan

Regional

Editor sutan Dibaca : 1021

Tim Kanwil Kemenkumham  Kalbar Terima Barang Bukti Perselingkuhan
ILUSTRASI (merdeka.com)

PONTIANAK, SP – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalbar membentuk tim independen dan menerima barang bukti (BB) kasus perselingkuhan Idha Endri Prasetiono dengan seorang PNS Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pontianak atas nama Dina Suci Lestari.


“Kita telah memperoleh sejumlah BB dari pelapor, satu di antaranya satu unit handphone. BB tersebut akan segera dipelajari lebih lanjut oleh tim. Kalau untuk bukti adanya foto atau video syur keduanya, saya sama sekali belum mengetahui itu,” tegas Plt Divisi Pas Kanwil Kemenkumham Kalbar, Winduarto kepada Suara Pemred di ruang kerjanya, Kamis (18/8).


Kasus ini mencuat setelah istri Idha Endri Prasetiono, Titi membeberkan hubungan terlarang yang dilakukan suaminya dengan Dina di balik jeruji penjara. Keduanya diketahui kerap bertemu dan saling berkomunikasi secara langsung maupun melalui telepon.

Bahkan menurut informasi, Idha bebas keluar-masuk  blok tahanan hingga larut malam, semata untuk menjalin asmara terlarang dengan selingkuhannya.
Terungkapnya perselingkuhan Dina dan Idha yang terjadi selama enam bulan ini, membuktikan bahwa orang berduit bisa mengatur segalanya selama dalam tahanan.

Sementara itu, setelah hampir dua tahun mendekap di Rutan Pontianak, kini mantan Kasubdit II Narkoba Polda Kalbar ini dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pontianak, Minggu (14/8).

“Sudah kita pindahkan ke Lapas Pontianak, hari Minggu,” terangnya.
 

Winduarto membenarkan bahwa seseorang yang menjalani hukuman lebih dari dua tahun penjara dan sudah berkekuatan hukum tetap, sesuai ketentuan harus dipindahkan ke lapas.
 

“Kemarin, kondisi lapas sudah tidak memungkinkan, karena telah over kapasitas. Selain itu, karutan masih dalam masa pendidikan di Jakarta. Memang untuk izinnya,  saya yang memberikan, tapi untuk tanggung jawabnya harus dari UPT,” terangnya.
 

Sementara itu, aktivis perempuan Forum Komunikasi IBU Khatulistiwa, Shanty S Minarni menyatakan, kasus perselingkuhan tersebut sangat mengejutkan masyarakat.

"Sangat tidak layak seorang yang bekerja di bapas mengunggah foto syur di media sosial. Menurut saya,  ini kelalaian dari Kanwil Kumham Kalbar, yang kurang memperdulikan kasus ini. Akibatnya,  hubungan pasangan suami istri berantakan,  dan tidak terselamatkan. Ini sungguh tidak adil," kecam Shanty.

Selain akibat kelalaian dari Kanwil Kumham Kalbar, Shanty menilai kasus ini juga disebabkan teledornya sistem pengawasan di Rutan Klas IIA Pontianak.
"Idha Endri Prasetiono masih dalam masa tahanan. Yang jadi pertanyaan,  bagaimana bisa terjadi hubungan perselingkuhan?  Tentu ada fasilitas yang diberikan kepadanya," ucapnya

"Bapak Seno Utomo,  mantan Karutan Klas IIA kinerjanya memang tidak beres. Divisi Pemasyarakatan Kalbar harus meminta maaf kepada masyarakat Kalbar. Sebab, kejadian ini telah membuat warga, khususnya kaum wanita resah," kata Shanty.

Shanti menyarankan supaya adanya sanksi tegas dari Kanwil Kumham Kalbar terhadap Dina, yakni pemecatan secara tidak hormat. Pasalnya, perbuatan yang dilakukan pelaku perselingkuhan tersebut, tidak mencerminkan diri sebagai pembina.

"Selain meresahkan masyarakat, yang bersangkutan juga mengotori nama institusinya. Kalau tidak tegas,  saya akan bawa ibu-ibu untuk demo,” katanya.
(bob/pat/hd)