Kapolda Kalbar: Tujuh Pembakar Lahan Ditangkap

Regional

Editor sutan Dibaca : 929

Kapolda Kalbar: Tujuh Pembakar Lahan Ditangkap
Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Musyafak saat melakukan pemadaman api di sejumlah lahan di Jalan Parit Haji Husin II, Pontianak, Selasa (23/8). (SUARA PEMRED/ YODI)
PONTIANAK, SP -  Tujuh warga sipil pembakar  hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah Kalimantan Barat, sudah diamankan pihak kepolisian.  “Mereka masih dalam proses lidik,” tegas Kapolda Kalbar, Irjen Musyafak di sela pemadaman api di sejumlah lahan di Jalan Parit Haji Husin II, Kota Pontianak, Selasa (23/8).  

Dari tujuh warga ini, tiga di antaranya sudah menjadi tersangka. Selebihnya masih dalam tahap penyelidikan yang tak tertutup statusnya ditingkatkan menjadi tersangka.  

Menurut Musyafak,  dalam menindak pelaku pembakaran lahan ini pihaknya tidak akan tebang pilih. Bila terbukti ada perusahaan yang sengaja membakar hutan dan lahan, maka akan segera diproses. “Kami akan cari orangnya dan juga pemiliknya,” tegasnya.
 

Musyafak mengungkapkan persoalan karhutla sudah menjadi atensi pemerintah pusat. Bahkan, Presiden Joko Widodo juga telah memperintahkan pihak terkait untuk segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.

“Saya juga sudah sampaikan persoalan ini kepada gubernur. Ini harus diperangi bersama-sama, tidak bisa hanya mengandalkan TNI-Polri,” katanya.  

Dalam menangani kasus karhutla di Pontianak, Musyafak memberikan target penyelesaim kepada jajarannya, 16 titik api di Kalbar sudah harus mati dalam dua hari ke depan. “Saat ini Kalbar menjadi wilayah terbesar penyumbang titik api, total 251. Tercatat ribuan hektar lahan yang sudah terbakar," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mencanangkan pengaktifan Posko Lapangan Penanganan Bencana Asap Akibat Karhutla di Desa Teluk Empening,  Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya.
 

"Berdasarkan koordinasi dengan instansi terkait bahwa di Kalbar terdapat 196 desa yang berpotensi rawan terjadi karhutla. Makanya, kita mengaktifkan posko lapangan dalam penanganan bencana asap untuk menanggulangi pembakaran lahan," katanya di Sungai  Raya, baru-baru ini.
   

Desa yang rawan terjadi kebakaran hutan itu,  antara lain, Desa Teluk Empening, Teluk Bayur, dan Teluk Bakung di Kabupaten Kubu Raya. Kemudian Desa Batu Nanta di Kabupaten Melawi dan Desa Akcaya I, Kabupaten Sintang.
  Juga Desa Sungai Pelang, Sungai Besar, Sungai Nanjung, Sungai Bakau, Pematang Gadung di Kabupaten Ketapang, serta beberapa desa lainnya di Kalbar.  

"Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, sejak Januari hingga Juli 2016 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah melaksanakan berbagai kegiatan.   Di antaranya, menginventarisasi lahan terbakar yang terjadi pada tahun 2015, yakni lahan gambut seluas 74.858 hektar, dan nongambut seluas 92.833 hektar.  

Pemprov Kalbar masih terus berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk menunggu Surat dari Dirjen Perkebunan mengenai data lahan gambut yang terbakar di lahan perkebunan.(bob/jek/pat/sut)